Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
__________
Kim memelototkan mata dan memasang wajah sebalnya. Kim hendak melanjutkan kembali sarapannya yang sempat terganggu namun belum sampai ia menyuapkan lagi krim sup miliknya kakinya kembali menerima tendangan kecil dari bawah meja makan.
Kim menghela nafasnya kasar. Gadis itu meletakan sendoknya dan tanpa suara ia bertanya kepada laki-laki yang sejak tadi menendang-nendang kakinya.
'Apa sih?' tanyanya tanpa suara.
Hwang nyengir, akhirnya ia mendapat perhatian dari gadis dihadapannya. Laki-laki itu kemudian menggerakkan kepalanya ke kanan mengisyaratkan sesuatu.
'Iya nanti' ucap Kim lagi tanpa suara.
Kim mengambil kembali sendoknya dan berniat melanjutkan sarapannya namun seperti tadi Hwang kembali menendang kakinya.
Kim hampir saja membanting sendoknya secara refleks ketika kembali diganggu oleh Hwang. Namun untung saja Kim langsung tersadar bahwa mereka tidak sedang sarapan berdua tetapi bersama orang tua mereka. Mungkin jika sedang berdua saja dengan Hwang, gadis itu sudah menjambak rambut laki-laki itu.
Kim menghela nafas pelan untuk meredam emosinya. Gadis itu menatap tajam laki-laki dihadapannya menyuruhnya untuk diam dan jangan mengganggunya.
Bukan Hwang Hyunjin namanya jika ia menyerah begitu saja. Hwang masih menendang-nendang kaki Kim di bawah meja hingga..
DUUKKKK!
Semua kepala menoleh kearah laki-laki yang saat ini sedang meringis memegangi ujung kakinya. Kaki laki-laki itu baru saja terantuk meja makan akibat ingin menendang kaki Kim namun gadis itu berhasil menghindar.
Kim menahan tawanya yang hampir saja pecah. Hwang menatapnya dengan tatapan tidak suka.
"Hyunjin..." Panggil Taemin dengan suara tegasnya. Orang paling tua diruangan itu tidak suka keributan jika sedang makan.
Hwang dan Kim langsung mengatupkan bibirnya dan menundukkan kepala mereka, takut.
"Jangan ribut." Tegas Taemin kemudian melanjutkan sarapannya.
Sebelum melanjutkan sarapannya Hwang dan Kim sempat melemparkan tatapan tidak suka mereka masing-masing.
"Oke sekarang ada apa Hyunjin?" Tanya Taemin kepada Hwang dan Kim setelah mereka sarapan dalam keheningan.
Kalau sedang bersama seperti ini orang tua mereka memang lebih sering memanggil nama mereka berdua.
Hwang dan Kim saling pandang. Menggunakan bahasa isyarat Hwang menyuruh Kim untuk mengatakan pada papanya. Namun Kim menggelengkan kepalanya tidak mau.
Hwang berdeham. "Gini pa..." Jeda Hwang ia nampak berpikir sejenak. "Kita berdua memutuskan nggak ikut ke rumah bibi Lee."