10). KESEMPATAN KEDUA ?

49 9 5
                                        


Bara menyenggol lengan Kevin mengkode untuk mencari cara agar Adam mau bertahan sedikit lama di tempat itu.

" Kak Adam, napa buru-buru banget dah? Gak mau ikut nongkrong dulu gitu ? "

" Iyanih Vin, lusa aku udah harus balik ke Bandung. Jadi pengen we time berdua "

Safina menghabiskan milkshake coklatnya dan memasukan Hpnya kedalam tas, sembari mengambil uang 2 lembar 20 ribuan untuk membayar makanannya. Dia bersyukur karena Adam benar-benar dapat diandalkan dalam urusan ini. Safina sama sekali tidak memperdulikan kegelisahan keempat temannya itu.

" Ohiya kak, sebelum pulang kenalin dulu ini temen-temen aku dan Safina " ulur Nabila lebih lama.

Secara bergantian Adam menyalami dengan ramah Bara dan Leo.

Safina yang sudah siap kini berdiri, belum sempat dia melangkah pergi terlebih dahulu Bara menahannya.

" Kak Adam, boleh minta waktu 5 menit untuk ngbrol dengan Safina " celetuk Bara memberanikan diri.

Adam tersenyum tipis kemudian menatap adiknya dan mengatakan " O Bo...".

" Ehm, Sorry Bar ini udah mau gelap. Bentar lagi jam orang kantor pulang takutnya ntar macet lagi. Jadi kapan-kapan aja ya " Potong Safina sambil langsung menarik lengan Adam untuk segera meninggalkan area itu.

" Kalau gitu kita pamit dulu ya " kata Adam sambil melambaikan tangannya.

Setelah kakak beradik itu menghilang dari pandangan mereka, keempat bocah yang masih berada di tempat itu kompak tertunduk lesu.

" ya GATOT "

" kusut dah kusut "

" Sabar ya Bar, belum rezekimu "

" Coba lagi gaes " Jawab Bara asal.

Disisi lain Safina sedang termenung sambil menerawang keluar jendela mobil, perlahan rintik hujan mulai turun meski tidak deras. Hal itu semakin membuatnya merasa bersalah pada keempat temannya.
Safina mendesah keras kemudian dia menyalakan radio yang ada di dashboard mobil. Adam memperhatikan tingkah aneh adik perempuannya itu dengan sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Robby bakalan puterin lagu yang pas buat nemenin El-Friends menikmati suasana hujan Malang kota sore ini "

Untuk beberapa saat hanya terdengar lantunan suara Brisia Jodie, menyanyikan lagu lawas milik komposer legendaris negeri yakni Melly Goeslaw.

Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam telah datang
Terkadang ingin kutulis semua
Perasaan

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak kupikirkan
Untuk kubenci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila
Kuingin bernapas lega
Dalam anganku aku berada
Di satu persimpangan
Jalan yang sulit kupilih

Safina bertopang dagu sambil terus melihat pemandangan dipinggir jalan. Terlihat seorang kakek yang akan membonceng cucu laki-lakinya, sedang terburu-buru memakai jas hujan agar tidak basah kuyup.

Adam terkekeh sontak membuat Safina menoleh keheranan.

" Emangnya ada yang lucu ?"

" Dek.. dek udah berani pacaran tapi kalau berantem ngajak temen sama ngajak mas nya "

" Siapa yang pacaran, NGAWUR " decaknya.

" Terus ? "

" Terus sekarang kita ke JATIMPARK 3, cusss! "

KITA TERALIH Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang