Chapter 8 | Bingung

190 13 0
                                        

Budayakan vote dan comment terlebih dahulu sebelum membaca, selamat membaca, enjoyy guyss :)

"Chels, i-itu" jawab Stella sambil menunjuk ke arah yg ia liat tadi..

"Apa?" Tanya Chelsea sambil melihat ke arah yg di tunjuk oleh Stella

"Gaada apa apa tuh ell" jawab Chelsea

"Lah? Kemana coba kok cepet banget ngailangnya?" Tanya Stella

"Lah mana gw tau ell" jawb Chelsea sambil mendengus kesal

"T-tadi gw liat Bryan sama Khanya pegangan tangan gitu" jelas Stella

"Mungkin salah liat kali" jawab Chelsea

"Iya kali ya" ucap Stella sambil menggaruk belakang lehernya yg tidak gatal

"Yaudah yok masuk jan di luar teros" ajak Chelsea sambil menarik tangan Stella ke dalam Mall

Chelsea dan Stella menuju Gramedia seperti biasanya untuk melihat lihat Novel yg kebetulan di sukai oleh kedua gadis tersebut..

Sampai di Gramedia..

Stella dan Chelsea sedang mencari novel masing masing..

[ Chelsea POV ]

Brukk..







"EH, maaf maaf gasengaja.." ucap Gadis yg telah menabrak gw

"Iya" jawab gw sambil membersihkan baju yg sedikit kotor

Dan gw pun menatap orang yg telah menabrak gw..

Whatt?!




Itu Khanya !?

"Eh lo bukannya Khanya ya?" Tanya gw

"Iya" jawab Khanya

"Sama siapa ke sini?" Tanya gw berintrograsi siapa tau dia pergi dengan Bryan

"Sama Bryan" jawab Khanya enteng

"Lu sama Bryan ada hubungan apa?" Tanya gw lagi

"Gw sama Bryan pacaran" jawab Khanya

"Baru Jadian?" Tanya gw lagii

"Emgnya kenapa kok malah nanya nanya terus sih?" Tanya Khanya sewot

"Nanya doank" jawab gw enteng

Tiba tiba Stella datang..

[ Stella POV ]

gw yg sedang mencari buku dan mendengar suara Chelsea pun gw segera menghampiri dari mana berasal suara tersebut..

Ternyata..

Ada Khanya dan Chelsea sedang ngobrol..

Untuk apa mereka ngobrol?

"Hai" sapa gw

"Hai" sapa Khanya

"Stella yok kita bayar kan udh selesai kan?" Tanya Chelsea sambil menarik tangan gw menjauh dari tempat Khanya tadi..

"Kenapa Chel?" Tanya gw to the point

"Nanti aja gw jelasinnya" jawab Chelsea sambil membayar barangnya di kasir..

"Oh oke" jawab gw pelan

Keluar Gramedia..

[ Chelsea POV ]

Gw pun segera membayar buku yg gw beli dan juga Stella di kasir..

Keluar Gramedia..

Gw pun mengajak Stella untuk pergi ke tempat makan..

"Ell, ke tempat makan yuk,gw laper sekalian buat cerita yg tadi" ajak gw

"Oo, yaudah" jawab Stella

Sampai di tempat makan..

"Mbak nasi goreng satu sama ramennya satu ya mbak minumannya milkshake coklat 1 sama milkshake strawberry nya 1" pesan Stella.

"Oke mbak ditunggu" jawab mbaknya

"Jadi gini ell (menceritakan tadi ia dengan Khanya yg tidak sengaja bertemu).." ucap gw

"Oo begitu toh" jawab Stella mengerti

"Jadi lo ga cemburu?" Tanya gw

"Enggak, soalnya kan gw bukan siapa siapa dia" jawab Stella

"Kenapa lu ell? Putus asa?" Tanya gw lagi

"Ga" jawab Stella singkat

Gw pun ga menjawabnya alias mengacangi Stella :v

Tiba tiba makanannya datangg..

"Nih mbak makanannya silahkan menikmati" ucap Mbaknya sekalian menyajikan makannya..

[ Author POV ]

Mereka pun makan dengan lahap..

"Yuk pulang" ajak Chelsea

"Hmm" jawab Stella tidak napsu karena bertemu dengan Khanya

"Ohiya gw lupa bayar :v" ucap Chelsea

"Oo" jawab Stella datar

Chelsea pun segera bergegas menuju kasir dan ia melihat sesuatu..

Iii-tuu







Adalah..













Bryan dan Khanya yg sedang berpengangan tangan! :(








Chelsea mengabaikannya dan segera menghampiri Stella yg sedang menunggu Chelsea..


"Eh maap lama" ucap Chelsea dengan cengirannya

"Gapapa" jawab Stella datar

Chelsea dan Stella pun segera berjalan menuju parkiran ..

Di mobil ..

"Ell" ucap Chelsea

"Hmm" jawab Stella

"Tadi g-gw liat.." ucap Chelsea gugup

"Liat apa?" Tanya Stella datar

"Liat Bryan sama Khanya pengangan tangan ell.." ucap Chelsea sambil mengecilkan suaranya saat mengucapkan kata kata terakhir di kalimat itu

"Oo" jawab Stella

"Rasanya kayak di tusuk jarum :( sakit banget, apalagi sama orang yg kita sayang"

🍁🍁🍁

Skip sampe rumahhh Stella..

"Makasih" ucap Stella

"Iya" jawab Chelsea

Stella segera masuk kedalam rumahnya ..

"Ella pulang" ucap Stella lesu tidak seperti biasanya

Stella segera pergi ke kamarnya..

Stella menangis di dalam kamarnya..

Tes!

Cairan bening keluar dari pelupuk matanya, ia sangat sedih karena orang yg di cintainya telah berpacaran..

🍁🍁🍁

Okeh para readers maapkan chapter kali ini pendek dikarenakan author ga mood untuk menulis ceritanya :) heheee
See u next chapter👋 jangan lupa vote dan comment!

Fake LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang