kevan cemburu?

2.9K 181 0
                                    

Setelah kejadian Joana melabraknya tempo hari, Kanaya masih melancarkan aksi marahnya ke Kevan.

Kanaya menghempaskan tasnya ke meja, lalu melengos pergi keluar kelas. Tujuannya saat ini adalah kantin, membeli sekotak susu pisang agaknya dapat mengurangi stresnya.

Kevan yang melihat aksi bar-bar Kanaya hanya menghela napas, dia bahkan tidak melakukan apa-apa kenapa Kanaya marah.

Dia bangkit untuk menyusul Kanaya ke kantin, mungkin meminta maaf? Walau dia merasa tidak salah sama sekali.

Kanaya duduk sendirian dikantin sambil menikmati sekotak susu dan sandwich, dia menoleh kaget saat ada seseorang yang tiba-tiba duduk di depannya.

Kanaya mengerutkan alisnya, dia menatap heran seseorang yang sedang duduk di depannya itu.

"Kenapa? Gue kebangetan ganteng ya, sampe lo melongo gitu."

"Garen? Lo ngapain?" Kanaya bertanya heran, pasalnya mereka ini tidak akrab bahkan dia tidak pernah bertukar sapa dengannya.

"Gue lagi makan, lo nggak liat?" Garen menjawab cuek.

"Ck! Maksud gue ngapain duduk di sini? Kan masih banyak bangku kosong."

"Bangku ini punya lo?" Garen mengangkat sebelah alisnya.

"Eh, bu—bukan, sih." Kanaya menggaruk tengkuknya canggung.

"Yaudah." Garen kembali memakan makanannya cuek, mereka tidak berbicara kembali karena keadaan yang makin canggung.

***

Kevan yang baru memasuki area kantin tiba-tiba mematung, matanya memicing melihat Garen yang tengah mengobrol dan sarapan bareng dengan Kanaya.

Sejak kapan Kanaya dan Garen akrab? Mereka bahkan tidak pernah kelihatan bertukar sapa, tapi kenapa sekarang kelihatan mereka sudah akrab.

Kevan mengepalkan tangannya, dia yang sudah berniat menghampiri Kanaya memutar badan kembali ke kelas.

Apa Garen sedang menjalankan aksi pedekate dengan Kanaya, memikirkan itu saja sudah membuat Kevan ingin menonjok seseorang.

Moodnya benar-benar buruk, apalagi berkaitan dengan Kanaya.

***

"Gue lebih rela kalau Kanaya jomblo seumur hidup, daripada mikirin dia sama cowo lain. Egois? Itu udah jadi nama depan gue btw."

-Kevan Narayan-

MANTAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang