☁ Accident

1.6K 95 0
                                        

"Mungkin menyembunyikan sesuatu untuk kebaikan adalah hal yang terbaik."

-

"Bundaaaa" teriak Benua dari kamarnya

"Kenapa? Kamu butuh sesuatu?" teriak Kila dari bawah.

Benua keluar dari kamar, dan mendekati Kila, Benua tersenyum, Kila juga ikut tersenyum, Kila bersyukur karena suasana hati Benua sedang bagus, Kila benar-benar ingin terus mendengar Benua memanggilnya 'Bunda' seperti dulu, dan hari ini dia mendengar rengekan manja dari seorang Benua yang sangat dia rindukan.

Setelah meminta yang aneh-aneh kepada Kila, Benua berpamitan untuk futsal, dia tidak mengatakan bahwa futsal itu untuk lomba. Benua bungkam soal hal itu, kali ini dia akan mencoba, Jika dia menang dia ingin menunjukkannya kepada Kila, Bundanya.

Benua mengendari motornya dengan kecepatan sedang, dia awalnya tidak buru-buru namun di jalanan yang biasanya dia ambil terlihat sedang ada masalah dan orang-orang harus rela menunggu, dan Benua tidak suka menunggu, dia mengikuti nalurinya untuk mencari jalan pintas.

Dia menemukannya, dia berharap jalanan yang dia ambil cukup sepi, Benua melajukan motornya dalam kecepatan tinggi. Dia buru-buru, sampai pada akhirnya dia tidak terkendali saat seorang gadis tiba-tiba memotong jalannya secara mendadak.

Setelah mengenai area depan motor Benua, dia terjatuh dan tak sadarkan diri, dan seperti mimpi buruk, kepala gadis itu terbentur aspal dan mengeluarkan darah, lengannya yang mengenai plat nomor motor Benua, tampak sobek dan mengeluarkan darah banyak.

Benua terpaku, dia terkejut, dia sendiri terjatuh, dengan keadaan tertimpa sepeda, dia memandang kosong ke depan, mata elangnya itu perlahan mengeluarkan air mata, Benua takut, dia benar-benar takut. Benua tersadar ketika mendengar suara rintihan gadis itu, dia segera berdiri dan berusaha untuk mengangkat sepedanya.

Benua berjalan perlahan mendekati gadis itu, setelah rintihan itu terdengar, gadis itu tidak sadarkan diri. Benua panik ketika melihat darah yang terus keluar. Dia membalut lengan gadis itu dengan kausnya, dia menggunakan sapu tangannya untuk mengikat kepala gadis itu agar tidak terus mengeluarkan darah.

Kecelakaan itu hanya terjadi beberapa detik tetapi berakhir separah ini. Benua segera menggendong gadis itu dan meletakkan diatas motornya, dia melingkarkan tangan gadis itu ke perutnya dengan posisi seakan memeluk dari belakang.

Dengan sedikit gemetar Benua melaju lagi dalam kecepatan normal menuju rumah sakit terdekat. Benua sesekali melihat gadis itu lewat spion motornya.

"Maafkan aku,"

"Bertahanlah,"

"Sebentar lagi kita sampai,"

"Aku mohon bertahanlah,"

"Maafkan aku, aku bodoh."

Benua terus meracau ketika di perjalanan rumah sakit, setalah sampai dia dengan perlahan memarkirkan motornya, dan dia juga kembali menggendong gadis itu ala bridal style dan menyerahkan kepada para perawat yang kebetulan membawa bankar.

Benua mengikuti kemana perawat itu membawa gadis itu, mereka sampai di depan IGD, Benua di hadang untuk tidak ikut masuk, karena ini area terlarang.

Benua menunggu, dia menangis, dia takut, dia ingin menelpon Samudra dan mengatakn semuanya, tapi tangannya terlalu lemas hanya untuk melakukan hal sekecil itu.

Benua bergerak meninggalkan tempat itu dia menuju administrasi, dia bertanya berapa biaya rumah sakit gadis itu, awalnya Benua sempat bingung siapa nama gadis itu, tetapi salah seorang suster kebetulan mengenal gadis itu, dia mengatakan namanya.

BENUA ; Completed.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang