Jangan marah denganku, aku takut kita berpisah semakin jauh sepertinya akan ada ombak besar yang akan menghantam kita!
-Friend or Love-
💜💜💜💜
"Hah, kamu nanya aku kenapa?? Kamu ngak sadar??" Ucap Stevia santai tanpa memandang ke arah Mindy. Mindy bingung menghadapi kelakuan keanak-kanakan sahabatnya itu.
Mindy bersabar "Sadar apa Stev? Seharusnya kamu itu yang sadar! Ubah sikap kamu yang labil itu mulai sekarang!" Mindy berucap lembut tapi, perkataan Mindy membuat hati Stevia tertohok.
"Mindy! lo tuh ya, gue itu belain lo. Tapi kenapa lo malah mojokin gue?" Emosi Stevia yang tak mampu lagi Stevia tahan, kini terluapkan membuat seisi kelas menatap mereka seolah-olah tengah ada sinetron.
Mindy menatap Stevia kaget begitu juga dengan Stevia, yang sudah lebih dulu menatap manik mata Mindy. Mereka berdua hanyut dalam tatapan masing-masing seolah berusaha, untuk bisa memahami diri masing-masing.
"Stevia,aku bukan mojokin kamu. Tapi kelakuan kamu tadi sungguh kekanak-kanakan!" Mindy berusaha lembut mengharapkan Stevia ngerti dengan ucapan Mindy.
"Hah,terus aja gitu Min. Biar kamu dibodoh-bodohin mulu!" dengus Stevia kasar, dan mengalihkan pandangannya kembali ke luar.
Mindy mengepalkan tangannya kuat, ia mengumpulkan keberanian nya "Stev,nanti kamu minta maaf ya sama dia."
Stevia bingung "MINTA MAAF? Apaan sih lo Min, kenapa kamu udah bosen sahabatan sama aku? Ya udah, kita putusin aja persahabatan kita SEKARANG!!" Stevia berusaha menahan isakan nya. Ya, Stevia menangis. Kata-kata yang keluar dari mulut nya sendiri, membuat hati nya tersayat.
"Stev.."
"Woy..duduk woy!!" Mindy langsung menoleh ke pintu kelas, tampak Billy ngos-ngosan. Mindy berdecak kesal karena ucapan nya terpotong karena suara besar yang di keluarkan Billy.
"Billy,kenapa lo? Di kejar setan??" Kata yang dilontarkan Bobby dari bangku pojok belakang, mengundang gelak tawa seisi kelas 11 Ipa 1.
"Ini..ini.b..ukan sekedar setan, ini..ini..bos nya setan!" Billy berkata asal membuat tawa kembali pecah.
"BISA DIAM NGAK SIH!" Stevia tiba-tiba menggebrak meja dengan keras membuat seisi kelas terdiam dan memandang heran ke arah Stevia.
Billy pun berlari ke tempat duduk nya, kini semua terdiam bukan karena hanya gertakan Stevia tapi juga karena info yang di beri tau oleh Billy. Bukan bos setan tapi Bu Lyna yang datang guru killer+wali kelas 11 IPA 1.
Stevia kembali menatap ke arah luar entah apa yang membuat ia merasa tertarik melihat ke arah luar, di bandingkan fokus ke arah depan kelas takut nya nanti Stevia kembali di hukum karena tidak memperhatikan Bu Lyna. Sedangkan Mindy, ia sudah larut dalam mengutak-atik soal sejarah.
Suara langkah kaki semakin mendekati kelas 11 Ipa 1, Bu Lyna hadir di muka kelas dengan raut wajah tegas dan menakutkan.
Tapi, suara teriakan kecil dari kelompok meja ujung dekat pintu kelas, yang diisi oleh grup cewek-cewek centil yang di ketuai oleh Cellyn orang satu-satu nya yang merasa dialah siswi paling cantik di sekolah nya itu.
Stevia dan Mindy tak melirik, tidak mempedulikan dan Sama sekali tidak menjawab salam dari Bu Lyna.
"Anak-anak sebulum nya Ibu minta maaf karena, Ibu telat masuk ke kelas kalian. Karena ada urusan yang hatus Ibu kerjakan." Kata Bu Lyna dengan suara yang penuh penekanan. Stevia menampilkan senyum meremehkan dari arah yang tidak bisa di lihat Bu Lyna, Stevia berpikir apakah harus ia menyuruh gurunya ini membersihkan lapangan karena sudah memberi alasan seperti Stevia dan Mindy kemarin?
Tapi pekikan kecil kini, hampir di teriakkan semua cewek-cewek centil yang ada di kelasnya.
"TOLONG TENANG!" Hanya dengan kata itu bisa membuat kelas tenang, kecuali grup Cellyn. Bu Lyna menggeleng malas.
"Waktu mengajar Ibu tinggal 25 menit lagi, seperti yang kalian liat di sebelah Ibu sekarang, adalah seorang siswa baru yang akan menjadi teman kalian. " Mindy dengan cepat mendonggakkan kepala nya menghadap ke depan muka kelas. Ia terdiam beberapa detik saat mata Mindy dan sang anak baru berpaut.
Stevia, masih saja tidak peduli karena Stevia masih enggan menatap ke arah depan kelas yang otomatis bisa langsung berhadapan ke arah Mindy. Stevia masih kesal.
"Wah..ganteng nya"
"Namanya siapa?"
"Tinggal dimana?"
"Minta no telp nya dong!"
dan masih banyak lagi kicauan-kicauan dari cewek-cewek centil yang ada di kelas itu.
"Tolong tenang sebentar, dia pindahan dari Swiss. Ia beserta kedua orang tuanya dan satu orang adik nya juga pindah ke Indonesia." jelas Bu Lyna.
Bobby yang sedari tadi mau tidak mau mendengar penjelasan dari Bu Lyna, akhirnya menjadi sedikit tertarik dan mengancungkan tangannya "Bu kenapa dia pindah ke Indonesia? Apa dia bosan karena, di Swiss dia cuma makan keju?" Komentar Bobby yang sukses menghadirkan gelak tawa membuat Bu Lyna menatap tajam ke arah Bobby, yang duduk di sebelah Billy tawa pun terhenti.
"Jangan sembarangan kamu Bobby, dia pindah karena kedua orang tua nya harus mengurus perusahaan mereka di Indonesia. Dia asalnya dari Indonesia cuma, Ibunya yang berkewernegaraan Swiss." Semua mengangguk paham.
"Udah dong bu, kok Ibu yang ngejelasin sih? Kasihan tuh bu anak baru pegel kaki nya nunggu Ibu ngomong." Bukan Billy dan Bobby namanya kalau sehari saja tidak membuat guru nya emosi tapi, Bu Lyna selalu berhasil menahan emosi.
"Nak silahkan kamu perkenalkan diri kamu." Ucap Bu Lyna yang hanya bisa di dengar oleh sang anak baru.
"Selamat Pagi semua." Sapa anak baru itu dengan suara yang tidak ada niat, dan ekspresi wajah yang datar tidak terkira. Stevia merasa ia mengenal suara itu tapi, Stevia lupa ia mencoba mengingat tanpa melihat wajah sang anak baru tersebut.
"Kya..Suara nya mainly banget" komentar si ketua grup cewek cabe(menurut Stevia).
"Perkenalkan nama saya ONINGI SEOMIN TAOK" Ucap anak baru itu dengan percaya diri nya.
Semuanya mendadak terdiam mungkin merenungkan 'kenapa nama nya tidak sesuai dengan parasnya?'
Stevia menahan tawanya "Buahahahhaa..Apa tadi ONIGIRI, itu nama atau makanan?" Stevia dengan heboh nya ketawa dengan posisi berdiri menghadap teman-teman nya, dari bangku nomor 2,Mindy terkejut dengan tingkah gila Stevia yang tiba-tiba.
Semua menatap heran ke arah Stevia, semuanya terdiam. mata-mata cewek pecicilan yang doyan siswa-siswa kece, dan haus popularitas, serta di ketuai oleh Cellyn menatap tajam ke arah Stevia.
"Ihhh..Apaan sih lo Stev kan kasihan dia lo ejek, walaupun gitu dia ganteng tau." Campur Cellyn sang ketua grup Cabe.
Stevia menatap Cellyn malas, Bu Lyna yang ada di depan pun hanya menatap dengan intens ke arah Cellyn untuk menyuruh nya diam. Stevia masih saja enggan menatap ke arah depan karena alasan tadi.
Merasa Stevia diabaikan "Hahaha..Iya Stev lucu, itu nama atau makanan ya!" Respon Billy yang notaben nya menyukai Stevia.
"Stevia!!" Teriak Bu Lyna dari depan kelas. Stevia kaget dan langsung senyap seribu bahasa, ia menundukkan kepala nya menghadap muka kelas.
"Omongan kamu itu terlalu untuk sebuah ejekan, Ibu harap kamu jaga sikap kamu sebagai pelajar. Kamu malah membuat hari pertama nak Onin, menjadi kesan yang buruk pada hari pertama nya." Stevia terus menunduk entahlah mungkin, Stevia tak berani menatap wajah bu Lyna ketika dalam keadaan murka. Sementara si anak baru tak memperdulikan segala nya, ia masih saja setia menjaga muka datar nya. Mindy? Ia mencari cara agar bisa menyuruh sahabat nya diam.
Stevia kesal dengan bentakan "Tapi Bu, na...eh..elo!"
Next???
Tolong vote, coment..😊😊
JANGAN LUPA FOLLOW AKU YA💜💜
Terima kasih😍😍
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIEND or LOVE [?]
Genç KurguSahabat atau Cinta? Jangan sok baik dan jangan pula munafik!! Kalau kau egois, kau pilih cinta! Kalau kau paham dengan arti menghargai, kau akan pilih sahabat! Ingat, cintamu itu hadir setelah sahabat ada di sisimu lebih dulu. ••••••••••••••••••••••...
![FRIEND or LOVE [?]](https://img.wattpad.com/cover/186740170-64-k719352.jpg)