18

135 17 0
                                    

Sudah 1 bulan lamanya Sana menjadi tutor, dan perlombaan menyisakan 2 hari saja.

Kali ini Sana akan menjadi tutor bagi seluruh peserta dari sekolahnya. Ini akan jadi masa terakhirnya jadi tutor.

"Jaehyun, aku mau kau sampaikan argumenmu tentang "Perombakan besar besaran susunan DPRD", aku beri 2 menit dari sekarang" ucap Sana

Saat itu juga Jaehyun mulai menyamaikan argumennya. Sana yang berdiri sambil menyandarkan dirinya pada tembok hanya mengangguk-anggukan kepala sambil menulis beberapa catatan.

"Baiklah. Sekarang, angkat tangan jika yang tau kesalahan Jaehyun"

5 detik berlalu masih belum ada yang mengangkat tangan.

Semuanya sibuk berdiskusi dengan teman lainnya dan memeriksa catatan mereka. Mencari tau apa yang Jaehyun lewatkan.

*tak.. tak.. tak...

Sana mengetuk papan tulis dengan pena nya.

"Inilah kelemahan kalian sampai saat ini. Terus terpaku pada catatan, tidak yakin akan argumen kalian sendiri, ragu untuk buka suara. Sebenarnya apa yang kalian takutkan? Jika kalian seperti ini pada hari perlombaan, kalian hanya akan mempermalukan diri sendiri"

Tak ada yang berani menatap netra tajam Sana.

"Apa pengorbananku untuk jadi tutor sia sia saja selama satu bulan ini? ANGKAT KEPALA KALIAN! APA YANG KALIAN LIHAT DIBAWAH?!"

Seketika semua menegakkan kepala takut.

"Hanya seorang pengecut yang menundukkan kepalanya. Tegakan kepala kalian, tajamkan pendengaran dan jalankan otak sialan kalian! Jatuhkan lawan kalian dan intimidadi mereka dengan kemampuan kalian. Dan catatan untukmu Jaehyun, jangan terus menatap pada catatan bodomu itu, kau terlihat idiot. Itu juga berlaku pada kalian semua. Kalian boleh bubar. " ucap Sana dan langsung meninggalkan ruangan.

'Wah...sikap kepemimpinan Sana memang tidak ada yang bisa menandinginya'
'Selama aku di ajar olehnya, aku sangat terbantu sekali. Beruntunglah Jaehyun yang tiap harinya diajar oleh Sana'
'Tapi cara mengajar Sana itu sangat keras. Terkadang setiap kata-katanya terdengar mengerikan'
'Iyaa aku setuju. Setiap kata yang keluar dari mulutnya sangat tajam dan tepat. Bayangkan kalau dia yang jadi kandidat utama lomba ini'
'Sudah pasti dia akan membawa semua piala'

Begitulah beberapa percakapan murid murid.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Hei.. "

Sana menoleh, "Mau apa kau?" tanya nya dingin.

Greb~

Tanpa aba-aba namja itu memeluk Sana dan menempatkan wajahnya di ceruk leher Sana yang sesekali menghirup wangi alami Sana.

"Sudah lama aku merindukan hal seperti ini"

"YoungK, kau tidak bisa seperti ini" ucap Sana sembari mencoba melepaskan dirinya dari dekapan YoungK.

YoungK menarik Sana agar duduk di depannya, membelakanginya.

Ia sekali lagi menghirup ceruk leher Sana, membuat Sana terkelitik geli.

Ia memeluk Sana dari belakang dan mulai membuka satu per satu kancing baju Sana.

Menurunkan kemeja sekolah Sana dan membanjiri punggung indah Sana dengan kecupan.

Sana menggigit bibirnya menahan rintihan.

ANGEL NATIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang