2

2.4K 302 104
                                    


"Bagaimana bisa mereka mengambil kesempatan disaat seperti ini untuk berciuman." aku merutuki dua orang yang tadi kami lewati saat mendaki, mereka berciuman seperti ingin memakan satu sama lain dan tidak memperdulikan beberapa pendaki yang meneriaki mereka berdua, jika mereka sedang bergairah seharusnya mereka tidak pergi mendaki , mereka seharusnya pergi ke hotel.

Minho hanya diam dan terus berjalan, dia seperti tidak tertarik dengan pembicaraan tentang seputar hal yang intim. Minho membicarakan segala hal padaku , namun dia tidak pernah membicarakan hubungan 'intimnya' dengan Jihyun atau yeoja yang pernah dikencani olehnya. Aku tidak tahu apakah ia termasuk pria yang 'hebat' dalam hal itu karena dia terlalu tertutup.

"Kau sebagai seorang pria, apakah berciuman seperti itu juga." Aku bertanya dengan sangat penasaran.

"Aku tidak tertarik melakukan ciuman penuh liur seperti itu, ciuman formal adalah yang paling luar biasa." Setelah diam lama dan terlihat tidak senang ia akhirnya menjawab dengan suara tenang seperti dirinya biasanya menjawab pertanyaan menyebalkan dariku.

"Jangan bilang kau tidak pernah-"

"Aku dan Jihyun sering berciuman , kami berciuman normal dengan saling menempel bibir dan aku rasa kami sudah cukup bahagia dengan itu."

Aku terdiam beberapa saat mencoba mencerna ucapannya.

"Jadi kau tidak pernah menggunakan lidah atau memakan bibir pacarmu?" Aku bertanya dengan bodoh.

"Itu menjijikan." jawabnya dengan suara yang sedikit pelan. Dia terlalu jujur hingga aku sedikit tersentak mendengar ucapannya, dia mungkin belum pernah merasakan gairah yang besar seperti namja dinovel-novel yang pernah kubaca itulah mengapa ia masih asing dengan ciuman model itu.

"Semoga aku tidak menemukan suami yang tidak romantis sepertimu, untung saja Jihyun bisa memaklumimu" ucapku sambil berjalan didepannya dan menoleh kearahnya yang kini menatapku dengan satu alis terangkat.

"Jadi kau menggambarkan romantis dari cara pria menyentuh tubuhmu?" ucap Minho bertanya, dia memang sedikit kurang menyenangkan jika dia mulai kesal walaupun dia tidak menunjukannya.

Aku sedikit mengangguk tanpa sadar , walaupun aku tidak sepenuhnya setuju dengan ucapan yang ia keluarkan.

"Kau bisa tahu betapa ia memuja dirimu dari caranya memperlakukanmu, termasuk dalam hubungan intim. Wanita suka namja yang sedikit ganas saat berciuman ataupun saat melakukan hubungan intim dengan prianya, kau sebentar lagi akan menikah dan kau harus memikirkan ucapanku. Urusan ranjang adalah hal yang lumayan penting dalam keberlangsungan sebuah hubungan." ucapku.

"Itulah mengapa kau belum menemukan kekasih hingga kini." ucapnya pelan namun aku masih mendengarnya.

Aku menoleh dengan wajah kesal dan aku mulai marah, aku sudah mengatakan bahwa tempramen ku buruk dan dia memang menyebalkan.

"Maksudmu?"

"Kau terlalu tenggelam dalam dunia hayalmu yang kau ciptakan dari novel-novel yang kau baca hingga kau tidak sadar bahwa kau membuat dirimu menjadi kesusahan didunia nyata karena kau terlalu mencari namja seperti yang ada dinovelmu." Ya dia bicara dengan nada yang santai tanpa ada emosi disuaranya dan itu malah membuatnya tambah menyebalkan.

"Aku bicara sesuai dengan fakta! tunggu sampai kau merasakan rasa gairah yang tidak bisa kau tahan dan kau akan menjadi namja yang ku katakan, mungkin kau akan lebih parah." ucapku kesal dan marah-marah.

"Mengapa kau jadi kesal?" Ia bertanya dengan nada polos yang sangat kubenci.

"Aku memberikan nasihat padamu dan kau malah menghinaku dengan mengatakan bahwa itu alasan aku tidak memiliki kekasih. Aku akan mendaki sendiri dan aku tidak mau bergabung dengan namja menyebalkan sepertimu." ucapku lalu berlari meninggalkan dirinya yang diam terpaku dibawah sana melihat punggungku yang semakin menghilang. Dia tidak mengejarku sama sekali dan aku menyesal sudah mengatakan bahwa aku tidak akan bergabung mendaki dengannya karena aku hanya membawa sedikit makanan dan minuman yang tadi aku ambil dari tas miliknya sebelum kami mulai mendaki dari pos pemberhentian.

PerfectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang