Chapter 17

8 1 0
                                    

Kau benci dengan rasa peduliku yang berlebihan padamu? Aku tak bisa mengurangi rasa peduliku itu, tapi aku akan berusaha menghilangkan nya.. kamu sanggup?
-Friend or Love-
💜💜💜💜
M

indy menatap mata Cellyn intens
"Ok.. Sekarang.. Aku mau nanya sama kamu!" Mindy menggebrak meja Onin dengan keras. Seisi kelas terperanjat mendengar gebrakan yang Mindy lakukan, tapi makhluk yang kini sedang Mindy tatap dengan kobaran mata seakan ingin membunuh, justru memperlihatkan wajah dingin dan datar nya itu dengan nyaman.

"Iiihhhh...." Teriak Mindy geram dengan reaksi yang Onin berikan.

Oke sekarang, lupakan imej Mindy yang dingin dan datar! Karena semua imej itu luntur seketika, karena makhluk ini.

Stevia masuk ke kelas dengan mulut menganga dan mata yang melotot.

Karena matahari baru saja memamerkan dirinya, dan Stevia baru saja hadir ke sekolah ini.

Tapi pertunjukan besar telah terjadi di dalam kelasnya dan tentu saja yang lebih bikin shock, sahabatnya Mindy sebagai pemeran utamanya!

"Min.. Lo kenapa? Kesambet?" Tanya Stevia tiba-tiba sembari berlari mendekati posisi Mindy yang berada di depan meja Onin.

"Stevia..." Bisik Mindy pada Stevia

Stevia terdiam tak mengerti dengan respon Mindy, Mindy mengepalkan tangannya kuat.

"A..A.. Stevia! Emangnya ada orang kesambet pagi-pagi?" Teriak Mindy lagi membuat Stevia tambah bingung

Onin beranjak pelan dari tempat duduk nya yang kini sedang ramai.

"Siapa tau aja ada, mungkin hantunya suka kamu jadi nya tak memikirkan waktu ataupun jarak hantunya akan tetap ada untuk Mindy." Sambung Stevia dengan perkataan nya yang bikin mood Mindy makin hancur.

"Sekarang......" Mindy berpaling ke arah Onin

"Woy.... Onin!!! Kemana lo" teriak Mindy saat mendapati Onin tak ada lagi di tempat.

"Okey Min.. Sekarang lo tarik nafas dulu terus hembuskan pelan-pelan." Instruksi Stevia pada Mindy sembari di peraktikkan oleh Stevia.

Mindy mengikuti seluruh instruksi Stevia, selama beberapa kali.

"Udah lah" Stevia tertegun melihat perubahan Mindy yang kembali seperti biasanya, datar nan dingin~

"Mindy..Mindy.." panggil Stevia ke arah Mindy yang menjauhi tempat duduk Onin, lalu berlalu ke bangkunya.

Mindy diam tak bergeming sembari meletakkan tas nya dia tas bangku, lalu ia menghempaskan bokong nya dengan kasar di bangku nya.

"Mi..ndy.. kkkamu.. kenapa?" Stevia mendekati Mindy dengan penuh kehati-hatian. Bukan karena takut Mindy merasa terganggu, melainkan Stevia takut jika benar Mindy tengah dirasuki roh jahat.

"Ngak kenapa-kenapa!" Jawab Mindy cuek

"Hah.. Syukurlah" Stevia terduduk lega setelah Mindy bersikap seperti biasa, datar dan dingin.

Mindy mengeluarkan bukunya lalu berkutat dalam diam, mengerjakan soal-soal.
-
-
-
"Woy.. cewek gatel!" Mindy diam tak bergeming walau mendengar suara dari sang fans fanatik Onin.

"Woy... Gatelll!!" Cellyn kini mencolek tubuh Mindy yang sedang tenang berkutat dengan soal-soal, dengan pensil yang ada di atas meja Mindy

Stevia memandang keberadaan Cellyn and the genk, dan merasakan bahwa Mindy sedang di ambang kematian.

Stevia menyingsing kan lengan bajunya untuk menyelamatkan nyawa temannya, dari gangguan nenek sihir yang senantiasa hadir.

"Ehm.. ehm..!" Semua menoleh ke arah suara

Stevia mengurungkan niatnya untuk menyelamatkan Mindy, karena sang pembuat masalah itu ada di situ.

"Hai!!" Sapa orang itu

Mindy tetap tak bergeming, ataupun mungkin Mindy memang tidak peduli.

Cellyn yang hendak mengumpati Mindy, terdiam kagum karena hadir nyamanusia ini.

"Kya.... Onin...!!" Cellyn dengan kepercayaan dirinya teriak seakan-akan suaranya adalah suara emas, yang semua orang ingin dengar.

"Oh..ha..i." sapa Onin kembali tanpa ekspresi

Onin pergi mendekati meja Mindy, lalu mengetuk meja Mindy untuk memberi kode bahwa Onin ingin berbicara pada Mindy.

Mindy mendongak dan menatap wajah dingin Onin dengan ekspresi, yang sama dinginnya.

"Ntar Lo pulang sama gue!" Onin berlalu pergi setelah mengucap kalimat singkat nya itu pada Mindy.

Mindy terdiam bingung dengan sikap yang diberi Onin pada nya,

"Dasar aneh!" Mindy menggerutu geram

"Apa?? ANEH??? Berani Lo bilang my baby honny swetty Onin aneh??" Cellyn berbicara dengan suara cempreng nya tepat dihadapan Mindy.

Mindy kembali diam tak bergeming, hanya tangannya yang selalu bergerak menyusuri tiap baris di bukunya.

" Stoppp!! Nenek sihir!!!" Suara Stevia bergema di seluruh penjuru kelas, ini adalah situasi dimana, Stevia sedang menyelamatkan hidup Mindy yang berada di ujung kematian.

"Mau apa Lo??" Halang seorang Abk Cellyn.

"Apa??" Stevia melototkan matanya tajam lalu Abk Cellyn pun menghindar karena merasa terintimidasi.

"Woy.. nenek sihir! Lo apain Mindy!!" Teriak Stevia pada Cellyn, membuat perhatian siswa yang ada dikelas terfokus ke arah meja Mindy.

"Gue ngak ada apa-apain harta Lo kok!" Jawab Cellyn dengan nada suara yang ditekan.

"Min, Lo bilang sama gue Lo diapain sama ni nenek sihir." Perhatian Stevia teralih pada Mindy yang masih tidak peduli dengan keributan yang sedari tadi berlangsung, lalu memilih untuk pergi membawa bukunya.

"Min.. Mindy... Mindy!!" Panggil Stevia saat Mindy keluar kelas tanpa menghiraukan panggilan Stevia.

"Ceilehh.. diabaikan nih..." Ejek Cellyn pada Stevia yang terdiam memandangi pintu kelas yang dilalui oleh Mindy.

"Yuk.. cap..cus.." Cellyn memberi perintah pada pengikut-pengikutnya. Tak lupa mereka satu-persatu, menyenggol bahu Mindy dengan keras saat berlalu ingin pergi.

"Ihhhh.... Dasar nenek sihir!!!"

Next???
Tolong vote, coment..😊😊

JANGAN LUPA FOLLOW AKU YA💜💜
Terima kasih😍😍

FRIEND or LOVE [?]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang