Chapter 9

21 6 0
                                    

"Gila lo Min, gue bela lo tapi lo malah nyalahin gue!"
-Stevia-
💜💜💜💜

"STEVIA!!" Semua orang memandang ke arah belakang mereka, asal teriakan yang berani memanggil nama Stevia dengan kasar.

Stevia melotot memandang ke sumber teriakan "Mindy??" Ya, orang itu adalah Mindy. Siapa lagi yang berhak dan berani memanggil nama Stevia, dengan teriakan dan terkesan kasar.

Mindy buru-buru membelah keramaian mendekat ke arah Stevi "Kamu apain dia Stev?" Tanya Mindy panik saat melihat gadis itu terduduk di bawah kaki Stevia, dan menjadi tontonan.

Panik.. Stevia panik ada apa dengan Mindy kok dia terlalu berlebihan? Ini kan memang selalu Stevi lakukan bahkan Mindy sudah sering tau setiap Stevia melakukan kesenangannya 'Membully' "Aku? kenapa? Gue Ngak gue apa-apain dia kok, gue cuma mau balas dendam aja. Karena dia kamu jadi sakit!" kata Stevia sambil berlalu dari hadapan gadis itu, dan berdiri sejajar dengan Mindy.

Mindy terdiam mendengar apa yang di katakan Stevia, lalu Mindy membantu gadis itu bangkit. Betapa terkejutnya melihat kaki dan tangan gadis bully an Stevia terluka.

Gadis itu meringis kesakitan saat mencoba berdiri dan Mindy spontan meminjamkan bahunya sebagai penopang gadis itu "Stevia! Kamu bilang kamu ngak apa-apain dia, ini kenapa kok bisa gini??" Mindy kembali melayangkan pertanyaan pada Stevia dengan nada suara yang membentak.

Stevia merasa dirinya ditinggalkan oleh Mindy "Itu ngak seberapa Min, ngak akan aku biarin dia karena udah bikin kamu  hampir sakit semalam!!" Ingat! Mindy adalah titik terlemah Stevia. Walaupun Mindy hanya tergores sedikit saja, Stevia selalu menanggapi nya dengan tanggapan yang serius tapi membuat Mindy tak nyaman di buatnya.

Mindy mendecih kasar "Kok kamu nyalahin dia? Dia ngak salah itu salah kita sendiri. Lagi pula semalam aku cuma capek!" Mindy kesal dengan sikap Stevia yang berlebihan.

Stevi kesal "Mindy kok kamu gitu?" Stevia tertegun heran sahabat yang selalu menampilkan imej datar dan dingin, kini sedang memarahi orang yang membelanya habis-habisan. Kemana Mindy yang dingin, dan pendiam itu?

"KAMU ITU OVERPROTEKTIF BANGET JADI ORANG!!" Mindy berucap dengan penuh penekanan pada Stevia.

Stevia menganga tak percaya dengan reaksi Mindy, Stevia memandang kesal gadis yang menjadi musuh nya itu.

Stevia mengepalkan tangannya marah tapi, apa kuat dia memarahi sahabatnya ini? "Ia.. emang! gue jadi gini karena gua peduli sama lo!! Gue takut itu terjadi lagi sama lo!! kok lo nganggep nya gini sih??" Stevia membalas dengan nada suara yang tak kalah dengan Mindy.

Penonton banyak yang penasaran dengan perkelahian two most beautiful face sekolah mereka!

Tapi terpaksa pergi karena mereka telah di usir oleh 5 orang pengikut Stevia:)

Mereka berdua tak peduli dengan sekitar tetap saja berdebat "Peduli apa gini? tega-tega nya kamu nyakitin dan mempermalukan dia di depan orang banyak, tanpa ada kesalahannya!" Mindy berkata dengan tegas sambil terus menopang tubuh gadis cupu itu.

"Gila lo Min, gue bela lo tapi lo malah nyalahin gue!" Ucap Stevia.

Mindy tak lagi menanggapi pernyataan Stevia kini, Mindy berusaha menopang tubuh gadis itu berjalan menuju UKS (Unit Kesehatan Sekolah).

"Udahlah aku muak dengan sifat anak-anak kamu! Aku pergi dulu bilang sama guru Mapel nanti (Mata Pelajaran), aku masuk telat. Aku mau nganterin dia ke Uks dulu!" Kata Mindy sembari menopang gadis itu agar tidak jatuh, Stevia hanya mampu diam menatap kesal punggung Mindy terutama gadis cupu itu pergi menjauh.

Masih beberapa langkah Mindy kembali berpaling ke arah Stevia, Stevia yang menyadari nya langsung menghadapkan badannya menatap Mindy "Oh.. iya, kamu tadi ngubah nada suara dan gaya bicara  kamu! Bikin aku tambah kesal!!" Ucap Mindy lalu berlalu pergi.

Stevia merasa bersalah.
-
-
-
Di UKS:
Seorang guru menggenakan jas putih menghampiri Stevia yang baru tiba "Oh, Mindy.. Ada apa kamu pagi-pagi udah ke uks?" Tanya ibu itu setengah panik, lalu membantu gadis yang ditopang Stevia untuk duduk.

"Gini Bu, teman saya kaki dan tangan nya terluka!" Jawab Mindy seraya membantu gadis itu duduk di tepi ranjang untuk tempat pemeriksaan.

"Oh, ya ampun kok bisa gini nak?" Tanya bu Elita bingung, saat memeriksa keadaan gadis itu.

"Ehm..Engak kenapa-kenapa kok Bu!" Jawab gadis itu singkat dan menyunggingkan senyuman tipis untuk menyakinkan Bu Elita.

"Ooh..Sebentar ya Ibu ambilkan obat dan pembersih luka nya dulu." Bu Elita pergi meninggalkan Mindy dan gadis itu dengan suasana sepi

Suasana hening dan canggung seketika menyelimuti ruang uks, saat Bu Elita penjaga Uks pergi. Tak ada yang memulai percakapan.

Tak lama Mindy berdehem, untuk memulai pembicaraan.

"Ehm..Maafin Stevi ya!" Kata Mindy dingin dan datar tanpa memandang lawan bicara nya.

"Oh..I..Ya gak apa-apa kok!" Jawab gadis itu terbata-bata

"Nama gue Mindy!" Mindy memperkenalkan dirinya dengan datar, tanpa ada rasa ingin merajut jalinan pertemanan.

"Emmm..Aku tau kok.. Seorang siswi sempurna sekaligus THE MOST BEAUTIFUL dari kelas 11 IPA 1 A..ku Selyndira dari kelas 11 IPA 2. Kelas ku ada di sebelah kelasmu." Jawab Selyn sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

Mindy hanya menatap datar tangan itu!

"Ohh, ma..aaf aa..kkuu lancang!" Melihat respon yang di berikan Mindy pada Selyn, membuat Selyn merasa kelakuaannya SKSD (Sok Kenal Sok Dekat).

Selyn langsung menurunkan tangannya dan tersenyum.

Melihat Mindy hanya bersikap dingin dan tak ada rasa bersahabat, Selyn mulai mencari kesibukan untuk diri nya sendiri sambil menunggu kedatangan Bu Elita.

Selyn teringat akan kacamata nya dan mengambil dari saku seragam nya "Ohh..Ya ampun gimana nih pakai rusak segala." Gumam Selyn pelan sambil memasukkan jarinya ke arah kacamata nya yang tidak lagi berkaca.

Selyn tak menyadari bahwa gumaman pelannya tadi bisa di dengar oleh Mindy, Mindy melirik ke arah Selyn yang menunduk menatap kaca mata nya yang rusak itu.

"Masalah kaca mata lo tenang aja, gue bakal tanggung jawab besok temuin gue di parkiran!" Ucap Mindy tanpa menatap ke arah Selyn ia terus menatap ke luar jendela uks.

"Engh..Ngak usah lah, ini kan kesalahan ku sendiri!" Balas Selyn dengan senyum lebarnya.

"Gue ngak mau dengar alasan lo, ntar lo ngelapor sama polisi karena tindakan yang Stevia lakuin tadi. Gue ngak mau Stevia kena masalah, cuma karena kaca mata lo yang ngak dia ganti!" Kalimat Mindy penuh penekanan dan sedikit memaksa, membuat gadis itu sedikit terintimidasi.

"Bbbbaiklah.. besok sssepulang sekolah, di parkiran!" Selyn tergagap menjawab kalimat dingin dan memaksa serta sedikit membentak dari Mindy.

Bu Elita pun masuk, dengan obat dan cairan pembersih luka di tangannya setelah percakapan tadi berakhir sekitar 30 detik yang lalu.

"Sini Ibu bersihkan dengan obat ini luka nya Selyn!" ucap Bu Elita bak perawat handal, menyadari kedatangan Bu Elita, Mindy dan Selyn sontak memandang ke arah pintu.

"Oh..Iya Bu, saya kembali ke kelas ya Bu!" Mindy mohon undur diri karena Bu Elita telah datang untuk mengobati Selyn.

"Iya Min.." jawab Bu Elita

"Mindy, makasih ya!" Selyn sedikit berteriak, karena Mindy sudah hampir keluar dari uks. Mindy menoleh kan wajah nya sebentar, dan menatap Selyn dengan datar lalu keluar dari uks.

Saat Mindy menuju kelasnya
TIBA-TIBA...

Next???
Tolong vote, coment..😊😊

JANGAN LUPA FOLLOW AKU YA💜💜
Terima kasih😍😍

FRIEND or LOVE [?]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang