Benua baru saja pulang, ia melihat mobil ayahnya terparkir di depan teras persis. Cowok ganteng itu mengerutkan dahinya, tidak biasanya ayahnya pulang siang hari seperti ini. Benua menggidikkan bahunya acuh, dan melangkahkan kakinya ke dalam rumahnya.
Dapat ia lihat dengan jelas Arjuna memijat pelipisnya sendiri sedangkan Kila tampak mengelus punggung Arjuna seolah menenangkan lelaki yang dicintainya itu. Arjuna menyadari kehadiran anak bungsu-nya itu, menoleh dan menghela napas pelan.
"Benua kemari," panggilnya
Baru saja akan melangkahkan kakinya menuju kamar, namun langkah kaki cowok itu terhenti. Ia berbalik dan mendekati ayahnya, tak seperti biasanya yang acuh dan seolah tuli dengan apa yang dikatakan ayah-ibunya.
"Kamu mengenal Cempaka?" tanya Arjuna, begitu Benua mendudukkan dirinya di hadapan lelaki 37 tahun itu.
Benua terdiam beberapa saat, pikirannya meliar kesana kemari. Gelisah akan apa yang sebenarnya terjadi jika ayahnya tau yang sebenarnya.
"Tidak," jawab Benua
Arjuna menatap Benua tajam, seolah menuntut jawaban lebih tetapi anak bungsunya itu hanya menjawab singkat, sangat singkat. Melihat reaksi Benua yang terlampau santai, membuat ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Dimana seorang saksi dari kecelakaan Cempaka yang tak diketahui Benua.
"Benua, jujur pada ayah."
"Jujur?"
Benua mengangkat satu alisnya, perasaanya mulai tak enak. Ia mendapati Arjuna menghela napas lalu mencondongkan tubuhnya dan mengepalkan tangannya di atas paha.
"Soal pelaku kecelakaan cempaka yang membuatnya nyaris kehilangan nyawa-"
Arjuna memberi jeda saat melihat perubahan ekspresi Benua yang mulai gelisah, dapat ia lihat dengan jelas dari mimik wajah anak bungsunya itu.
"-itu kamu, benar?" lanjut Arjuna
"Bagaimana bisa?" kata Benua seraya menatap ayahnya tak percaya, ia sudah siap akan kemungkinan ini.
"Seorang Ibu Hamil menjadi saksi bisu kejadian itu, kebetulan sekali tadi keduanya bertemu dan Ayah tak sengaja mendengar obrolan mereka." jelas Arjuna
"Jadi benar sayang?" tanya Kila memastikan
"Tidak sengaja," jawab Benua
"Bagaimana jadinya jika keluarga Cempaka meminta pertanggung jawaban?" tanya Arjuna terdengar biasa namun Benua tau kalimat itu bahaya untuknya.
"Aku bahkan sudah berbaik hati membawanya ke rumah sakit, dan menebus semua angsuransi serta biaya rumah sakit untuk kecelakaan itu, perlu tanggung jawab apa lagi?" jelas Benua
"Jika terjadi sesuatu denganmu karena keluarga Cempaka yang tak terima, itu juga menjadi tanggung jawab kami Benua," jelas Kila
"Saya tidak butuh, selama tubuh dan mulutku masih bisa mengatasinya, jangan ikut campur." kata Benua dingin
"Satu hal lagi, saya tidak seperti anda Tuan Arjuna. Yang menyelesaikan segalanya dengan uang, ingat itu."
Setelah mengatakannya Benua berjalan ke kamarnya, lelaki itu juga membanting pintu kamarnya. Samudra yang tadinya berada di dalam kamarnya terperanjat dan keluar untuk memastikan apa yang terjadi.
Arjuna mengepalkan tangannya kesal, ia sudah berbaik hati berbicara baik-baik kepada Benua. Namun yang ia dapatkan adalah hinaan halus seperti ini?
"Aku berpikir aku sudah mendapatkan hati anakku, tapi ternyata tak semudah itu untuk membuatnya kembali ke pelukanku," gumam Kila seraya tertawa hambar
KAMU SEDANG MEMBACA
BENUA ; Completed.
Storie d'amoreBenua, cowok tsundere yang bisanya marah-marah merasa gak adil karena perlakuan orang tuanya tapi di lain sisi sayang banget sama keluarganya, memang dasar gengsi, mau bagaimana? ─⌽ ©2019 rumourblaze Present Ps. This story original from rumour bla...
