Kedua insan itu keluar dari restoran dan menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berada.
"Hyung kita mau kemana lagi?" Tanya si manis Hyuck. Panggilan itu tiba-tiba keluar dari mulutnya.
Sedangkan yang dipanggil rasanya ingin salto bolak-balik tapi mengingat ia harus jaga image. Gak lucu bila karyawannya menciduk pemimpin perusahaan mereka salting bocah kesayangannya di ruang publik. Ya lain halnya saat acara pernikahan nanti. Hmm
Mark menunjuk jari manis, mengisyaratkan cincin. Donghyuck ber-oh-ria lalu masuk ke mobil.
Diperjalanan mereka banyak diam. Mungkin lagi lelah untuk adu mulut.
Hingga radio mobil menyenandungkan lagu walk you home dari band Neo culture mochacino yang begitu membuai Hyuck tertidur saking nikmatnya.
Mark sedari tadi fokus mengemudi menoleh ke sampingnya. Terdengar dengkuran kecil bocah kesayangannya pemuda tampan itu. Satu tangannya ia arahkan mengelus surai lembut Donghyuck.
Sungguh Mark tak kuasa. Rasanya ingin memeluk tubuh yang selalu ingin ia lindungi.
•••
Di sisi lain laki-laki hampir berkepala enam bangkit dengan rasa malas dari ranjangnya. Mata cantiknya mengedip lucu.
"Nana-yaaaa~" panggilnya dengan toa yang selalu ia letakkan di ranjang luasnya.
Yang dipanggil masuk ke ruang kamar sosok itu.
"Ada apa Tae eomma?" Tanya pemuda manis dengan senyuman yang tak kalah cantik.
"Lapar~! Eomma mau makan!" Pintanya sambil mengerucutkan bibir.
Nana— tersenyum kembali meski sama-sama pihak bawah dia juga gemas melihat tingkah manja 'eomma'nya.
Sebelum pergi, namanya dipanggil kembali.
"Nana-yaa Minhyungie ada?"
Nana tampak berpikir sejenak, "setau saya Tuan Muda tadi pergi lebih pagi dengan salah satu koleksi mobilnya"
"Ehhh Minhyungie kemana?"
"Hmm Jeno bilang dia sempat berpapasan dan tuan muda ingin bertemu calon istrinya"
Taeyong mengerjapkan mata bulatnya lalu menutup mulutnya yang menganga.
"Astaga! Apa dia tadi membangunkan eomma?!" Diangguki oleh pemuda cantik itu.
Taeyong menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memejamkan mata.
"Pasti Minhyung akan mendiami eomma lagi )':"
•••
"Sebenarnya semua persiapan sudah berjalan 80% jadi tinggal beberapa kepentingan lagi termasuk masalah cincin pernikahan ini. Jadi kau tunggu saja dengan tenang, Hyuck" jelas Mark menggandeng Donghyuck menuju toko berlian ternama.
Cukup sejam mereka menuju kawasan pembelanjaan mewah ini. Hyuck bahkan merasa masih bermimpi saat Mark membangunkannya dan membawa ke kawasan ini.
"Ayo" sahut Mark memasuki Huang Diamond.
"Yo Mark" sapa salah satu laki-laki Cina.
"Yo Renjun" balas Mark lalu salam ala jantan bersama oknum bernama Renjun.
"Jadi kau kemari bersama.." ucapan Renjun terputus saat netranya mendapati sosok Hyuck yang mengerjapkan matanya "—calonmu ya?"
"Of course, dude. Aku ingin melihat koleksi berlian terbaikmu untuk pernikahanku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Lee
FanfictionDonghyuck, 17 tahun; dipaksa ayahnya menikah dengan seorang laki-laki dewasa yang sukses di Kanada namun berdarah Korea Apakah yang akan terjadi? Bagaimana 'drama' bahtera rumah tangga yang akan mereka jalankan? Warning! YAOI! BXB! Male pregnant! 1...
