Happy Birtday for me or you??

1.4K 31 6
                                        

Raja tersenyum sendiri memikirkan Ratu yang akan menginap dirumahnya ini, ia sedang melamun di balkon kamarnya. Selama pertemuan pertama mereka yang tak di duga, Raja sengaja menghindar dari Ratu namun ia masih saja tak sengaja bertemu dan Raja bersembunyi. Karna entah kenapa Ratu mempunya daya tarik sendiri, membuat Raja selalu tertarik untuk mendekat. Raja masih takut soal percintaan, ia trauma akan penghianatan.

"Kamu beda, kamu istimewa." Gumam Raja.

"Siapa??" Tanya orang disebelah balkonnya.

"Apa??" Raja mengintimidasi.

Ratu tersenyum dan berbalik. "Aduuhh si lemot pake muncul lagi, kenapa coba harus nanya sekenceng itu." Ratu memejamkan matanya.

"Rat... Ratu lo masih ada kan bukan arwah??" Raja tersenyum manis.

"Maaf." Kata Ratu dan langsung masuk kedalam kamar Anin.

Sedangkan di sebrang balkon, ada Raja yang tersenyum manis. Lucu, itulah yang ada dipikiran Raja.

Malam harinya seperti biasa mereka makan malam dengan penuh canda tawa. Lawakan dari sang ayah mewarnai acara makan malam, dan juga Clara yang sangat humble.

Mereka selesai makan malam, Ratu membantu bibi membereskan meja makan dan mencuci piring, meskipun Astrid sudah melarang, bukan Ratu namanya jika tidak keras kepala.

Setelah selesai Ratu hendak pergi ke kamar namun ada yang manariknya.

"Ehh Clara??" Ratu bertanya tanya.

Clara tak menjawab malah tersenyum, ia membawa Ratu ke gazebo.

"Hai Ratu, kita sekelas loh tapi belum kenal yaa." Clara mengulurkan tangannya pada Ratu.

"Iya yah Clara, kamu duduk dibangku sebelah mana??" Tanya Ratu dan membalas uluran tangan Clara.

"Hehe gue duduk paling pojok belakang si, jauh banget dari bangku lo. Gue tipe orang yang nggak suka nyari temen, temen yang ngedeketin, kalo dia bener2 mau temenan pasti nggak akan ngejauh. Karna sebenernya gue tuh sejak dulu, jangan berisik ya gue tuh selalu dapet nilai c kalo matematika dan fisika." Clara tersenyum canggung dan malu.

"Nilai bisa diperbaikin ko Clar, tergantung kita mau belajar dengan giat pasti tercapai, kalo loe mau gue bisa bantu dikit." Ratu tersenyum.

"Hehe boleh-boleh gue juga sering banget kena omel bunda karna ini, ya mau gimana lagi dasar aja otaknya gue nggak nyampe sii." Clara menggaruk tekuknya yang tak gatal.

"Kita belajar bareng mau?? Gue ada 2 temen, dia jago banget fisika dan satunya jago matematika, besok gue kenalin yaa." Ratu merangkul bahu Clara.

"Siiipp makasih Ratu." Clara membalas rangkulan Ratu dan tersenyum tambah lebar.

"Cieee Ratuu udah akrab aja sama adek ipar." Anin entah datang dari mana.

"Apaan siih kak Anin gajelas." Ratu berbalik pergi dan tersenyum tak jelas.

***

Pada malam harinya mereka semua sudah menyiapkan kejutan untuk Raja, Ini sudah jam 23.50 dan tinggal 10 menit lagi.

"Anin lucu deh, Ratu juga ulang tahun tapi nyiapin kejutan buat Raja." Anin terkekeh pelan.

"Hehe iya gapapa lah kak nggak pernah ada yang inget juga ultahnya Ratu." Ratu tersenyum paksa.

"Gapapa sayang sekarang ada kita kamu jangan sedih lagi yaa." Astrid memeluk Ratu.

"Iya bun, Ratu kangeeen banget sama pelukan mama. Bahkan mungkin mana gapernah peluk Ratu, dari kecil selalu si bibi yang suapin makan temenin tidur anter sekolah. Bahkan Ratu lupa kapan makan bareng sama mama papa. Mama selalu marah mama gapernah sayang Ratu. " Ratu berbicara panjang lebar menceritakan kisah hidupnya.

Raja dan RatuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang