"Jangan menyetir terlalu kencang, Ahya!" Bentak Mayang sambil memegang kemudi.
"Kalau aku pelan-pelan, nanti kita dirampok. Kasihan Mayang." Kata Ahya lembut.
Mobil yang ditumpangi mereka menabrak pohon. Ahya mengeluarkan banyak darah. Kepala Mayang mengalami memar dan dia menelepon Adit.
"Ahya, jangan tinggalin Mayang! Mayang nggak mau kehilangan Ahya." Teriak Mayang sambil menangis.
Adit, Resita, dan Marcha datang ke kamar Mayang. Mereka memeluk Mayang yang sedang menangis.
"A-Adit, kau disini?" Tanya Mayang yang menangis tersedu-sedu.
"Iya Kak, aku disini. Kakak jangan nangis lagi, ya! Kakak itu cuma mimpi buruk aja. Makanya Kakak doakan terus Bang Ahya biar baik-baik aja ya, Kak Mayang." Adit memeluk Mayang sambil mengelus kepala sampai punggung Mayang.
"Yaudah sekarang Kakak tidur ya." Kata Marcha sambil mencium kepala Mayang.
"Iya, Kak Mayang. Kak Marcha benar." Resita memegang tangan Mayang.
"Yaudah Kakak tidur ya." Kata Mayang lalu merebahkan diri.
"Ya, Kak. Jangan nangis lagi, ya!"
Marcha mematikan lampu kamar Mayang. Tak lupa Adit dan Resita menutup pintu kamar Mayang. Mereka pun pergi dari kamar Mayang menuju kamar mereka masing-masing.
YOU ARE READING
Cinta Dalam Diam
FanfictionDelilah Armayang Dinar Puteri (20) atau Mayang adalah seorang gadis yang diam-diam menyukai temannya yang bernama Ahya Alkhairi Arkana (22). Ahya adalah seorang pemilik bengkel. Mayang adalah seorang gadis yang cantik, manis, baik hati, setia, mandi...
