SC | 4. Bertemu Kembali✅

18.9K 969 26
                                        

Happy Reading!

~~~

Erlang melangkahkan kakinya menuju bandara, dimana jet pribadinya berada. Wajah sempurna serta tubuh bak binaragawan yang dimiliki Erlang membuat beberapa pramugari tersenyum menggoda kearahnya namun, Erlang sama sekali tak memperdulikannya. Alenna, wanita cantik itulah yang berada didalam hatinya hingga dirinya tak mampu untuk berpindah hati pada wanita lain. Alenna mengunci hatinya hingga tak ada satupun wanita yang bisa membuka hatinya.

"Iya, ayang beb udah makan" Erlang menghembuskan nafas kesal kala suara alay Aldy masuk begitu saja kedalam pendengarannya.

Aldy, pria itu dengan entengnya melakukan panggilan video dengan sang istri yang tampak begitu girang karena Aldy beberapa kali melontarkan gombalan receh pada sang istri.

"Kok belum makan sih, yang? Kasian dede bayinya loh" ucap Aldy. Erlang mengalihkan pandangannya yang sebelunya menatap Aldy dengan tatapan jijik. Erlang merasa tersindir karena, ia melewatkan perkembangan jabang bayi yang dikandung oleh Alenna.

Mata Erlang rasanya mulai memanas, dia merasa iri pada Aldy yang bisa mengingatkan istrinya untuk makan, meminum vitamin dan meminum susu ibu hamil.

"Woy!" Aldy menepuk bahu Erlang, membuat pria itu terlonjak kaget.

"Astaga. Apaan sih Dy!"

"Lo ngelamunin apa? Hati hati takut kerasukan Valak lo" goda Aldy membuat Erlang mendengus kesal.

"Gak masuk akal!" Sinis Erlang kemudian melajukan langkah kakinya meninggalkan Aldy yang terkekeh atas tingkah Erlang.

"Tungguin gue!" Aldy berlari mengejar Erlang yang berada cukup jauh darinya.

Erlang memasuki jet pribadinya itu kemudian mendudukkan dirinya pada sofa yang cukup luas.

"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Tanya seorang pramugari menujukkan wajah nakal berusaha menggoda Erlang.

"Lo Dy, gimana?"

"Gak ah. Belum mau apa apa gue" jawab Aldy tak acuh, matanya sibuk mempelajari berkas berkas yang baru saja diberikan oleh Erlang.

Dengan senyum menggoda, sang pramugari menundukkan kepalanya sebelum meninggalkan Erlang dan Aldy.

"Tuh, pramugari suka kali sama lo" ucap Aldy tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas berkas yang berada dihadapannya.

"Hmm" gumam Erlang acuh tak acuh dengan kedua mata yang terpejam erat.

▪▪▪

Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya pesawat pribadi milik Erlang mendarat dengan selamat.

Erlang berjalan berdampingan dengan Aldy sedang fokus memainkan gadgetnya, awalnya Erlang ingin menegur sahabatnya yang terus fokus pada handphonenya namun setelah melihat jika Aldy sibuk mempelajari laporan laporan kantor membuat Erlang mengurungkan niatnya untuk menegur Aldy.

"Rajin banget lo" celetuk Erlang yang dihadiahi tatapan mematikan yang diberikan Aldy.

"Anak istri gue perlu makan. Tugas gue menafkahi anak istri gue, bukan menelantarkan mereka" jawab Aldy acuh tak acuh dengan pandangan yang masih terfokus pada laporan kantor. Ucapan Aldy barusan membuat hati Erlang terasa perih, seperti ditusuk ribuan anak panah. Aldy benar benar orang yang paling pandai menyindir dirinya hingga membuatnya menyesal pada penyesalah paling dalam.

Raut wajah Erlang tiba tiba berubah masam, bola matanya menujukkan keterpurukkan yang begitu dalam. Rasa sakit menusuk begitu dalam didadanya, nyeri menyerang hatinya begitu dalam. Aldy yang menyadari perubahan drastis dari sahabatnya itu langsung menggerutuki dirinya yang tanpa sadar mengatakan hal yang begitu menyakiti hati sahabatnya.

Second ChanceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang