5). TEKA - TEKI

52 14 11
                                        


" Saf, sebenarnya aku ... " Kevin menggantungkan omongannya.

" Mau ngutang ? "

" Heh, seriusss "

" Lha iya, mau apa serbuk marimas ? "

" Aku mau curhat "

Dugaan Safina tidak meleset sedikitpun, pasti ada udang dibalik rempeyek.

" Cewe mana lagi yang tertutup mata batinnya, sampai mau ngejar-ngejar kamu ?" tanya Safina meledek.
Kevin berdecak kesal, namun tetap melanjutkan sesi curhatnya. Sedari SMP Safina memang jadi tempat Kevin mencurahkan isi hatinya. Dibalik tampang sok coolnya, Kevin sering kali kerepotan menyelesaikan urusan asmara.

Sebenarnya Safina sudah cukup lama mengetahui seseorang yang ada dalam relung hati Kevin, namun ia tidak pernah menyinggungnya sama sekali. Ia lebih memilih membiarkan Kevin sendiri yang mengatakan, dan menyelesaikannya suatu saat nanti.

Baik Kevin atau Nabila sering meminta pendapat Safina, meski mereka tahu Safina sama sekali tidak berpengalaman dalam dunia percintaan. Semua nasehat bijaknya mengalir dengan apa adanya, dan yang terpenting dapat sedikit membantu menyelesaikan permasalahan sahabatnya.

Setelah sesi curhat selesai, Kevin tersenyum lega.

" Ehmm, awakmu sendiri piye ? "

" Maksud ?"

" Yaelah, masa harus ku jelasin secara gamblang. Masih betah sendiri ? "

" hemm gaya, daripada awakmu galau terus "

Sepersekian detik kemudian Safina bangkit dari bangku untuk kembali ke kelas, sebelum melangkah pergi ia menoleh ke arah Kevin sambil mengucap 1 kalimat legend.

" CINTA AKAN MENEMUKAN JALANNYA "

Kevin meresponnya dengan mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi.

._._._.

Disela-sela kegiatannya yang begitu padat Safina menyempatkan diri menagih janji Adam untuk keluar makan es krim dan pergi ke bioskop. Sebelumnya rencana itu sempat tertunda, karena ayah dan bunda mengajak mereka untuk family time. Setelah sekian lama mereka tidak berkumpul, akibat Adam sibuk kuliah di Bandung.

Kini Safina sudah duduk manis disamping Adam yang berada dibalik kemudi mobilnya.

Sepanjang perjalanan mereka berdua kompak menyanyikan lagu Coldplay yang sedang diputar di saluran radio favorit mereka.

" Ke Gramedia dulu ya, mau cari buku referensi "

" Siap "

Dalam hati Safina merasa heran sekaligus kagum dengan kakaknya itu. Adam masih menyempatkan waktu berburu buku referensi kuliah, di musim liburan yang seharusnya dihabiskan untuk bersenang-senang.

Setelah selesai membeli buku, mereka berdua pergi ke bioskop Sarinah.

" Kali ini nonton film horor " tantang Safina

" Oke siapa takut "

Selama film diputar Safina menyipitkan matanya, sesekali ia menutupi wajah dengan kedua tangannya namun masih dapat melihat film dengan cara mengintip di sela-sela jarinya. Berbeda dengan Adam yang terlihat lebih santai, sambil menghabiskan popcorn dan soda.

Lampu teater bioskop sudah kembali menyala, Safina dan Adam memilih untuk tetap duduk sambil menunggu semua penonton keluar terlebih dahulu.

" yang nantangin siapa, yang ketakutan siapa "

KITA TERALIH Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang