Kebetulan or Direncanakan??

1.5K 37 0
                                        

Ratu masih marah dengan sepupu kecenya itu, ia sedang dalam mode merajuk. Jika sudah begitu maka jalan satu-satunya hanya dengan menyogoknya.

"Ratu yang cantik jelita, jangan marah lagi donk, Raffa minta maaf yaa." Raffa memberikan puppy eyesnya.

Ratu membuang mukanya ke tong sampah, ehh nggak deng cuman ke arah lain 😁

"Ratu imut deh." Raffa tidak mau menyerah terus saja menghadap Ratu.

Ratu kembali membuang muka ke lain arah, ia mogok ngomong, dan wajahnya masih cemberut.

"Kita ke Bali yuk akhir pekan ini." Raffa terus merayu, dan sepertinya trik Raffa kali ini berhasil.

Ratu reflek menoleh ke arah Raffa dengan tersenyum senang, namun detik berikutnya Ratu kembali membuang muka dan berdiri. "Nggak mempan!!!" Ratu melengos pergi meninggalkan Raffa.

"Rat..... Ratuuuu!!!" Teriak Raffa

Namun Ratu tetap pergi menaiki bus untuk pulang. Di dalam bus ia langsung kebagian tempat duduk, dan saat menoleh ia senang bukan main.

"Raja." Ratu tersenyum manis.

Raja menoleh sebentar tanpa ekspresi, hanyaaa datar kek lapangan basket. Sedangkan Ratu hanya merengut tak senang dengan sikap Raja, padahal sejak awal ia sangat kagum dan suka pada Raja, namun entah Ratu punya salah atau memang Raja yang seperti itu orangnya?? Entah

Seorang ibu hamil naik kedalam bus, Ratu yang melihat ibu tersebut berbicara kepada seorang bapak-bapak untuk gantian namun bapak tsb tak mau dan malah mendorong ibu itu karna kesal. Ratu yang tak suka langsung berdiri dan menolong ibu tsb.

"Ayo ibu di tempat duduk saya saja." Ratu memapah ibu tsb sampai duduk, lalu Ratu kembali ke tempat bapak itu.

"Anda tidak punya istri kah?? Atau anda juga tak punya ibu??" Tega yaaa, sampai hati mendorong orang hamil, apakah tak ada sedikit pun rasa kasihan melihat dia membawa perut besar??" Ratu berbicara panjang lebar.

"Apa urusannya sama kamu bocah ingusan, masih SMA saja omonganmu seperti itu, akan jadi seperti apa generasi penerus bangsa ini??" Bapa tersebut malah mengalihkan pembicaraan.

"Jangan mengalikan topik, dasar bapak botak jelek nggak bermoral nggak berpendidikan, otak udang, pokoknya bapak kayak badak bercula 5!!" Ratu kesal pada bapak-bapak itu.

Bapak itu berdiri dan hampir saja menampar Ratu bila saja Raja tak menahannya..

"Jangan pernah sentuh dia, bapak nggak malu berdebat dengan wanita sedangkan bapak sendiri ini laki-laki, apa perlu saya belikan rok untuk bapak pakai??" Raja membuat bapak itu tak bisa berkutik dan diam saja.

"Ayo Rat." Raja menarik tangan Ratu.

Orang-orang disekitar mulai berbisik tak mengenakan tentang si bapak tsb. Membuat bapak tsb sangat malu, bapak tersebut celingukan lalu berjalan kedepan dan turun dari bus.

"Duduk." Raja menyuruh Ratu duduk di sebelah ibu tsb. Ratu melirik ke arah Raja lalu ia menurut ketika yang ditatap malah pasang muka datar.

"Hai." Ibu hamil yang di bantu Ratu tersenyum.

"Hai." Ratu juga tesenyum.

"Siapa nama kamu??" Tanya nya..

"Ratu." Ratu mengulurkan tangannya.

"Anindiya panggil aja Anin." Anin tersenyum dan menjabat uluran tangan Ratu.

"Ternyata masih muda ya, Ratu panggil kak Anin aja ya."

"Iya terserah kamu, btw kamu cocok sama Raja, Raja dan Ratu." Anin menengok melihat ekspresi Raja.

"Kaaakkk." Tanpa menoleh Raja masih fokus menatap ke depan dengan tangan memegang pengangan di atas bus.

Raja dan RatuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang