Chapter 2

33 11 0
                                    

"Perubahan yang terjadi pada diri ku, itu semua karena dirimu."
-Friend or Love-
💜💜💜💜

"Maafin aku ya.. Mindy ku sayang"

Mindy kesal mendengar pernyataan Stevia "Ooh..Kamu lupa sama aku? Ok!!" Lagak Mindy seolah-olah ia marah besar.

Stevia yang panik pun langsung minta maaf dengan menyatukan kedua tangannya, ia menunduk kan kepalanya.

Mindy diam seolah menimbang suatu keputusan "ehm... Aku bakalan maafin kamu!" Mindy mengetukkan jarinya di dagu.

Stevia membelalakkan matanya senang "beneran Min?" Mindy berkacak pinggang "Tapi... Ada syaratnya!" Stevia menganga kan mulutnya bingung.. eh, Mindy kalau Lo bukan sahabatnya Stevia udah bakalan jadi babu Lo!

Mata Mindy serius menatap dalam manik mata Stevia "Kamu.. jangan pernah ninggalin aku!" Stevia terdiam bingung dengan syarat yang diberi Mindy "Hah? Aku bakalan ninggalin kamu? Ya.. Ngak mungkin lah!" Stevia tertawa garing

Mindy diam perasaannya berkecamuk "ihhhh.. kamu gimana sih! Katanya minta maaf, kan kalau mau aku maafin ya.. harus terima syaratnya dong!" Stevia terkekeh melihat tingkah Mindy yang kesal dengan mengerucut kan bibirnya "Iya.. iya Ngak bakalan deh.. suer!!" Stevia mengangkat kedua jarinya membentuk tanda peace.

"Udah deh Stev, kita ke kelas aja lah!" Mindy pun jalan lebih dulu, meninggalkan Stevia yang masih diam dengan kedua jarinya masih setia membentuk tanda peace.

"Mindy ku sayang, maafin aku dulu!"

"Apaan sih kamu Stev, jijik aku dengarnya." Stevia menggeleng lemah melihat reaksi Mindy. Tapi, Stevia masih belum puas menggoda Mindy! Stevia pun duduk membiarkan Mindy pergi duluan.

Selang beberapa langkah Mindy beranjak, Mindy kembali menoleh ke belakang "Steviaaaa... Ayo cepat! nanti guru kesayangan kamu itu masuk... Kalau dia liat kita telat, bakalan di suruh keluar kita!!" Stevia merasa dongkol karena penuturan Mindy, yang mengatakan bahwa guru yang saaaangggaatt membuat dia badmood merupakan guru kesayangannya.

Stevia pun berdiri menyusul Mindy yang terus berjalan setelah mengata-ngatai Stevia.

"Apaan sih lo Min, guru kesayangan lo kali!" Kesal Stevia pada Mindy

"Udah lah, bawel amat sih kamu. cepetan dikit jalannya! Ntar kita di suruh nyapu lapangan lagi." Balas Mindy pada Stevia sembari berjalan cepat menuju kelas mereka.
         
Mindy kesal dengan cara jalan Stevia, yang amat lambat. Ia pun menarik tangan Stevia agar mempercepat jalan mereka.Karena tindakan Mindy, Stevia merasakan sakit di pergelangan tangan nya.

Stevia pun melepaskan tangan Mindy dari pergelangan tangan nya, mereka terhenti sejenak karena kelakuan Stevia.

Belum sempat Mindy protes atas kelakuan Stevia, Stevia pun berganti memegang erat pergelangan tangan Mindy dan menarik nya dengan keras.
Mereka berjalan dengan cepat tanpa menghiraukan banyak nya siswa-siswi lain, yang sudah Stevia tabrak.

Hampir sampai di kelas nya, Stevia dengan keras menabrak seorang siswi yang baru saja keluar dari kelas yang berjarak 1 kelas dari kelas Mindy dan Stevia.

Stevia tak peduli tapi Mindy terhenti, mengakibatkan Stevia ikut terhenti.

Mindy melihat ke belakang nya, siswi berkepang dua plus kaca mata tebal dan terlihat nerd terduduk berusaha membereskan buku-buku tebalnya yang jatuh berserakan akibat tabrakan dengan Stevia.

"Kamu ngak apa-apa?" Kata Mindy ramah sambil membantu membereskan buku-buku tebal milik gadis itu.

Stevia terdiam sejenak memandang Mindy yang amat ramah dan friendly kepada gadis yang tidak ia kenal itu.

Stevia geram dengan Mindy ia pun menghampiri Mindy yang sedang membereskan buku. Banyak siswa yang memandang, tapi sifat mereka sama seperti Stevia 'TIDAK PEDULI'.

"Mindy ayo, cepat katanya kamu takut telat masuk kelas!" Ucap Stevia setengah berdiri agar tidak sulit berbicara pada Mindy yang sedang berjongkok.
     
"Tunggu dulu Stev, dia jatuh kamu tabrak tadi."

"Emang nya aku PEDULI? Kan tadi kamu yang minta cepet." Ucap Stevia angkuh dan nada suara yang tidak bersahabat.

"Tapi kamu tadi narik aku kenceng banget, kamu pun ngak peduli berapa banyak siswa-siswi yang kita tabrak tadi!" Ujar Mindy ketus

Melihat kelakuan Stevia yang amat egois dan tidak peduli dengan perasaan orang lain, membuat gadis yang di tabrak Stevia melirik Stevia sinis.

Stevia menyadari tatapan sinis dari siswi itu "Apaan lo? Mau nyuruh gue minta maaf? hah..., mimpiii!" Stevia yang emosi dengan tatapan sinis gadis itu, membuat Stevia melontarkan kalimat kasar dan menatap kembali gadis itu dengan tatapan yang lebih sinis.

Ya, Stevia telah berubah. 

Stevia yang dulu nya orang yang baik, ramah, dan tidak pernah membeda-bedakan teman kini telah berubah.
        
Stevia menjadi seorang gadis yang sombong karena kekayaan yang dimiliki oleh keluarganya.

Ia kini selalu beranggapan bahwa semua bisa ia selesaikan hanya dengan kekuasaan dan uang.

Tapi Mindy tidak, keadaan lah yang membuat dia kadang berubah.

Mindy tak pernah sekalipun memandang rendah orang lain. Ia juga berpikiran bahwa kehidupan bergelimang harta yang ia rasakan, bukanlah milik dirinya melainkan milik keluarganya.
         
Stevia pun menarik Mindy untuk berdiri lalu pergi "eh...Maafin gue ya, gue ngak sengaja." Teriak Mindy dari kejauhan kepada siswi itu, siswi itu hanya tersenyum sambil berusaha berdiri sendiri.

Next???
Tolong vote,coment ..😊😊

JANGAN LUPA FOLLOW AKU💜💜
Terima kasih😍😍

FRIEND or LOVE [?]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang