6

3.7K 324 13
                                        

Change up
By
Xia_Taetae

Note
Setiap karakter, perilaku, serta ucapan tokoh dalam fanfiction ini tidak bermaksud memperburuk karakter tokoh. Fanfiction ini benar-benar dari hasil ide author, jika ada kesamaan maka mungkin sebuah kebetulan.

Warning!!!
Typo(s), BoyxBoy, Genderswitch

If you don't like this fanfiction, you shouldn't read this fanfiction.
If you like it, Happy Reading :)

———————
-CHANGE UP-
———————

"Aku bahkan tidak tau daerah sini"

Jun tersenyum melihat Jihoon yang takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Bentangan laut yang sangat luas. Oke, anggaplah bahwa Jun berbohong tentang pergi dekat area dorm saja. Tentu saja ini karena si mungil tidak ingin berjalan-jalan di daerah itu-itu saja. Alhasil, manager mengizinkan mereka pergi dan menginap di suatu tempat asal Jun harus berhati-hati atas statusnya sebagai idol.

"Seandainya aku bisa ke sini sepanjang waktu pasti menyenangkan, benarkan?"

"Tentu saja, mungkin kau akan mudah mendapat ide untuk lagu"

Jihoon mengangguk semangat.

"Ah, tidakkah member lain marah padamu karena mengajakku pergi?"

Jun tersenyum dan mengacak rambut Jihoon yang terbelai angin.

"Perutku sudah kena pukul tadi. Tapi mereka mengizinkan kita pergi karena tidak ingin kau sakit"

"Aku terkadang tidak percaya bahwa para member terlalu posesif"

"Mereka hanya khawatir padamu"

Jihoon berlari kecil menuju pinggir pantai yang dihiasi oleh pemandangan langit malam yang indah. Sungguh, Jihoon ingin waktu berhenti sekarang.

Jihoon segera mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa lirik dan Jun selalu tertawa karena itu.

"Kau tidak ingin mengabari member-deul? Kupikir mereka akan senang jika kau mengabarinya"

Jihoon mengerucutkan bibirnya, ia sebenarnya sudah tau kalau memberdeul pasti menunggu kabar darinya. Jun hanya mengelus surai rambut Jihoon dan melirik ponsel yeoja manis itu, menunggu member siapa yang akan dihubungi oleh sahabat se-line nya itu.

———————
-CHANGE UP-
———————

Di dorm kesebelasan seventeen menatap ponsel mereka masing-masing yang telah ditata melingkar. Kesebelasnya sama-sama gugup dan berharap dihubungi oleh satu-satunya yeoja di grup mereka.

Sudah pukul sebelas malam dan tidak ada tanda-tanda Jihoon akan menghubungi mereka hingga meja bergetar karena ada panggilan masuk.

Tentu saja kesepuluh member segera menekuk wajah ketika menyadari bahwa Wonwoo-lah yang mendapat panggilan dari yeoja mungil itu.

"Kau beruntung, Wonu-ya" ucap Seungcheol dan kemudian ia memilih untuk pergi ke kamarnya.

Sakit hati mungkin. Tapi sebenarnya lebih sakit hati Soonyoung. Ia sudah sangat bucin, namun justru hanya dia line 96 yang tidak dianggap apa-apa oleh Jihoon.

CHANGE UP! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang