Chapter 10

19 6 0
                                    

Aku tau kamu sayang dan peduli padaku, tapi.. cara kamu salah!
-Friend or Love-
💜💜💜💜

Mindy menyeret langkahnya berat, otaknya tak bisa diajak kerja sama! Apa yang harus Mindy katakan pada Stevia nanti?

"Hah..Pasti PBM udah di mulai, jadi percuma juga kalau aku masuk kelas ujung-ujung nya pasti di suruh keluar..." Langkah nya semakin berat saja kemana dia harus pergi? Ia berpikir sejenak "ehm.. Ke perpustakaan aja deh" Gumam Mindy saat menyadari bahwa dia telah 20 menit berada di uks, dan jam masuk telah berlalu 15 yang lalu.

Bagi seorang murid teladan seperti Mindy, yang tak pernah sekalipun membolos mata pelajaran apa pun, kini telah 2 kali membolos.

Apalagi mereka baru saja memulai semester akhir di status mereka yaitu kelas 11.

Sebenarnya, Mindy khawatir akan status nya sebagai murid teladan dengan segudang prestasi di SMA di gantikan posisinya. Karena kelakuannya membolos 2 kali. Saat SMP pun, prestasi Mindy tak pernah mengecewakan.

Dan jangan lupa kadang teman-teman FAKE Mindy yang lain, bahkan Stevi sahabatnya pun sudah sering membujuk Mindy untuk membolos sekali-kali tapi, selalu di tolak oleh Mindy.

Namun sekarang, ia berada di luar kelas nya.

Dengan langkah kecewa namun pasti, Mindy berjalan menuju perpustakaan yang ada di ujung koridor kelas nya.

Tiba-tiba..

Mata Mindy menangkap sosok aneh, Mindy pun menyipit memandang ke arah kelasnya yang hanya beberapa langkah lagi, ia bingung menatap seorang siswa keluar dari kelasnya.

Karena yang Mindy tau sekarang adalah jam pelajaran nya Bu Lyna sang guru Sejarah+Wali kelas nya+guru terkiller di Chelo highschool, sekaligus guru yang sudah membuat Mindy membolos beserta Stevia.

Bagaimana tidak Mindy binggung, karena fakta yang Mindy tau bahwa anak-anak di kelasnya ngak akan berani keluar kelas atau berniat cabut saat Bu Lyna yang mengajar, kecuali dengan alasan yang jelas dan terperinci.

Siswa bergender laki-laki itu semakin mendekat ke arah Mindy berdiri yang mana di sini arah menuju kantin, toilet, dan uks. Jadi ada kemungkinan siswa ini, mau pergi ke kantin, toilet ataupun uks. Hah... entahlah ngapain dipikirin.

Siswa itu pun telah berada di hadapan Mindy "Eh..Billy kok kamu keluar kelas sih?" Setelah Mindy tau siapa sosok itu, tanya Mindy penasaran

Billy yang sedari tadi sudah menatap keberadaan Mindy pun menyunggingkan senyum nya "Eh, babe! Hahahaha.. Kalau aku kan memang selalu keluar kelas orangnya!" Jawaban Billy yang terkesan santai dan bikin kesal membuat Mindy geram, ia memang tau bahwa Billy hobinya ke luar kelas kalau gurunya bikin dia badmood. Tapi kalau sama Bu Lyna jangankan keluar, bersender di kursi aja mata nya udah melotot.

"Iya, kalau itu aku udah tau..Tapi kalau guru nya Bu Lyna emangnya lo berani??" Jelas Mindy lagi kepada Billy

"Hehehe..Lo tau aja deh Min, gini Bu Lyna telat masuk kelas. Katanya sih, ada yang mau dia urus dulu." Terang Billiy pada Mindy.
Mindy mengangguk mengerti karena dia juga tau kalau, siswa-siswi di sekolah nya ini ngak akan berani bermain-main dengan Bu Lyna, bahkan Billy dan Bobby yang terkenal karena jiwa bad boy mereka pun enggan berurusan dengan Bu Lyna.

"Ya udah deh Min, gue mau ke kantin dulu ntar Bu Lyna ke buru masuk. Atau lo mau bareng sama gue?? Gue traktirr deh.." Ucap Billy sambil mengandeng lengan Mindy dan mengedipkan sebelah matanya.

"Gak usah sok akrab, lagi pula aku udah kenyang!" Tolak Mindy ia pun melepaskan tangannya dari gandengan Billy, dan berlalu pergi meninggalkan Billy.

"Bye Cantik!!" Teriak Billy karena Mindy sudah terlalu jauh darinya

Setelah mengetahui informasi yang Billy sampaikan, Mindy mengurungkan niatnya untuk ke perpustakaan. Ia memperpendek langkahnya, menuju kelasnya.

Kelasnya yang tadi nya ribut karena sedang bergosip dan lain sebagainya mendadak sepi karena kehadiran Mindy, sontak yang paham situasi langsung menoleh ke arah Stevia yang diam di tempat duduknya sembari menatap keluar jendela.

"Ishh..Dasar!!" Gumam Mindy

Mindy melangkahkan kakinya menuju bangkunya yaitu di sebelah Stevia. Stevia sebenarnya menyadari kehadiran Mindy, namun ia tetap mengabaikan kehadiran diri Mindy.

Mindy berdehem untuk mencairkan suasana "Kamu kenapa Stev?" Mindy pun mengalah Untuk memulai percakapan dan membuka obrolan.

Stevia menyunggingkan senyum miringnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela "Hah, kamu nanya aku kenapa?? kamu ngak sadar??"

Next???
Tolong vote, coment..😊😊

JANGAN LUPA FOLLOW AKU YA💜💜
Terima kasih😍😍

FRIEND or LOVE [?]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang