Dengan mata yang masih bengkak karena menangis semalaman, Visya tetap ingin kesekolah. Bagi Visya, laki-laki yang sudah menghancurkan hatinya tidak berhak untuk menghancurkan semua hari-harinya.
“Mah Visya berangkat sekolah dulu yah. Visya sarapan disekolah aja.”
Visya pun berlalu tanpa mempedulikan apa yang dikatakan mamahnya. Visya tau kalau mamahnya hanya ngomel karena Visya tidak sarapan baru berangkat sekolah.
Karena hubungannya telah berakhir dengan Alif, Visya menghapus semua fotonya dengan Alif di semua sosial media nya. Dan di story nya Visya mengungkapkan semua apa yang dia rasakan. Bahkan Visya memperlihatkan matanya yang bengkak diakun miliknya. Dan itu sukses mencuri perhatian sepupunya yang sekarang sudah berubah. Rani sepupu Visya langsung mengirimkan pesan kepada Visya..
“Buat apa nangisin cowo yang udah jahat sama kamu. Masih banyak kok cowo diluar sana yang bisa nerima kamu apa adanya. Tugas kamu hanya memperbaiki diri. Suatu saat akan ada pria yang mencintai kamu tapi tidak dengan pacaran. Dia akan kerumah mu dan langsung menjabat tangan ayah kamu. Kita sebagai perempuaan tidak pantas memberikan hati kita kepada pria yang hanya sekedar singgah.”
Nasehat dari sepupunya membuat Visya tersetuh. Mungkin Visya memang harus lupain Alif dan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.
Visya berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak pacaran lagi. Visya harus berubah. Dalam lamunan nya Visya baru ingat kalau pesan dari sepupunya itu belum sempat dia balas.
“Iya kak. Visya harus bisa lupain laki-laki brengsek itu. Visya harus berubah. Dia ngga berhak merusak semua impian Visya. Makasih yah kak atas nasehatnya. Do’a kan Visya, semoga Visya bisa seperti kamu. Yang ngga pacaran lagi.”
“Iya sama-sama. Kamu harus bisa. Kamu harus bangkit.”
Dan akhirya Visya hijrah dari cinta yang salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENGIKHLASKAN
Fiksi RemajaAda kalanya mencintai tidak dengan menghalalkan segala cara, dan ada masa rindu tidak butuh temu.
