WARNING!! Chapter ini mengandung unsur flashback, buat kalian yang gak kuat balik ke masa lalu tolong jangan di paksa :D
•Happy Reading•
❤
.
.
."Trauma dengan masa lalu yang membuatmu tak ingin mengenal perempuan. Lalu di pertemukan dengan dia, perempuan yang harus kuperjuangkan dan dia perempuan yang membutuhkanku. Setelahnya aku di tuntut untuk memilih di antara mereka, aku tak tahu mana yang harus kupilih, karena rasanya dunia tak seindah yang aku bayangkan."
~Ilham.
.
.
.*****
"Mama!! Mama mau kemana??? Ilham ikut," seru Ilham.Sinta menatap wajah putranya yang masih berumur 5 tahun itu dengan tatapan sangat benci, kalau bukan karenanya mungkin hubungan rumah tangga nya akan baik-baik saja, jika ia tidak membawa Fanny ke rumah nya mungkin suaminya tak akan meninggalkannya dan menceraikannya mungkin juga ia takkan berselingkuh dengan Galuh dan membuat Elang benci dengan perselingkuhannya lalu memutar balikkan fakta bahwa ialah yang duluan menyelingkuhinya.
"Kamu!!!" tunjuk Sinta di hadapan Ilham yang menatapnya dengan tatapan polos.
"Kamu itu anak pembawa sial!!! Pergi sana jauh-jauh dari hidup saya. Saya gak pernah punya anak seperti kamu!!!" bentak Sinta dengan tega ia mendorong tubuh anaknya sendiri ke lantai, Ilham yang saat itu tubuhnya masih sangat ringan terhantam di lantai menyebabkan kepalanya terbentur dengan sangat keras.
Darah mulai bercucuran deras dari kepala Ilham membuat penglihatannya mulai rabun, namun ia masih bisa melihat Mamanya mulai pergi jauh meninggalkannya dengan membawa kedua adik kembarnya itu tanpa membawa Ilham ikut bersamanya, namun Ilham tak ingin menyerah ia sangat yakin Mamanya tak akan tega membiarkannya sendiri, dengan sekuat tenaga ia berusaha mengejar mamanya meneriakinya untuk jangan pergi. Sinta yang mendengar Ilham memanggilnya hanya tertawa sinis dengan membawa anak kembarnya masuk ke dalam mobil, lalu pergi meninggalkan rumah tersebut rumah yang sudah tak ingin ia singgahi.
Dari balik punggung Ilham ia dapat mendengar seorang wanita yang memanggil namanya, Ilham menoleh ke belakang, di sana sudah terdapat Fanny yang berdiri dengan seringaian licik nya.
"Gue beruntung banget karena Mas Elang punya anak bodoh seperti lo," ucap Fanny berbicara kepada Ilham, ia melanjutkan langkahnya berjalan menuju Ilham yang menatapnya datar juga dengan tatapan penyesalan.
Fanny menundukkan badannya seraya ingin menatap lebih dekat mata Ilham yang menyimpan beribu kebencian, itulah yang Fanny tunggu-tunggu melihat anak di depannya ini di penuhi dengan banyaknya kebencian. Karena kelahiran anak inilah yang membuat pertunangan Fanny dengan Elang gagal saat Sinta mengaku bahwa dirinya telah mengandung anak Elang. Akhirnya Fanny dapat merasakan kehancuran anak yang ia benci itu di depan matanya sendiri, betapa bahagianya dia dapat merusak kebahagiaan seseorang yang telah merenggut kebahagiaan nya dulu.
"Tante berterima kasih sekali sama kamu, berkat kamu Tante bisa kembali ke dalam pelukkan Papah kesayanganmu itu."
Ilham menangis kembali ia tak tahu apa yang harus ia katakan untuk Fanny sungguh ia membenci wanita yang ada di hadapannya ini ia juga benci kepada dirinya sendiri karena kesalahan yang telah ia perbuat.
"Usshhh jangan nangis anak manis, kamu tau gak? Kamu itu udah bikin scenario kebahagiaan buat Tante, jadi jangan nangis. Coba hargai Tante karena sekarang Tante pun bukan orang asing lagi, ingat Tante ini sekarang adalah pengganti dari Mama kamu yang suka merusak hubungan orang," ucap Fanny sedikit membentak, tak lama ia tertawa terbahak-bahak saat melihat Ilham semakin menangis kencang karena menyesali semua keadaan yang menyudutkannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Or Cindy
Подростковая литература"Aku ingin merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan dalam duniaku. Walau sedikit setidaknya sebelum napas ini berakhir aku tahu apa itu 'bahagia'." ~Cinta. "Adilkah takdir itu memberikan cintaku untuknya? Bagiku tidak!! Maka biarkanlah aku merebut...