"Hyesung...," seru Jihoon terkejut. Pasalnya gadis yang baru ia kencani lagi ini tumben sekali datang ke dorm Seventeen tanpa memberitahunya terlebih dahulu. "Kau memberikan kejutan padaku?"
Hyesung mengerjap-erjapkan matanya lucu. Ia kemudian tersadar. Gadis itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat sembari melambaikan kedua tangannya. Hyesung menyebabkan kesalahpahaman dengan datang kesana. Pikirannya terlalu penuh hingga ia lupa bahwa Jihoon juga sedang berada di asrama Seventeen, padahal dirinya ingin bertemu dengan Chan.
"Ehm, aku kemari karena ada janji dengan Chan, oppa," jawab Hyesung sambil meringis. "Maaf sudah menghancurkan bayanganmu."
"Jadi kau menolak ajakanku untuk kencan di akhir minggu demi bertemu dengan Chan?"
Hyesung meraih sebelah tangan Jihoon dan mengelusnya pelan. Ia merasa bersalah melihat raut wajah kecewa pria itu. Walaupun ia belum bisa membuka hati sepenuhnya pada Jihoon seperti dulu, ada satu hal yang tidak pernah bisa ia ubah. Hyesung akan menyalahkan dirinya sendiri jika Jihoon cemberut di hadapannya seperti ini.
"Maafkan aku," ucap Hyesung pelan. "Ada beberapa urusan yang sudah aku dan Chan rencanakan dari jauh-jauh hari."
Jihoon sebisa mungkin menunjukkan senyum pengertiannya. Namun ia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya akan selalu merasa cemburu melihat kedekatan Hyesung dengan pria manapun, termasuk member Seventeen sekalipun.
"Baiklah, aku mengerti," balas Jihoon.
"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Chan yang tiba-tiba muncul dari balik punggung Jihoon.
Jihoon menoleh. Ia melemparkan tatapan tajam pada dongsaeng-nya itu. "Ya, sangat mengganggu."
"Aku tidak peduli," jawab Chan makin membuat panas suasana. Ia berdiri di sisi Hyesung. "Aku dan Hyesung Noona sudah punya janji terlebih dahulu. Kau kalah dariku, hyung."
"Chan," panggil Hyesung berusaha mengingatkan pria itu agar tidak memperburuk suasana hati Jihoon. Hyesung kembali beralih menatap Jihoon. "Aku akan menelepon Oppa jika sudah ada waktu luang. Kami berangkat ya!"
Hyesung memberikan senyuman manisnya pada Jihoon. Ia kemudian menarik ujung lengan baju Chan, menyuruhnya agar segera pergi sebelum Jihoon semakin kesal.
---
"Okay juga, kan?" tanya Hyesung meminta pendapat Chan. Pria itu mengangguk kecil. Dirinya terlalu sibuk untuk menjawab pertanyaan Hyesung karena matanya fokus memandangi seluruh sisi rumah yang saat ini sedang ia kunjungi.
Saat ini Hyesung dan Chan sedang berada di distrik Hannam untuk melihat-lihat rumah. Pada awalnya Chan meminta bantuan Hyesung untuk mencarikan referensi rumah sebagai hadiahnya nanti untuk Nara. Pria itu merasa sepertinya mereka harus mencari tempat tinggal yang lebih luas dan nyaman dibandingkan apartemen Nara. Apalagi Bora masih tinggal disana. Karena tidak mungkin mengusir Bora dari tempat tinggalnya sendiri, Chan memutuskan untuk mencari rumah tempat mereka tinggal nantinya.
Chan bahkan memiliki list kualifikasi untuk tipe rumah yang ingin ia tinggali bersama Nara dan anak-anaknya nanti. Cukup susah juga mencari tempat tinggal yang menapak tanah, bukan apartemen, di tengah kota seperti sekarang. Apalagi Chan meminta agar tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari tempat mengajar Nara di distrik Gangnam. Pria itu mengetahui bahwa Nara sangat mencintai pekerjaannya, akan sangat susah untuk memintanya resign dari pekerjaan.
Beruntunglah Hyesung memiliki kenalan yang merupakan distributor perumahan. Koneksi gadis itu tidak bisa dianggap remeh. Dengan bantuan kenalannya, yang pada awalnya merupakan pasien yang berhasil ia selamatkan, Hyesung dapat dengan mudah menemukan rumah yang sesuai dengan keinginan Chan. Bahkan jika Chan tidak menginginkan rumah itu, Hyesung akan bersedia membayar dan membeli untuk dirinya sendiri. Sayangnya, Hyesung masih memikirkan keefektifan tinggal di dekat rumah sakit tempatnya bekerja untuk saat ini. Lagipula apartemennya sudah lebih dari cukup bahkan jika ia berkeluarga nantinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[SVT FF Series] Unpredictable Unconditional Love
Любовные романы[COMPLETE][SVT FF Series] --- Melanjutkan karir atau membangun keluarga? Jika Chan diberikan pertanyaan itu, tanpa pikir panjang ia akan memilih jawaban pertama. Pikiran idealisnya memang begitu. Namun keadaan tidak bisa berkompromi. Di usianya yan...