Part 28

24 7 4
                                    

Tepat pada tanggal sepuluh september, Aksa dan Nadine resmi menjadi seorang kekasih. Tekat Nadine yang kuat untuk memberi jawaban lebih cepat dari perkirannya.

Pada saat Nadine menerima ajakan Aksa, ia membuat pernyataan yang sekiranya berbunyi seperti ini 'Kamu janji sama aku gak akan kecewain aku, setia, kalau ada masalah kecil diselesain secara baik dan aku pun akan begitu juga' sebuah pernyataan tersebut muncul akibat rasa takutnya atas kejadian yang dahulu takut terulang lagi.

Kalau waktu sebelum resmi berpacaran mereka jarang bertemu, atau sekali bertemu melakukan car free day bareng di tempat khusus bebas berkendaraan.

Kini, intensitas pertemuan mereka setidaknya mengalami peningkatan. Karena jarak sekolah Aksa dan Nadine tidak begitu jauh, sehingga Aksa seringkali menjemput Nadine untuk mengantarnya kerumah.

Hari ini, Aksa menjanjikan akan menjemput Nadine sekitar jam empat sore karena sekolah Aksa pulang pada jam empat sore dan juga rumah Aksa yang ada berada disamping sekolah Aksa. Sekolah Nadine pulang pada jam setengah empat sore.

Sehingga Nadine saat ini, sedang menunggu di depan meja piket sekolahnya. Sambil terus mengotak-atik ponselnya demi menghubungi Aksa. Namun, sekarang sudah jam empat sore lewat. Aksa tak kunjung memberi jawaban kepada Nadine, akankah jadi untuk menjemput atau tidak.

Nadine terus menelfon Aksa, dan pada akhirnya diangkat oleh Aksa.

"Halo, kamu dimana?"

"Aku bentar lagi otw ya sayang"

"Oke, aku tunggu depan gerbang ya sayang"

"Siap sayang"

Setelah mengakhiri telfon. Nadine beranjak ke depan gerbang sekolah, untuk menunggu sang kekasih yang akan menjemputnya.

Sudah tiga menit ia berdiri di depan gerbang sekolah sembari memainkan ponselnya agar tidak bosan menunggu kekasihnya yang sedang berada diperjalanan.

Berselang empat menit kemudian, Aksa sampai tepat didepan gerbang sekolah Nadine dan mengantar Nadine pulang kerumah. Selama diperjalanan Aksa dan Nadine terus mengobrol dan bercanda ria.

"Beb, tau gak tadi siang tuh ponsel aku hampir aja di sita guru tau" ucap Aksa dengan nada yang mendramatisir.

"Lah kok bisa begitu beb?"

"Iya, gara-gara aku main ponsel terus dan kebetulan waktu itu aku lagi ngechat kamu. Tapi gapapa kok"

"Tuh gara-gara aku, makanya kalau lagi dikelas jangan main ponsel. Kabarin aku waktu istirahat aja sayang"

"Iya bawelkuu" jawab Aksa dengan nada terlembutnya.

Kini, diatas motor Aksa memegang tangan Nadine yang sedari tadi pegangan di baju seragam Aksa. Aksa memegang tangan Nadine dan menaruhnya tepat di depan perut Aksa. Hal yang membuat jantung Nadine berdegup sangat kencang.

"Emang gapapa tangannya disini? Kamu ga geli?"

"Enggak lah haha" jawab Aksa dengan tawanya yang pecah mendengar pertanyaan Nadine.

"Hehe soalnya kalo aku orangnya gampang geli, makanya aku tanya kamu sayang" ucap Nadine dengan nada kikuk.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Nadine, Aksa terus melontarkan cerita yang sangat humoris dan berkali-kali membuat Nadine tertawa sangat lepas.

Sampai akhirnya Aksa melontarkan sebuah pernyataan.

"Byy, besok aku jemput lagi gapapa?"

"Gapapa kok tapi liat dulu ya takutnya aku dijemput sama bunda"

"Oh gitu yaudah, besok bilang aja ya byy"

"Okey byy. Eh gausah depan rumah ya byy, di gang sebelum rumahku aja ya byy"

"Iya byy"

Aksa sudah paham dan mengetahui bahwa Nadine belum mengatakan kepada bundanya bahwa Nadine dan Aksa kini resmi menjadi sepasang kekasih.

Tetapi dibalik itu semua Aksa sangat memahami hal tersebut tanpa pernah menuntut agar diakui oleh Bunda Resta. Aksa merupakan tipikal laki-laki yang sangat pengertian apapun kondisi sang tambatan hatinya.

Dan tidak suka mempersempit gerak kehidupan sang tambatan hati. Yang ia lakukan adalah menyayangi Nadine sepenuh hati dan setia jiwa raganya.

Setelah sampai tepat ditempat gang rumah Nadine, Aksa menurunkan Nadine. Dan sedikit mengobrol sebelum Akasa beranjak dari gang rumah Nadine.

“Aku pulang ya. Nanti chat ya, sayang”

“Iya sayang, hati-hati dijalan ya jangan ngebut-ngebut sa!”

Omongan Nadine dijawab “Iya sayang” dilanjutkan suara knalpot motor Aksa yang memenuhi telinga Nadine yang sedang berjalan menuju rumahnya.

Sesampainya Nadine dirumah disambut oleh bunda yang sedang meninton tv di ruang tv.

“Baru pulang nak?”

“Iya nih bun, Assalamualaikum bunda”

“Ganti baju, solat langsung makan ya nak. Wa’alaikumsallam”

“Siyap bunda ku sayang”

Nadine berjalan menuju kamarnya dengan sangat lemah lesu, karena bagi sekolah di DKI Jakarta menerapkan fullday school atau pulang sampai sekitar jam empat sore.

Ia membaringkan tubuhnya sambil memainkan ponsel ditangannya. Kebiasaan yang tak pernah lepas sehingga menambah minus dimatanya. 

Nadine sedang bertukar pesan dengan tambatan hatinya Aksa.

Love<3: Beb, kamu udah makan?

Claresta Nadine: Belum ini aku baru mau makan. Kamu udah beb?

Love<3: Yaudah sana kamu makan beb, belum aku lanjut rapat dulu ini beb. Kalo aku balas lama aku masih rapat ya beb <3

Claresta Nadine: Iya beb nanti jangan lupa makan loh. Iya bebb;*

Selesai membalas Nadine beranjak dari springbednya dan melangkah ke kamar mandi menyegerakan memandikan tubuhnya yang sangat lelah. 

"Bun, udah makan?" tangan Nadine sambil menyendok nasi dan lauk yang tersedia di meja makan.

"Udah res, kamu tadi gimana sekolahnya?"

"Baik kok bun, tumben papa belum pulang bun?"

"Iya res ada rapat dulu tadi papa bilang ke bunda"

"Oh gitu" Nadine melanjutkan gerakan tangannya yang memasukan sesendok nasi beserta lauk kedalam mulutnya.















Hey gais mon maap bgt ini sih telat bgt aplotnya:( ada beberapa hal yg bikin aku telat apdet. mana part yg skrg pendek bgt:(maap ya gais. insya allah nanti bakalan di apdet lagi!<3 makaseh buat yg nunggu apdetan yg super lama tp aku apdetnya malah pendek:( love u gais<3 . yukk ajak yg lain jg buat baca My Love Story dan follow ignya @my.lovestoryid






My love storyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang