25

5.3K 632 30
                                    

Setelah pernyataan atau yang umum disebut sebagai confession resmi dari seorang Moon Taeil di depan para karyawannya, hari ini Jae Mee mendapat perlakuan yang berbeda dari seluruh karyawan di kantor. Wajar saja, calon ibu negara kalau kata Mirae saat sedang berbincang dengan teman-teman satu ruangannya.

Sejujurnya Jae Mee merasa sedikit risih dengan perlakuan yang ia terima. Pasalnya ia merasa jika ini bukan suatu hal yang harus dibesar-besarkan. Ia khawatir jika ini dibiarkan terlalu lama justru bisa mempengaruhi kinerjanya di kantor.

"Jadi kapan?"

"Apanya?"

"Jangan berlagak tidak tahu." Goda Mirae.

"Sungguh, kau menanyakan suatu hal yang ambigu. Banyak hal akan aku lakukan selanjutnya, jadi kau harus bertanya lebih spesifik lagi." Entah emosi Jae Mee benar-benar terpancing dengan berita hari ini atau ini adalah efek datang bulannya yang sedikit mempengaruhi emosinya di kantor dan membuatnya menjadi lebih sensitif.

"Tanggal pernikahanmu dengan Taeil." Sambung Jena.

Lantas Jae Mee menghentikan aktifitasnya sejenak. Ia memutar kursinya dan kini menghadap wajah Jena dan Mirae yang ada di depannya. Seketika Jae Mee memasang wajah seriusnya.

"Jika waktunya sudah tepat." Jawab Jae Mee singkat.


Sebenarnya setelah kejadian beberapa hari lalu saat gathering beberapa karyawan terlihat lebih memperhatikan Jae Mee. Karyawan baru yang awalnya nampak diacuhkan oleh sebagian karyawan, namun kini berhasil menarik perhatian seisi kantor. Hanya satu yang Jae Mee khawatirkan saat Taeil benar-benar menyatakan akan hubungannya dengan Jae Mee, hilangnya respect orang-orang pada dirinya dan akan menganggap jika ia bekerja di Moon Property atas dasar campur tangan Taeil.

Tapi apa yang Jae Mee takutkan sampai saat ini tidak terbukti benar adanya. Saat ia pertama kali menginjakan kaki di kantor, seluruh pegawai tiba-tiba memberi salam dan membungkuk padanya. Jae Mee terkejut seketika bahkan sempat melarang pegawai lain yang hendak melakukan hal yang sama saat ia sudah berada di lantai ruang kerjanya.

"Suasana kantor kali ini terasa berbeda ya." Kata Wendy membuka suara.

"Beda bagaimana maksudmu?"

"Hmm.. aku merasa seperti ada aura kebahagiaan saat memasuki kantor." Goda Wendy, namun Taeil tidak menggubrisnya.

"Wajar jika semua bahagia, kan kemarin kita baru saja selesai gathering."

"Tapi kali ini rasanya jauh berbeda."

"Kenapa?"

"Kau tidak tahu atau hanya pura-pura tidak tahu?" Taeil menggeleng.

"Ya Tuhan." Kata Wendy gemas. Ia hampir saja merusak tatan rambut barunya yang sudah ia tata selama kurang lebih 30 menit.

"Semua orang memperlakukan Jae Mee dengan cara yang berbeda."

Taeil masih memasang wajah datar. Namun Wendy bisa menemukan jika bos nya itu tampak penasaran.

"Setiap pegawai yang bertemu dengan Jae Mee mereka akan otomatis membungkukan badan mereka. Dan yang lucunya, ia selalu menolak dengan alasan itu tidak perlu dilakukan."

"Dan dia memang layak mendapatkan perlakuan seperti itu." Balas Taeil singkat, jelas dan padat yang berhasil membuat Wendy bungkam.

Drrtt

"Halo?"

" .... "

"Sekarang?"

Taeil menjauhkan ponselnya. Dan kini beralih menatap Wendy. "Batalkan rapat siang ini."

Lost | Jung Jaehyun ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang