Sadar Safina!!!
BARA CUMA PENGEN NGERJAIN KAMU LAGI! Teriaknya dalam hati.
Dengan cepat Safina merubah mimik mukanya.
" Ngapain kamu senyum-senyum ? ".
Bara mengeryitkan alisnya bingung, baru kali ini dia menemui orang yang disenyumin malah sewot gak jelas.
" Terserah akulah, emang ada UU yang nglarang orang senyum ? " balasnya tak mau kalah.
" Ya nggak ada, tapi aku gasuka. Udah pergi sana! "
Bara tersenyum tipis, karena tahu bahwa Safina sedang berusaha untuk menutupi rasa groginya.
" Memangnya sekolah ini milik engkongmu ? Lagian di sini spotnya bagus buat nonton."
" Ya emang bukan milik engkong aku. Tapi kan yang kesini duluan aku dan kedatanganmu itu menganggu "
" Emang iya ? yang kesini duluan pak Ateng kali dari tadi pagi malahan buka gerbang. "
Safina mendengus kesal, karena tidak ingin menghabiskan energi dia memilih untuk meninggalkan Bara.
" Dihh yang kalah omong langsung ngacirr ". Kata Bara setengah berteriak lengkap dengan tawa kemenangannya.
Safina tidak membalas ledekan itu dan semakin mempercepat langkahnya.
._._._.
Selesai sudah rangkaian acara HUT SMA Nusa Bangsa ke 28.
Siswa dan para alumni juga mulai meninggalkan sekolah, disisi lain panitia sedang sibuk membereskan properti acara. Tugas terakhir Safina sebagai PJ sesi kedua adalah mengumpulkan semua anggota sie acara, dan mengarahkan mereka untuk membantu sie lain.
Setelah selesai membagi tugas kepada tiap anggota, kini giliran Safina menjelaskan tugas Bara. Meski masih kesal namun dia berusaha memasang muka santai.
" Bara tolong kamu bantu sie keamanan untuk menyisir setiap sudut sekolah. Jika masih ada siswa atau alumni yang belum pulang minta mereka supaya segera pulang "
" Siap bu PJ " ledek Bara sambil ngeloyor pergi.
Safina memutar bola matanya malas.
Bara yang berniat menghampiri sie keamanan, mendapati mereka sedang beristirahat sejenak sambil memakan makanan ringan.
" Mereka pasti capek banget karena harus jaga keamanan dari pagi tadi " gumamnya lirih.
Karena merasa kasihan, akhirnya dia memutuskan untuk menyisir beberapa sudut sekolah seorang diri. Mushola, kantin, toilet, gazebo aman, tinggal halaman belakang yang belum dicek oleh Bara. Baru saja menjejakkan kakinya di halaman belakang, dia mencium bau rokok yang cukup tajam.
Bara berjalan menuju sumber bau, yang letaknya ada dibelakang gudang tua yang sudah lama tidak terpakai. Sesampainya disana dia begitu terkejut mendapati 3 orang pemuda yang tidak hanya merokok tapi juga sedang mabuk lem. Meski lampu penerangan cukup redup Bara yakin bahwa 3 pemuda itu bukan siswa SMA Nusa Bangsa.
" Hee siapa kalian, cepet pulang jangan buat hal negatif sini " Teriak Bara.
Merasa terganggu dengan teriakan Bara, ketiga pemuda yang sedang mabuk lem itu begitu marah.
._._._.
Safina membantu sie konsumsi menata makanan ringan dan minuman, untuk seluruh anggota OSIS dan mas-mas sound system yang telah bekerja keras hari ini.
" Udah selesai. Fia aku mau ke sie lain dulu ya "
" Okee Saf, makasi banyak ya "
Safina menanggapinya dengan anggukan dan senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
KITA TERALIH
Novela JuvenilPernah nggak kalian ada di posisi layaknya pemeran utama cewek yang sering muncul pada novel remaja? Yap, Itulah yang terjadi pada Safina gadis biasa yang hidupnya berubah, setelah melewati rentetan macam peristiwa. Termasuk berada diantara dua kisa...
