Budayakan vote dan comment terlebih dahulu sebelum membaca :) hope u enjoy and happy reading!
"Hah? Gamungkin."
--Devano Bastian
****
Sampai di apartemen keluarganya, Devano langsung masuk ke dalam kamarnya dan bersih bersih.
Ia melepaskan sepatunya dan mencuci muka nya, tidak lupa sekalian ia mandi karena sudah sore.
Seusai melakukan bersih-bersih, ia pun mengambil ponselnya dan menjawab dm dari chelsea.
from Chelsea
Stella kangen sama lo
Dm dari Chelsea membuat seketika Devano terkejut, ia benar-benar tidak habis pikir. Apakah Chelsea sedang mengerjainya?
to Chelsea
Lelucon lu sama sekali ga lucu.
from Chelsea
Gw serius, tiang listrik
to Chelsea
Hah? Gamungkin.
Gamungkin banget kan, kalau Stella kangen sama Devano? Bukankah, dia sudah bersama Bryan sekarang? Ah ia terlalu pede menganggap Stella rindu dengannya.
Devano menunggu jawaban Chelsea dengan menonton youtube tentang game.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Chelsea menjawab pesan dari Devano.
Dan kalian tahu apa jawabannya?
from Chelsea
Lo segitu ga percaya sama gue? Miris banget gue, padahal udah jujur :"(
Bukan Devano tidak mempercayainya, tetapi ia sudah tidak mau lagi kepedean.
to Chelsea
Serah lo, gue gapeduli.
Setelah Devano menjawab pesan Chelsea, ia merasa bersalah karena tidak mempercayai Chelsea, tapi apa benar Stella merindukan Devano?
✨✨✨
Stella [Author POV]
Kini Stella sedang merenungkan sesuatu di teras kamarnya, ditemani segelas hot chocolate kesukaannya.
Apakah ia menyukai Devano? Ah mengapa pikiran gila itu muncul di pikiran nya.
Tiba-tiba ia mendengar suara ponsel nya yang berarti ada seseorang yang menelponnya, Stella masuk kedalam kamarnya dan langsung menjawab panggilan dari orang yg telah menelponnya.
Bryan💗 is calling...
Kenapa yan?
Gapapa, emang gaboleh aku telepon pacar aku sendiri?
Boleh kok, cuman tumben banget kamu telfon aku
Hehe, soalnya aku bosen sayang
Deg.
Hah? Tunggu-tunggu, apa yang Bryan biacarakan tadi? sayang? Stella tidak habis pikir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Love
Teen FictionTerkadang, memang kita seharusnya merelakan seseorang yang kita sayangi untuk pergi. Kita tidak boleh egois, Seharusnya aku tidak menaruh harapan lebih kepadanya. Cinta nya hanya ku anggap palsu. Kau tau mengapa? Karena semuanya terlihat saat ia men...
