Aku tak ingin tertidur dan tak ingin melewatkan waktu, namun Tuhan berkata lain mungkin sudah saatnya aku pergi. Terimakasih dunia
~Cinta
•
•
•*****
Hujan lebat membasahi jalanan aspal yang kosong tercampur dengan zat merah yang menggenang di sekitar jalan kosong itu, dari atas langit terdapat seseorang terkapar tak berdaya di jalanan itu. Terlihat sedang berjuang dengan kematian yang sudah menunggunya di ujung khayat.
Napas perempuan itu tersengal tangannya yang pucat pasi tersiram hujan, dingin yang menyelimuti tubuhnya membuat dirinya semakin lemah tak berdaya. Ia butuh tenaga, tetapi semakin ia mencoba mengeluarkan sisa tenaganya, semua usahanya sia-sia napas yang berusaha ia pertaruhkan akhirnya berhembus untuk yang terakhir kalinya.
"Cinta!!!!!" suara lantang yang berat dengan napas yang tersengal terdengar dari jauh, dan kata terakhir itu lah yang dapat ia dengar saat ia berada di dunia yang kejam ini. Senyumannya terukir sekilas saat kemudian matanya menutup rapat bersamaan dengan napasnya yang terakhir, mengakhiri semua bebannya yang tak sanggup lagi ia genggam.
Seorang pria berlari kencang menghampirinya, di rangkulnya tubuh yang lemah itu. Setetes demi tetes air mata turun bersamaan dengan air dari tetesan hujan yang semakin lebat, darah yang menempel di tangan dan juga tubuhnya membuat ia semakin tidak sanggup menatap wanita yang berada di rangkulannya, ia menangis sejadi-jadinya meratapi keterlambatannya untuk menjemput wanita nya.
"Naufall!!!!!" teriaknya dengan lantang di iringi dengan pengucapan penuh dendam.
Semua sudah terlambat tidak ada lagi yang bisa ia lakukan semua miliknya hilang dalam sekejap mata bersamaan dengan semua penyesalan yang selama ini tak dapat ia ungkapkan.
*****
Sebuah mobil sedan berwarna silver melaju dengan cepatnya membelah jalan yang sedang di terpa hujan, ingatan demi ingatan menyelimuti pikirannya yang kini sedang terbawa emosi. Air mata yang mengalir mulus di pipinya semakin deras kala ia mengingat wajah seseorang yang membuatnya sakit menjadi-jadi.Gas mobil tersebut di injak penuh olehnya tak peduli seberapa bahayanya jalan kosong itu saat dendamnya menyelimuti pikirannya tak perduli dengan kematian karena dendam yang ada di dirinya lebih besar dari apapun.
Terdapat seorang gadis dengan dress yang sudah basah kuyup terlihat sedang menangis di sebuah halte pinggir jalan, ia meratapi cinta nya yang bertepuk sebelah tangan. Tangannya mengepal kuat, terlintas sebuah ingatan yang menyayat hatinya. Semua keberuntungan tak pernah berpihak kepadanya karena ia hanyalah bayangan di dunia ini, tak akan pernah menjadi cahaya, ia hanya bisa menikmati semua kebahagiaan palsu yang ia miliki. Mengapa dunia sekejam itu kepadanya, suara tangisan yang terisak bersatu dengan gemuruh langit yang membasahi dunia yang ikut bersedih itu.
Mobil sedan berwarna silver berhenti tiba-tiba mengageti dirinya yang sedang meratap seorang diri, terlihat seorang wanita turun tergesa-gesa dari mobil itu. Tak peduli dengan hujan deras yang membasahi tubuhnya karena seseorang yang ia incar sudah ada di depan matanya.
"Sini lo Ndy!!" ia berteriak dengan lantang nya, membawa sang target menuju jalan raya yang kosong itu, rambut perempuan itu di tarik dengan kuatnya.
"Vania!!! Ngapain si lo!!!" di tepisnya tangan Vania yang tadi berada di sela-sela rambutnya.
Kini mereka saling menatap dingin dengan keheningan yang menyertai keduanya, Vania memincingkan senyumnya saat melihat Cindy yang tak perduli atas kedatangannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Or Cindy
Teen Fiction"Aku ingin merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan dalam duniaku. Walau sedikit setidaknya sebelum napas ini berakhir aku tahu apa itu 'bahagia'." ~Cinta. "Adilkah takdir itu memberikan cintaku untuknya? Bagiku tidak!! Maka biarkanlah aku merebut...