Mayang sedang tertidur. Adit membuka pintu kamar Mayang perlahan-lahan lalu memasuki kamarnya. Ia melihat HP Mayang tidak dikunci dengan kata sandi lalu mengambilnya.
"Bang Ahya, datanglah ke rumah nanti sore. Ada penting, loh." Adit mengetik pesan singkat via whatsapp.
Sedang mengetik pesan...
"Iya, Adit. Nanti abang datang, ya." Ahya membalas pesan dari Adit.
"Makasih ya, Bang."
"Sama-sama, Mayang eh Adit."
Adit mengembalikan HP Mayang ke tempat semula yaitu di meja samping tempat tidur Mayang. Setelah itu, ia keluar dari kamar Mayang dan menutup pintunya."
Satu jam kemudian
Mayang terbangun dari tidurnya. Ia mengambil handuk dan pakaiannya dari lemari. Ia memasuki kamar mandi. Setelah mandi, ia berpakaian dan pergi ke ruang tamu. Alangkah terkejutnya ia melihat disana ada papanya, mamanya, Adit, Marcha, Resita, dan Ahya.
"Ahya, kapan kemari?" Tanya Mayang dengan ekspresi yang kaget.
"Baru saja sampai disini, Mayang." Jawab Ahya tertawa.
"Disini ada pahlawan wanita." Kata Pak Kasman dengan mata yang mengarah ke Mayang.
"Mana, pak?" Ahya penasaran.
"Namanya adalah... Delilah Armayang Dinar Puteri." Bu Ella menyebutkan nama lengkap putrinya itu.
"Gini, bang. Tadi beberapa jam sebelum Abang kesini, ada maling yang masuk ke dalam rumah. Kami lagi main tenis meja, Bang. Untung saja ditangkap Kak Mayang lalu dihajar sampai babak belur." Kata Adit panjang lebar.
Ahya sangat kagum dengan tentang Mayang yang diceritakan Adit barusan. Ia tidak menyangka bahwa wanita cantik yang dihadapannya itu adalah wanita yang pemberani.
"Gimana, Ma? Kita kasih penghargaan untuk pahlawan wanita ini, ya." Tanya Pak Kasman lalu mengucapkan rencana mereka tadi.
"Yaudah, Pa." Bu Ella mengiyakan perkataan Pak Kasman.
Resita dan Marcha menuntun Mayang berdiri dari sofa ke tembok samping pintu rumah. Ahya mengambil mahkota yang ia bawa dari rumahnya lalu meletakkannya di atas kepala Mayang. Mayang tersenyum sumringah. Ia merasa bahwa hal ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
"Ahya bangga sama Mayang. Baru ini Ahya menemui wanita yang cantik dan kuat. Ia berani melawan kejahatan." Ahya berlutut sambil memegang kedua tangan Mayang.
"Ha... ha... ha. Ahya ini bisa aja." Mayang tersipu malu mendengar pujian Ahya.
Marcha keluar dari rumah untuk memanggil anak tetangga agar mengambil foto mereka. Anak tetangga itu pun datang ke rumah Mayang. Mereka mengambil formasi untuk difoto. Bu Ella, Pak Kasman, Adit, Marcha, dan Resita berada di belakang. Sementara Mayang dan Ahya duduk di depan yang lima orang tadi.
"Satu, dua, tiga." Anak tetangga Mayang itu menghitung waktunya lalu mengambil foto mereka sebanyak berkali-kali.
"Terima kasih, Dek." Ucap Mayang.
"Sama-sama, Kak Mayang." Balas anak tetangga itu lalu meninggalkan rumah Mayang.
"Coba lihat fotonya." Kata Marcha.
Mayang memberikan HP-nya kepada Marcha. Marcha melihat hasilnya sangat bagus. Mayang mengabadikan foto itu. Foto disaat semua orang yang di rumahnya dan juga Ahya mengatakannya sebagai "Pahlawan Wanita" karena aksi heroiknya menangkap pencuri yang masuk.
YOU ARE READING
Cinta Dalam Diam
Hayran KurguDelilah Armayang Dinar Puteri (20) atau Mayang adalah seorang gadis yang diam-diam menyukai temannya yang bernama Ahya Alkhairi Arkana (22). Ahya adalah seorang pemilik bengkel. Mayang adalah seorang gadis yang cantik, manis, baik hati, setia, mandi...
