perpisahan

55 4 14
                                    

Tap doeloe bintangnya!

Semua anggota osis SMK Genta Asna Dwira hari ini disibukkan dengan acara perpisahan kelas XII serta penyambutan awal bulan ramadhan bagi para umat islam.

Tema yang diambil adalah PERPISAHAN WUJUDKAN HARAPAN. Karena dengan perpisahan ini, siswa maupun siswi kelas XII diharapkan dapat mewujudkan harapan juga cita-cita mereka yang belum terealisasikan.

Di sana, ditengah-tengah sekelompok manusia, seorang remaja laki-laki sedang berkumpul bersama teman-temannya, pakaian yang Ia kenakan hari ini berbeda dari yang lain, Ia mengenakan celana hitam, kemeja putih lengan panjang, dan jas tanpa lengan berwarna kuning muda itu terlihat seperti sangat sibuk.

Ah~~ya.. tentu saja dia sibuk. Aku pun sibuk dengan tugas dekorasi panggung mini ini.

Aku sedikit terkejut saat sebuah tangan mendarat dan sikunya bertengger manja di pundakku.

"Ecie... ngeliatin siapa sih?" Godanya dengan alis yang sepertinya sengaja ia naik turunkan.

Aku menoleh ke kiri, berhadapan dengan gadis menyebalkan ini.

"Ngga ngeliatin siapa-siapa kok" kilahku, padahal sudah jelas-jelas aku tertangkap basah sedang memperhatikan Mas Laksa.

"Ngelak aja terus..." ujarnya kemudian ia memperhatikan Mas Laksa.

Emang ya... dasarnya penggoda ulung ya gini. Ngga cewek ngga cowok semua digodain.

"Bts eh btw, kalo dipikir-pikir, diperhatiin kalian ini hampir semuanya sama ya?" Lanjutnya

"Kalian siapa?" Apalagi ini...? Siapa juga orang dia maksud kalian ini.

"Ya Rabbi, Zathifa.... kalian itu.. ya kamu sama Gilang lah, masa iya Thalita sama pamannya Gilang" ujarnya gemas

"Ngga nyambung ah,Lyen." Jawabku asal kemudian melanjutkan menghias panggung mini sesuai tema perpisahan kakak kelasku.

"Ye.... dasar ninja warior! Yang ngga nyambung tuh kamu,Za!"

"Kok bisa?" Tanyaku bingung.

Cyellyen menghela nafasnya "ya bisa lah. Kan emang faktanya kalian itu hampir semuanya sama."

"Apanya yang sama?"

Ku lihat dia menepuk dahinya, ekspresi wajahnya seperti orang frustasi "nih... ya, Zathifa Faura cah ayu tapi lelet... kamu sadar ngga sih? Kamu sama dia itu hampir semuanya sama misalnya-----" dia memberi jeda membuat aku makin bingung

"Misalnya apa? Jangan lelet deh,Lyen" ujarku sambil memompa balon

"Ish. Dasar ngga nyadar. Padahal sendirinya lebih lelet"
Cebiknya, mungkin dia kesal.

Aku mengikat balon yang sudah selesai ku pompa, tinggal beberapa balon lagi, aku akan selesai dengan tugasku.

"Ya udah, ya udah.. lanjut ke inti pembicaraan aja" ujarku sambil memompa balon lagi.

"Nih, ya. Mulai dari sekolah,jurusan, kelas, tugas kelompok, perlombaan sampai organisasi aja kalian sering ketemunya. Kalian tuh kebanyakan samanya, yaa... walaupun ada yang ngga sama sih."

Iya juga ya... aku sendiri aja baru sadar.

"Emangnya apa yang ngga sama?" Tanyaku masih penasaran.

Cyellyen membantuku mengikat balon yang sudah ku pompa. Sebenarnya dia bukan anggota osis, aku pun sudah menolak secara halus bantuan tenaga darinya. Tapi memang dasarnya Cyellyen yang kerkep alias keras kepala, dia tetap saja membantuku.

MenyentuhmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang