18). PELANGI DIUJUNG SENJA

31 4 0
                                        

Pagi ini Safina terpaksa naik bus ke sekolah sebab motornya harus ganti papan plat nomor karena sudah lewat masa berlaku. Letak SMA Nusa Bangsa masuk gang alhasil dia harus sedikit berjalan setelah turun dari bus.

" Morning "

Sontak Safina menoleh dan menghentikan langkahnya yang terseret, dilanjutkan dengan helaan napas sedetik kemudian.

" Mau bareng ? " Tawar Bara yang berada diatas motornya.

" Nggak usah. Nanti dilihat siswa baru imagemu turun lagi kan kamu anak KPK " Safina menekankan kata KPK.

Bara menyapukan pandangannya ke arah sekitar. " Masih sepi tuh. Tapi lupain deh! Aku barusan cuma basa-basi kok!"

Bara menstater motornya meninggalkan Safina yang masih diam membeku, sesekali dia melihat bayangan gadis itu melalui spionnya. Bara tampak tersenyum puas.

" Dasar zholim " gumamnya lirih.

Semenjak kedatangannya beberapa minggu yang lalu sifat menjengkelkan Bara rasanya semakin menjadi-jadi. Hidup Bara seolah tidak tenang jika belum membuat Safina kesal.

Setelah persiapan yang cukup panjang,  akhirnya hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Setidaknya Safina bisa bernafas lega karena Intensitas gangguan cowok aneh itu akan berkurang, mengingat peran yang harus dia mainkan saat ini .

Rangkaian kegiatan MOPDP yang berlangsung selama satu pekan kedepan, kurang lebih akan sama seperti tahun lalu, yang membedakan hanya perubahan nama kegiatan serta penutupan kegiatannya tidak digabungkan dengan PERSAMI. Selain itu tahun ini serangkaian kegiatan untuk siswa baru lebih banyak, selain MOPDP dan PERSAMI adapula pesantren kilat yang diselenggarakan oleh pengurus badan dakwah sekolah.

._._._.

Tepat setelah Safina dan Jodi selesai membacakan tugas untuk esok hari, para anggota KPK memasuki ruang kelas 101 yang ditempati oleh kelompok Saturnus. Sontak suasana kelas yang tadinya lumayan gaduh tiba-tiba berubah menjadi sunyi.

Sebenarnya ketegangan yang dialami siswa baru tidak hanya saat dikelas saja. Seperti halnya tadi pagi anggota KPK berjaga di depan gerbang masuk sekolah mulai pukul 06.30 sampai 5 menit sebelum upacara penyambutan siswa baru dimulai. Siswa baru yang datang mepet diharuskan mematikan motornya saat memasuki gerbang dan menuntunnya sampai parkiran.

" Berdiri kalian semua! " perintah Haris ketua KPK.

Saat semua siswa sudah berdiri, anggota KPK yang lain menghampiri dan mencek satu demi satu tugas yang harus dikumpulkan hari ini serta kerapihan seragam siswa.

Dari arah belakang kelas Monic membuka suara " Siapa yang tadi sewaktu materi tidur? Maju!! "

Semua siswa hanya terdiam tidak ada seorang pun yang berani mengakui.

" Oh jadi nggak ada yang mau maju? Kita cek CCTV sekarang! " ajak Monic pada teman-temannya.

Hanya selang beberapa detik berbondong-bondong siswa maupun siswi menyeret langkahnya ke depan kelas. Shania mendekatkan wajahnya ke telinga Septa sembari membisikkan sesuatu. Selanjutnya secara bergantian Septa dan Zara menunjuk beberapa siswa untuk maju ke depan kelas.

Hampir setengah dari jumlah siswa baru diruangan itu harus berdiri di depan kelas.

" Lihat teman-teman kalian yang ada di depan! Tidur di kelas, ngerjain tugas nggak bener, pakek seragam gak sesuai aturan, potongan rambut acak-acakkan, SOK EKSIS!!. " ujar Septa tegas.

" Baru sehari jadi anak SMA aja udah kayak gini, gimana nanti ? " sahut Zara.

Disudut kelas Safina dan Jodi kompak menghela napas, keduanya merasa prihatin sekaligus miris. Sejujurnya keduanya sedikit terkejut melihat akting rekan-rekannya yang begitu apik bak aktor antagonis papan atas.

KITA TERALIH Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang