Terlalu sulit untuk dibayangkan
terlalu indah untuk diingatkan
Telalu banyak rasa yang teluka
Telalu banyak pengorbanan dan akhirnya menyerah untuk dilanjutkan suatu hubungan
Aku dan mama damar menuju ruang tamu ,disana aku merasa canggung yah namanya baru pertama kali ketemu yah begitu dehh
"Raya kamu enggak usah malu" ucap mama damar, aku menanggapinya ramah
"Eh iya tante" ucap raya, mama damar baik banget beda sama sifat anaknya dingin banget
"Panggil aja mama yahh" ucap mama damar sambil meyakinkan, aduh jadi gak enak. Seneng aja gitu
"Iya, tante" aduh salah sebut, maklum belum terbiasa, aku hanya meruntuki kebodohannku
"Panggil aja mama" tegur mama damar dengan lembut,
"Ehh iya lupa, m..mah raya boleh tanya gak? '' raya bertanya kepada mamah damar ,
"Boleh kamu boleh raya kok " ucap nya seraya meyakinkannya
"Hmm gini aya cuma mau nanya, kenapa damar kalo disekolah dia jadi dingin mukanya datar tapi kalo didepan keluarga biasa aja gak ada sifat cuek, sinis gitu tapi yang ada sikap hangatnya yang ditunjukan"
ucap ragu ragunya, walaupun ini sedikit privasi
Mereka akhirnya berbicara dan mengobrol sampai waktu sudah malam
Raya pamit kepada mama damar, dia adalah ibu yang baik, jadi kangen mama dan papa
"Ma aku pamit pulang yah" pamitnya
"Hmm, entar dulu kamu dianteri sama anak mama, tidak merima penolakan!" ucap mama damar, aku terkekeh pelan.
Baru saja kita berkenalan tapi serasa dekat sekali seperti hubungan ibu dan anak. Ia pasti akan merindukannya, pasti!
Tadi nya ia ingin menolaknya tapi apa boleh buat karena raya sangat menghormatinya sebagai mana ibunya sendiri
Sekarang damar sedang dibujuk oleh mamanya
Aduh jadi enggak enak merepotkan keluarga damar batinnya
Akhirnya raya dan damar menuju mobil mereka jalan menuju rumah, didalam sana raya masih melamun memikirkan apa kata mama damar, maksudnya apa yahh?, entah sejak kapan mereka sudah sampai dirumah raya tapi orangnya malah melamun
Damar berdeham agar dia tersadar
Raya terlonjak kaget akhirnya ia melihat sekeliling ,udah sampe gw dari kapan aduhhh batinnya
"Cepet keluar' ucap datarnya
"Iya bawel banget ini gw mau keluar" ia bergegas keluar dari mobil
Sebelum damar berangkat raya memanggilnya ,
" Damar makasih yah " ucap raya dan tersenyum manis
Damar masih terdiam dan menatapnya datar
" Udah " ucapnya
Setelah itu mobil damar pergi meninggalkan perkarangan rumah naya tapi sangat dejavu, aya tersenyum gaiss padahal damar hanya bicara satu kalimat yah sangat ketus gitu tapi naya hanya tersenyum itu usahanya untuk selalu membuktikan kepada damar kalo ia jatuh cinta kepadanya ,mungkin damar enggak tau kalau dia mencintainya biarlah waktu yang mengungkapkannya
Setelah itu raya masuk kedalam kamar
Laki laki itu baru saja sampai di rumah setelah nganteri pulang
Entah mengapa hati kecilnya tersenyum dengan selalu ada di dekat raya tapi egonya itu yang menghalangi rasa cinta ini ,baru saja ingin memasuki rumah terdengar ribut ribut yang ada di dalam rumah ,damar mengeratkan genggaman tangannya dengan penuh emosi setelah itu ia memasuki pintu rumah nya dan benarsaja disana ada papanya yang hampir saja menampar pipi mamanya karena ia yang menahan tangan papanya ,papanya sangat emosi sekali dan menghentakan tangan nya
"Maksud anda apa dateng dateng melukai mama saya dan anda sebagai laki laki harusnya punya harga diri! " ucap ketus damar
Dan melindungi mamanya di belakang nya yang sedang menangis karena ulah papanya itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Damaraya✓(TAMAT)
Fiksi RemajaSadar ga sih, ketertarikan seseorang dimulai dari benci. Karna biasanya benci untuk mencinta. Tapi rasa yang kali ini sangat berbeda, diawali dengan cinta, sangat cinta.. hingga pada akhirnya dia membuatku terluka dan timbul rasa benci._ Tunggu yah...
