Ice-Care Girl

1.5K 168 31
                                        

Jangan lupa klik bintang!

Ps: cerita ini tidak memburukan seseorang ataupun mencoba menyudutkan, hanya meminjam karakter nama dari berberapa idol. Bila ada salah kata, maaf karena dalam proses penulisan tidak ada maksud menyinggung.

Di publikasikan untuk @ponikramatlisa



Ice-Care Girl

Gadis dengan tinggi 170 bersurai ash brown mendirikan tubuhnya, berpasang mata menatap penuh minat, namun tak sedikitpun ia memperlihatkan ketertarikan.

"Lalisa"

Selesai mengucapkan perkenalan singkat, lisa duduk kembali tanpa mau memberikan hal krusial tentang dirinya. Wanita tua yang duduk dipojok depan tersenyum kikuk, baru kali ini ada murid yang berbicara begitu singkat. Meskipun dulunya ada, tapi tidak sebegitunya.

"Hanya itu nak? Tidak ingin menambahkan?"

Lisa melirik sang guru, ia menggeleng pasti. "Tidak, hanya itu." Miss adlin mengangguk, "Baiklah terima kasih perkenalannya anak-anak, kalau begitu sampai jumpa besok. Jangan lupa membawa apa yang ibu katakan tadi."

"Ya bu!"

"Selamat siang anak-anak"

"Siang bu!"

Seusai guru pergi, kelas ribut hanya karena 'ingin berkenalan' serta 'mencari teman' sedangkan gadis madu tidak bergerak sedikitpun dari duduknya, sambil memainkan ponsel berlambang apel tergigit.

"U-um...h-hai..."

Lisa menghentikan ketikannya, menatap perempuan berambut coklat panjang. "Apa?"

"U-uhh begini... Bisa kita berkenalan?"

"Hah?"

Gadis coklat mengulurkan tangannya, "Namaku Kim Jisoo! Ayo berteman dengan baik!" Lisa mengerenyit, ia malas berhubungan dengan embel-embel teman, semuanya akan hilang saat kau terpuruk. Lagipula lisa merasa heran, ini sudah akhir masa sekolah. Dan jisoo memperkenalkan diri seperti anak sd yang baru masuk, konyol.

"Aku sudah berkenalan, namaku lisa. Terserah kau mau berteman atau tidak, yang pasti aku tidak tertarik."

Jisoo sedikit tersentak, ia tidak menyangka akan mendapat respon tidak menyenangkan, namun niatnya sudah bulat. Jisoo harus bisa berteman dengan si muka barbie yang memiliki rambut kuning alami, ah mungkin sudah di cat berbeda oleh lisa. Jisoo sangat tertarik dengan dunia luar, contohnya saja seperti lisa yang ia yakini adalah foreigners.

Soalnya, dulu sewaktu kelas satu maupun dua, jisoo belum atau tidak sekelas dengan lisa-si gadis barbie. Jadi saat tau ia sekelas dengan gadis madu, dirinya begitu antusias, apalagi ada isu yang mengatakan jika lisa adalah perempuan berhati dingin berwajah datar.

"Ah? Hahaha baiklah, aku jisoo kau lisa, kita... Berteman?"

Lisa mendengus, lalu kembali lagi pada ponsel hitam berlighter silver. Mendapat respon buruk, seluruh murid di kelas 3-1 menyakini rumor jika lisa adalah anak yang tidak membuka pergaulan adalah benar. Meskipun ada berberapa yang sudah sekelas bersama, gadis itu negitu tertutup serta dia tidak membuka pergaulan.

"Sudahlah jisoo, ayo kemari. Percuma kau berbicara dengan lisa, didengar saja tidak akan."

Lisa menulikan pendengarannya, sudah biasa ia dikata-katai, sudah dua tahun. Jadi ini seperti remah makanan yang tertinggal, masa bodolah. Tinggal di buang, dengan seujung jari juga hilang.

"K-kau jangan berbicara seperti itu mina! L-lisa pasti bukan orang seperti itu! Ya kan lisa!" Jisoo merenggut dengan melirik gadis itu, lisa memutar bola matanya jengah, dari masuk kelas sampai sekarang ada saja orang yang mau menganggunya.

One Shoot [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang