Hari sabtu tiba tanpa diberi aba-aba. Nadine hari ini akan melakukan kerja kelompok bersama teman-teman sekelompoknya. Namun ini bukan kerja kelompok seperti biasanya yang hanya meringkas materi kemudian mempresentasikannya didepan kelas, kali ini kerja kelompok kerajinan yang harus membuat sebuah pouch atau dompet kecil.
Nadine dan teman-temannya akan berencana kepusat penjualan bahan-bahan dan juga penjualan barang terlengkap, tapi kali ini juga Aksa akan menemani Nadine kerja kelompok. Kedua insan ini yang tidak bisa lepas satu sama lain, namun ini adalah permintaan Aksa yang mau ikut dengan Nadine, mengingat tempat yang akan didatangi sedikit rawan dengan kejahatan dan kriminalitas.
"Halo, lu udah siap byy?" suara Aksa disebrang telfon.
"Udah nih beb, lu jadi jemput kan? Jangan lupa pakai kemeja yang gue bilang ya sayangkuu" jawab Nadine sambil bersiap-siap dijemput Aksa.
"Oke siapp byy" sahut Aksa disebrang telfon.
Setelah setengah jam, Aksa sampai digang rumah Nadine. Kemudian Nadine, pun sudah jalan menuju sepeda motor yang dikendarakan oleh Aksa.
"Udah siap byy?" tanya Aksa sambil menyalakan mesin sepeda motornya.
Nadine memakai helm dan juga mengeratkan pegangan ke pinggang Aksa "Ayo berangkat beb"
"Kita enggak jadi naik motor aja nih byy? Daripada naik kereta pasti nanti penuh" tanya Aksa.
"Gausah beb, kita naik kereta aja. Aku ga enak sama temen-temen yang lain" sahut Nadine dengan suara yang keras karena suaranya terbawa angin.
***
Gue dan Aksa sudah menaiki kereta dan kami duduk digerbong campuran. Saking takutnya gue kenapa-kenapa Aksa enggak mau duduk dan terus berdiri depan gue. Tak lupa selama diperjalanan gue dan Aksa terus bercanda sampai-sampai diledeki oleh temen-temen sekelompok gue.
"Aduh males banget ada pemandangan romantis gini uhuk" ledek Lisa salah satu temen gue.
"Hahaha enggak lis, biasa aja ini dia yang ngeselin" jawab gue dengan menunjuk Aksa.
"Dih, apaansih lu kali" sahut disusul dengan tawa dan senyum manisnya! Males deh.
Gue dan teman-teman pun enggak lupa bercanda dan membicarakan toko yang mana yang akan kita datangi, karena bagi kami ini adalah pengalaman pertama kali kerja kelompok sampai harus sejauh ini.
Kami hanya berbekal diberitahu oleh guru dan juga tak lupa bertanya dengan kelompok lain yang sudah membeli duluan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang. Kami harus berganti kereta terlebih dahulu disebuah stasiun dan kemudian akan melanjutkan dengan kereta yang lain. Selama transit kami ada yang ke toilet ataupun membeli makanan di minimarket.
Ohiya, dengan seiringan waktu dan terus bersama-sama didalam kereta. Aksa dan teman-teman cowok dikelompok gue sudah mulai akrab. Memang Aksa adalah orang yang sangat ramah dan juga mudah akrab dengan orang lain.
"Byy aku ketoilet dulu ya sama mereka" ucap Aksa sambil menunjuk teman-teman cowo gue.
"Iya beb, aku tunggu sini ya" jawab gue sambil duduk didepan mini market.
Karena teman-teman cewek gue sedang ke toilet dan gue disini sendirian memang kebiasaan gue ketika pergi enggak akan bisa memakai toilet umum.
"Lu gamau ke toilet kan? Hati-hati ya disini, gua gak lama kok. Kalau ada apa-apa langsung telfon gua oke?" perintah Aksa dengan sangat khawatir.
"Ih iyaa sayangkuuu, udah sana lu nanti ngompol lu! Hahaha" sahut gue.
Setelah menyelesaikan urusan masing-masing, kami melanjutkan perjalanan dengan kereta yang sudah akan berangkat menuju tujuan kami.

KAMU SEDANG MEMBACA
My love story
Teen FictionClaresta Nadine Andromeda seorang perempuan yang periang, cantik, baik, dan belum mengerti apa itu cinta dan belum pernah merasakan bagaimana rasanya pacaran. Alden Wijaya Diningrat seorang laki-laki yang tampan, baik, banyak gaya dan modus kesemua...