6). PENCURI HATI ?

58 13 17
                                        

Setibanya dirumah, Adam segera membangunkan Safina dengan lembut.

Safina menggeliat kecil, dia mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya dengan mengerjap-ngerjapkan mata.

" Capek banget kak "

" Yaudah, cepet masuk bersih-bersih diri terus tidur "

Safina mengangguk pelan.

" Besok jadi dianter ? "

" Kayaknya enggak deh, aku mau bawa motor aja. Soalnya kalau ada perlu bisa buat bolak-balik, lagian sorenya aku pulang buat mandi ganti baju, nah baru anterin "

" Yakin, bukannya panitia harus berangkat pagi ? "

" Iya yakin, Insya Allah jalanan aman "
Adam manggut-mangut mengerti.

Kini Safina bergegas menuju kamarnya. Setelah ganti baju bersih-bersih diri, dia segera mengempaskan tubuhnya di kasur. Tak lupa ia menset alarm di Hp pukul 03.45, agar tidak telat datang ke sekolah. Mengingat ia sebagai penanggung jawab acara pertama yakni jalan sehat.

Jam dinding menunjukkan pukul 00.15, itu artinya hanya ada waktu 3,5 jam saja untuk Safina berisitirahat.

3,5 jam kemudian ...

Drtttt...drrrtttt ( nada dering alarm selamat pagi ) berbunyi cukup nyaring.

Karena sangat kelelahan dalam keadaan setengah sadar Safina mematikan alarm, kemudian dia melanjutkan tidurnya. Safina begitu nyaman terlelap, ditambah lagi dia udzhur sehingga tidak melaksanakan sholat subuh.

Bunda bangun pagi untuk menyiapkan sarapan keluarga, tidak butuh waktu lama kini sarapan sudah terhidang di atas meja makan. Adam yang sedang nonton tv diminta bunda untuk membangunkan Safina, agar segera bersiap-siap berangkat sekolah.

" Lho, Safina belum berangkat bun ?, katanya dia mau berangkat pagi "

" Belum dia masih tidur " kata bunda sambil menata piring dimeja makan.

" Wah tidurnya kebo ni anak "
Khawatir Safina ngebut di jalan karena terburu-buru, dengan setengah berlari Adam menuju kamar Safina untuk membangunkannya dengan menggedor-gedor pintu kamar Safina.

Safina yang kaget langsung terbangun dan refleks melihat jam dinding di kamarnya. Safina membulatkan matanya begitu mengetahui sudah pukul 06.00, kemudian dia mencek Hpnya.

30 Missed call dari Bara.

" Mampus, aku bakal diamuk Bara ini "

Adam masih menggedor pintu kamar Safina.
" Iya udah bangun " teriak Safina.
Setelah bersiap-siap dengan secepat kilat, Safina segera berpamitan pada bunda dan ayahnya.

" Gak sarapan dulu ? "

" Nanti aja bun di kantin"

Setengah berlari ia menuju garasi untuk mengambil motornya.
Adam yang sudah rapi kini duduk manis diatas motornya, dan siap mengantarkan adiknya ke sekolah. Menyadari Safina akan mengeluarkan motor, Adam segera memanggil Safina.

" Ayo naik ! "

" Tapi ?"

" Udah ntar sore aku jemput, kalau ada perlu pas disekolah pinjem motor temen aja "

Safina mengangguk pasrah dan bergegas naik ke motor kakaknya itu. Dengan gesit Adam mengendarai motornya, ia mampu lolos dari kemacetan Malang Raya di jam rawan.

Sepanjang perjalanan Safina mencoba untuk menelfon Bara, namun hasilnya nihil. Bara sama sekali tidak mengangkat telfonnya. Dia hanya bisa pasrah jika harus dimarahi habis-habisan setibanya di sekolah nanti.

KITA TERALIH Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang