9). KONSPIRASI

64 10 5
                                        


Bara mencoba mengetik sebuah kata untuk memulai percakapan.

P ( Hapus )

Heh ( Hapus )

Hallo ( Hapus )

Woyyy ( Hapus )

Selama beberapa menit berjalan dia hanya mengetik 1 kata kemudian menghapusnya, ketik, hapus, ketik lagi, hapus lagi begitu seterusnya.

Entah kenapa disaat genting seperti ini, otak Bara tidak dapat berfungsi secara normal. Padahal dia hanya memerlukan kalimat yang tepat untuk meminta maaf.

Arrgghhhh... napa mendadak jadi geblekk gini sih. Kata Bara sambil menggebrak meja cukup keras.

Kevin yang dari tadi tidur di bangku samping langsung terbangun dengan mata melotot. Leo yang asyikk bermain game pun ikut terkejut dan langsung menoleh ke bangku belakang. " Wanjerrrrr, lapo kon Vin mendelik ngunu ? " ( ngapain kamu Vin melotot kayak gitu ? ).

" Aku kaget lek " Jawab Kevin sambil mengucek matanya.

" Delok en ilerrmu ilo! " ( lihaten kamu ngiler itulo ) ujar Bara berbohong.

Refleks Kevin mengangkat kepalanya dari meja, kemudian meraba pipi kanan dan kirinya.

HaHaHaHaHa. Leo dan Bara terpingkal.

" KAMPRETTT, SIALAANN ". Kevin yang kesal mengambil buku cetak di meja dan pura-pura akan dia pukulkan pada kedua temannya itu. Sialnya disaat yang sama, pak Darto guru matematika yang terkenal killer seantero sekolah masuk ke kelas.

Momen itu tentu tidak di sia-siakan oleh Bara dan Leo. " Pak Kevin mau mukul kita pak! " Adu keduanya.

" Enggak pak cuma bercanda kok "

" KEVIN " ucap Pak Darto dengan nada rendah yang terdengar mengerikan.

" Ampun pak, saya janji gak nackal lagi ".

Beruntung hari ini mood pak Darto sedang baik, sehingga Kevin bisa selamat dari amukannya.

Untuk beberapa saat Bara bisa kembali tertawa dan melupakan beban rasa bersalahnya.

._._._.

Seharian Safina hanya menghabiskan waktu di kamarnya untuk membaca novel dan nonton drama. Sebenarnya hari ini dia tetap ingin masuk sekolah, namun dilarang oleh orang tua dan kakaknya. Tujuannya tidak lain agar Safina bisa beristirahat dan memulihkan kondisinya.

Sampai saat ini Safina belum menceritakan kronologi kejadian yang membuat dirinya terluka, karena dia tidak ingin membuat orang rumah khawatir.

Drtttttt... drrrtttt....

Safina mengambil Hp yang seharian ini diacuhkannya.

Whatsapp!
2 pesan dari Kevin
4 pesan dari Nabila
3 pesan dari Bara Jelek

Safina mengeryitkan alis ketika mendapati pemberitahuan pesan terbaru. Setelah membalas pesan dari Kevin dan Nabila, kembali dia menggeletakkan Hpnya dikasur.

Disisi lain Bara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

" Safina online, tapi chatku gak di read " gumamnya dalam hati
" Bodo amat lah, mau dibales kek enggak kek. Yang penting udah minta maaf "
" Tapi cemen banget masa gini aja udah nyerah! "

Setelah puas berdebat dengan diri sendiri, akhirnya dia memutuskan untuk kembali mengirim pesan pada Safina.

Drttttt...Drtttrr ( 7x )

KITA TERALIH Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang