"Rel, lo liatin apaan?" tanya Sheila yang ternyata sudah agak jauh dari Erel.
"Eh, engga" ucapnya gelagapan dan setelahnya memilih menyusul Sheila.
"Masa iya sih, gue sama tuh cowo kampret satu sekolah?" -batin nya.
🍁
Dua gadis itu kini sedang melahap makanan mereka. Sesekali berbincang pada beberapa argumen.
Sampai ada seorang cowok yang menghampiri mereka. Entah siapa dia, Erel baru melihatnya. Tapi sepertinya, sahabatnya ini mengenalnya.
"Maaf ganggu. Lo Erel anak baru dikelas IPS kan?" tanya cowok itu, Erel hanya mengangguk.
"Dipanggil buat keruang kesiswaan" kata cowok itu, selepasnya ia pergi. Erel bertanya dalam hati, dia telah berbuat kesalahan apa sampai harus dipanggil kesiswaan dihari pertama ia sekolah.
"Paling juga tentang eskul Rel. Lo gak usah mikir lo dapet kasus dihari pertama lo sekolah deh" seperti tau ke-terdiamannya. Sheila menyeletuk.
"Setiap siswa disini itu, diwajib-in buat milih salah satu eskul yang ada" Sambung gadis itu, Erel mengangguk paham.
"Lo abisin makanan lo dulu. Baru pergi" Saran Sheila dan lagi ia mengangguk.
🍁
Sekarang Erel sudah ada dirumah nya. Tapi entah kenapa rumahnya sedari tadi sangat lah sunyi seperti tak ada kehidupan.
"Bun.. Bundaa!" Erel memekik tapi tetap saja tak ada sahutan.
Tak sengaja matanya menangkap kertas note yang ada di atas meja makan.
Erel, bunda gak ada dirumah soalnya lagi ada acara sama bu Windi. Ada uang diatas kulkas buat beli lauk kamu makan. Bunda gak sempet masak tadi. Maaf ya anak bunda yang cantik.
Bunda:)
Begitulah kata kata yang ada dikertas note yang Erel baca.
Bunda nya ini benar-benar. Dengan terpaksa Erel keluar rumah selepas berganti pakaian untuk membeli lauk. Karna ia sangat lapar sekarang. Beruntung ia ingat kalau didepan kompleknya ada pedagang nasi goreng disana.
Dengan menggunakan kardigan hitam. Setelahnya gadis itu mengunci rumahnya dan menaiki motornya yang dia beri nama Violet. Karna warnanya ungu. Terlalu cantik memang nama itu hanya untuk sekedar motor.
5.12 sore saat ini. Senja hampir tiba. Dan tempat tujuan Erel untuk membeli makanan matang, sedang tutup sekarang. Mau tak mau ia ke supermarket untuk membeli bahan mentah memasak.
Telur, Mie instan, Bon chili, Bakso, Sawi, Kornet, Sosis sudah ada dikeranjang belanjaannya.
"Ada tambahan lagi kak?" tanya mba kasir, Erel hanya menggeleng lalu membayar belanjaannya.
Selesai dengan urusan belanja. Erel keluar supermarket dan tak sengaja matanya bertemu dengan bola mata seseorang.
Erel kenal mata ini.
Gerakan mereka seakan tersemu. Erel pun sama sekali tak berkedip, terus menatap cowok dihadapannya. Mata mereka saling tertaut. Hingga tatapannya berubah tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Imagination
Teen FictionKau bumi, aku matahari Jika ku dekati, maka kau akan hancur karena ku Maka dari itu, lebih baik seperti sebelumnya Sebelum kita tak saling mengenal saja Kita yang tak ada hubungan Mungkin lebih baik kesemula Tapi apakah bisa? 〜〜〜〜 NOTE: CHAPTER BEBA...
