Part 5 - Jepang ( 1 )

87 5 0
                                        

      Arka melihat Dafina dari kasur. Dafina sedang memasukkan pakaian ke dalam lemari. Setelah selesai, Dafina menutup pintu lemari lagi. Dia berbalik badan, ia melihat Arka melihat dirinya.

      "Kak?!"

      Arka diam sambil memandang Dafina.

      "Kak Arka?!" Dafina mengguncang tubuh Arka.

      "I-iya ada apa?" Sahut Arka kaget.

      "Seharusnya aku yang bertanya. Kakak ada apa sih? Kaka ngeliat aku? Ada yang salah?" Tanya Dafina heran.

      "Gak," jawab Arka.

      "Terus kakak kenapa dari tadi ngeliatin saya terus?" Tanya Dafina duduk di samping posisi Arka.

      Arka bangun dari tidurnya dan duduk di samping istrinya.

      "Apa luka di kepala masih sakit?" Tanya Arka memegang kepala Dafina yang diperban.

      "Udah gak," jawab Dafina.

      "Kakak mau tanya sesuatu ke kamu. Boleh?" Tanya Arka.

      Dafina mengangguk.

      "Kamu betah di sekolah kamu yang sekarang atau gak? Kalau gak, kakak akan pindahkan kamu ke SMP lain," tanya Arka.

      "Saya betah di sekolah yang sekarang. Lagian kalau pindah, gak bisa. Karena tiga bulan lagi, akan lulus dari SMP." Jawab Dafina.

      "Apa kamu punya teman di sekolah?" Tanya Arka ke Dafina.

      "Kakak tuh ya. Jelas-jelas saya punya teman. Kakak kan tau. Ada Bella, Laras, Rara, dan Sofi," jawab Dafina ketawa kecil.

      "Kalau di kelas, punya teman?" Tanya Arka serius.

      Dafina berhenti ketawa.

      "Ada. Bella dan Laras," jawab Dafina.

      "Cuma Bella dan Laras? Gak ada yang lain?" Tanya Arka.

      "Kak Arka nanya kayak gini sebenarnya ada apa sih?" Tanya Dafina balik.

      "Jawab pertanyaan kakak!! Bukan nanya balik!" Perintah Arka menatap tajam Dafina.

      "Apa di kelas kamu, yang mau berteman dengan kamu cuma Bella dan Laras? Dan yang lainnya pada gakau berteman dengan kamu?" Tanya Arka lagi dengan tegas.

      Dafina diam.

      "JAWAB!!" Tegas Arka.

      "Maksud kakak apa?! Jelas-jelas mereka semua pada mau berteman dengan saya," jawab Dafina bohong.

      "Jujur!! Kamu gak pandai berbohong," kata Arka tidak percaya.

      "Saya jujur!" Jawab Dafina.

      "Kalau mereka mau berteman dengan kamu. Kenapa mereka malah melukai kamu yang menyebabkan kepala kamu berdarah? Kenapa yang lain tidak membela kamu, saat kamu terluka? Malah yang bawa kamu ke UKS itu cuma Bella dan Laras?!" Tanya Arka berdiri dari tempat duduknya.

      Dafina diam.

      "Jawab Dafina Destari Hardikusuma!!" Perintah Arka.

      "Iya," jawab Dafina menundukkan kepalanya.

      "Iya apa?" Tegas Arka.

      "Iya. Sebenarnya di kelas yang mau berteman dengan saya itu cuma Bella dan Laras. Sedangkan yang lainnya, gak mau berteman. Dan saya di bully di kelas," jawab Dafina jujur. Sedikit penekanan saat kata 'bully'. Dafina menundukkan kepalanya.

MINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang