17). ALIEN DIBALIK BINTANG JATUH

53 5 2
                                        

Kevin sengaja tiba di sekolah pukul 05.30 pagi untuk menyalin tugas MTK milik Shireen. Otaknya memang cukup encer dalam mapel itu namun pertandingan liga Inggris tadi malam jauh lebih seru dibandingkan harus bergumul dengan kertas-kertas tugas. Meski begitu dia tidak pernah remidi MTK, saat disuruh maju mengerjakan di papan tulis pun, Kevin selalu berhasil membuat teman kelasnya takjub karena kepandaiannya.

Selama beberapa saat Kevin berdiri di depan pintu kelas sambil menatap jam tangannya dan sesekali menatap sekeliling. Untung saja hari ini pak Darto memberikan sedikit kelonggaran pengumpulan tugas paling lambat pukul setengah 7. Sebelum Kevin masuk kelas setelah gembok pintu dibuka oleh pak Ateng, pandangannya teralihkan oleh seorang gadis yang tengah berjalan di samping lapangan basket sambil senyum-senyum sendiri memandangi ponselnya.

" Safina " panggil Kevin.

Yang dipanggil tidak menoleh karena masih tenggelam dengan aktivitasnya. Suasana hatinya pun tergambar jelas pada mimik wajahnya, bagaimana tidak berita positif tentang Bara yang mulai diperhitungkan sebagai salah satu pemain yang menjadi kunci kesuksesan timnas u-16 hingga lolos ke babak final. Semenjak ajang piala AFF bergulir Safina rajin membaca portal berita online, trending twitter dan postingan beberapa fanpage timnas di Instagram.

" Astaga nih anak kenapa mendadak bolot "

Kevin berjalan mendekati Safina, lalu dia berhenti saat jaraknya kurang lebih 1 meter dari gadis itu. Safina yang masih berjalan sambil menunduk tidak menyadari kehadiran Kevin hingga akhirnya kepalanya menubruk bahu Kevin.

" Aduh " keluh Safina sembari mengelus dahinya.

" Makannya kalau jalan itu jangan meleng! Lihat apaan sih ?"

Dengan sigap Safina memasukkan ponselnya ke dalam saku roknya sebelum Kevin berhasil merebutnya.

" Kepo banget "

Kevin memicingkan matanya. " Jangan-jangan lagi stalking gebetan ya? Siapa sih ? Curang banget awakmu gak cerita, padahal aku selalu cerita apapun. "

" Elehhh boong banget. Orang kamu gak cerita kalau kamu suka Nabila " Tersadar akan perkataannya barusan Safina mematung. Ditambah perubahan mimik muka Kevin yang tampak mengeraskan rahangnya membuat Safina menggigit bagian dalam mulutnya ingin rasanya dia segera kabur dari laki-laki itu.

" Kamu tahu darimana ? "

Safina melihat ke sekitar menghindari tatapan tajam Kevin seraya mencari jawaban yang tepat dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dilain sisi Leo yang baru saja datang berteriak memanggil Kevin untuk segera menyalin tugas MTK.

" Kamu masih hutang penjelasan sama aku " ujar Kevin lirih.

Lambaian tangan Kevin membuat Safina sontak menghela napas. " See yoo soon!!! "

Sore itu juga Kevin menemui Safina dirumahnya untuk meminta penjelasan. Langit mendung diluar tidak menjadi penghalang untuknya mengeluarkan motor dari garasi. Jarak rumah yang tidak terlalu jauh karena hanya beda beberapa blok membuat Kevin tiba dalam waktu 10 menit. Kevin melepas helm dan meletakkannya di jok motor lalu dia turun dan mengetuk pintu rumah Safina.

Kala pintu rumah terbuka Kevin menampilkan senyum semanis mungkin pada orang yang membukakan pintu. Safina menatap Kevin tanpa ekspresi, dia sudah menduga Kevin akan datang.

" Masuk! "

" Diluar aja ngadem "

Safina mengangguk. Setelah mereka duduk di kursi teras tanpa diminta Safina menceritakan kronologi bagaimana dirinya bisa tahu perasaan Kevin pada Nabila.

Kevin menyilangkan kedua tangannya di depan dada " Tapi Nabila nggak tau soal ini kan ? "

Safina menggeleng pelan " Kamu tenang aja, aku nggak akan cerita soal ini. Lagian aku nggak berhak buat ikut campur "

KITA TERALIH Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang