70.Hari-Hari Patah

106 22 0
                                        

Jauh sebelum ini, kita adalah sepasang sayap yang terbang bersama melawan deras nya udara.
Namun akhir akhir ini, segala nya berubah. Aku takut kamu mengenali perasaan perasaan baru, sedangkan aku masih mengurung diri dalam sebuah hubungan yang semakin lama semakin melelahkan.

Kamu yang mengaku cinta, saat ini adalah penyebab luka.
Sebelum luka ini kau buat utuh, aku membangun kuat dinding pertahanan ku sendiri.
Aku mengumpulkan keberanian untuk bicara pada mu, namun dibalik keberanian itu ada hati yang kubiarkan patah dan basah, ada rindu yang ku abaikan saat mengadu.

Suatu hari, bila kamu memang merasa jenuh, itu bukan karena ku.
Karena kamu sendiri lah penyebab jenuh tersebut, ini bukan tentang siapa yang salah, bukan juga mencari siapa yang salah, tetapi tentang hati yang siap patah dan mengalah.

Jangan menyesal bila akhirnya kita berbeda jalan, bukan kah menyesal adalah kegiatan yang sangat membuang-buang waktu?
ah sudahlah. Biar saja semua berjalan sebagaimana mesti nya. Segala yang tumbuh di hatiku sudah ku bakar dengan marah yang ada di pikiran ku.
Bukan aku membenci mu, aku hanya benci kenapa aku bisa membiarkan hati ku jatuh terlalu dalam kepada mu.

Aku benci dengan hal yang membuat ku lupa untuk mencintai diri sendiri. Termasuk jatuh cinta kepada mu, ya! hal itu membuat ku lupa untuk mengasihani diri ku sendiri.
Aku bahkan malu ketika ingat bahwa aku cinta, tetapi kamu tidak peduli rasa, dan aku tetap saja melakukan nya.

Sebelum aku benar benar mati rasa, ada baik nya pikiran tentang mu yang ku bunuh perlahan. Meski aku tahu, membunuhmu sama saja menghancurkan setengah dari isi hati ku.

#savedelapan.

Coretan Rasa [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang