Bab 40 : Freedom

271 16 0
                                        

Namjoon berjalan mondar mandir di depan sofa ruang tamu, Jungkook duduk di sana melihat Namjoon yang mondar-mandir semenjak sepuluh menit yang lalu seperti setrika. Jungkook ingin menegurnya, tapi dia tidak bisa dia tahu Namjoon khawatir dengan Chaerim. Sudah satu hari Chaerim di sekap oleh Yoongi, Jungkook yakin sekarang mereka sedang melakukan pernikahan mereka, Jungkook sengaja berbohong pada Yoongi untuk tidak datang. Yoongi hanya tahu jika Jungkook cemburu dan tidak ingin melihat Yoongi yang menikah dengan Chaerim.

"Hyung! Aku---" Seru Jungkook. Namjoon langusng menoleh ke arahnya.

"Apa? Sekarang kita pergi?"

Jungkook mengeleng. "Sebaiknya kau duduk dulu, nanti tenagamu keburu menghilang sebelum memberi pelajaran pada Yoongi. Kau tahu Yoongi cukup kuat,"

Namjoon menghela nafas lalu duduk di sofa. "Aku khawatir Jungkook! Dia keluargaku satu satunya di sini. Aku tidak bisa kehilangan dia lagi, aku tidak mau melihat dia menangis lagi, cukup penderitan yang dia rasakan. Masa depannya harusnya tidak seperti ini, aku tidak suka melihatnya."

"Aku tahu! Aku mengerti! Tapi jika kita pergi ke sana sekarang Yoongi akan curiga."

"Curiga apa?"

"Curiga jika kau punya hubungan spesial dengan Chaerim,"

"Kenapa? Aku akan mengatakan jika aku adalah kakaknya!"

"Apa? Kau gila? Kau bisa di bunuh oleh Yoongi! Percuma dia menikah dengan Chaerim jika dia tahu Kim Dae Choi punya seorang anak laki laki. Dia pasti akan membunuhmu agar mendapat pasukan ayahmu itu. Jangan gegabah, Hyung!" saran Jungkook. Namjoon hanya berdecak, dia sudah kesal. Dia hanya ingin Chaerim kembali dan tidak merasakan penderitaan seperti itu lagi.

"Biarlah aku mati jika Chaerim bisa bebas dari mereka aku rela!" lirih Namjoon pasrah.

Jungkook mengeleng. "Kau pikir jika kau mati Chaerim bisa bebas seperti yang kau bayangkan. Cih, aku yakin nasib Chaerim lebih buruk jika kau mati. Bukan sekedar di campakan dan di buang aku yakin Chaerim akan menjadi budak Yoongi seumur hidup!"

"Tidak! Tidak akan!" pekik Namjoon.

"Aku tahu itu, Hyung! Chaerim akan bebas jika mereka mati! Bukan kau yang mati,"

"Kita akan menyerangnya bukan? Mengunakan tangan kosong?" tanya Namjoon.

"Tidak! Kita akan serang pakai pistol,"

Namjoon mengeleng. "Tidak bisa Jungkook, pistol kepolisian tidak bisa aku gunakan sebarangan waktu. Lagi pula larangan mengunakan pistol di luar kegiatan pekerjaan ada di peraturan! Aku tidak bisa mengunakan pistolku,"

Jungkook merogoh jaket hitam yang dia pakai. Lalu sebuah pistol keluar di sana. Lalu dia letakan di meja. "Ini milikku, yang lain masih akan aku ambil untuk berjaga jaga. Apa ini cukup?"

Namjoon mengambil pistol itu. Lalu menatap Jungkook. "Baiklah! Kita akan serang mereka,"

♣️♠️♦️♥️

"Hiks! Dasar kejam! Bisa bisanya dia menodongkan pistolnya tadi! Apa dia tidak memikirkan perasaanku ini! Ya tuhan! Sadarkan lah Yoongi! Setidaknya biarkan Yoongi menghargai perasaanku ini!" Chaerim menyeka air matanya. Dia menatap dirinya di depan kaca besar di lemari. Baju pernikahan masih melekat di tubuhnya, serta make up yang luntur karena air matanya.

Dia tidak mengira akan merasakan hal seperti ini dalam hidupnya. Apa yang dia lakukan sehingga merasakan hal seperti ini? Apa salahnya? Apa keburukan pada dirinya? Apa kesehariannya yang selama ini selalu di buly oleh teman temannya hanya awal dari kehidupannya yang sulit?

FAKE LOVE (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang