Apa kamu ingat sebuah tempat yang sering kita kunjungi dulu? Saat dimana kita masih mengikat hubungan sebelum akhirnya kita terpisah dengan jalan yang berbeda...
Aku masih sering datang ketempat ini. Menghitung setiap detik yang terlewat.
Suatu waktu, kita pernah berada di bawah senja yang sama, kita mengucap berbagai janji saat bahagia sampai seketika kita pula yang merusak janji tersebut. Lebih tepat nya mengingkari apa yang sudah disetujui. Aku tahu itu sebuah kejahatan. Bahkan memikirkan nya saja aku merasa rapuh. Namun bagaimana? Jika kita menjalin hubungan dengan perasaan yang sudah terbilang tidak sama seperti awal perjumpaan, Perasaan yang berkurang kemudian habis termakan waktu.
Aku masih sering ketempat ini, tempat dimana kita saling membahagiakan.
Kita pernah sama sama mengagumi warna merah marun yang diciptakan oleh senja.
Tidak ada yang ku sesali dari apa yang terjadi, setidaknya aku bisa mengenalmu, menghadirkan cinta walau sesaat. Tidak masalah. Karena semua adalah takdir. Jika takdir kita hanya untuk saling memberi pelajaran, lantas apa yang perlu di sesali?
Bahkan aku berpikir untuk bersyukur, karena bagaimanapun juga aku tahu jelas bahwa semua yang terjadi ada sebab nya. Tidak sekarang kita mengetahuinya, tetapi nanti, saat kita menemukan yang lebih baik dari hal yang kita tangisi sebelum nya.
Seperti sekarang, aku sudah bertemu dengan yang lebih baik dari mu, dan aku harap kamu pun sama.
Kamu berhak bahagia. Begitu pun dengan ku. Kita masih bisa bahagia meski tidak saling membahagiakan. Itu lebih baik daripada memaksa tetap bersama dalam segala luka.
~Selamat Tinggal~
KAMU SEDANG MEMBACA
Coretan Rasa [Completed]
Fiksi RemajaHanya kumpulan coretan yang tergores rasa.
![Coretan Rasa [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/172353442-64-k959596.jpg)