31

4.5K 527 35
                                    

Kini Chaeyeon tengah duduk terdiam di sisi ranjang kamarnya. Tepat di depan pintu Jaehyun diam mematung tidak berani mendekati istrinya yang masih terisak.

"Aku sudah memutuskannya."

"Sayang." Panggil Jaehyun pada Chaeyeon. Ia berjalan perlahan, meraih pundak sang istri dan memeluknya.

"Tolong jangan gegabah. Pikirkan baik-baik." Sambungnya.

Chaeyeon tidak bergeming. Hatinya miris dan sakit mengetahui siapa ia sekarang. Malu dan bingung. Malu pada diri sendiri dan kedua orangtuanya jika mereka mengetahui hal ini dan bingung bagaimana ia menjelaskan semuanya pada sang mama dan papa. Belum lagi pada Jeffrey yang masih terlalu kecil untuk memahami situasi sekarang.

"Kau istirahat dulu. Tenangkan dirimu. Besok kita bicarakan ini baik-baik."

"Tidak Jae. Maaf, aku tidak bisa hidup dengan status perebut suami orang. Terlebih lagi wanita itu adalah ibu dari teman dekat Jeff. Sungguh memalukan."

"Kau tidak merebut aku dari Jae Mee, sayang. Tidak. Aku tidak berpaling darimu pada Jae Mee."

"Memang kau tidak berpaling dariku. Tapi kau berpaling dari Jae Mee padaku. Aku yang salah disini."

Jaehyun terdiam. Ia kehabisan kata-kata mendengar perkataan Chaeyeon. Jika ia pikir-pikir apa yang dikatakan istrinya memang benar adanya. Dia belum sah menceraikan Jae Mee, maka dari itu Jae Mee bisa saja dikatakan sebagai istri Jaehyun. Namun ia memilih untuk menikah dengan Chaeyeon.

"Secepatnya kita harus bercerai Jae." Ucap Chaeyeon lemah sembari berjalan ke arah kamar tamu.

***

Keesokan harinya Chaeyeon bertemu dengan kedua orang tuanya, Tuan dan Nyonya Jung. Chaeyeon yang ditemani Jeffrey dalam pangkuannya duduk disalah satu kursi ruang tamu.

Ia menjelaskan semua hal yang terjadi antara dirinya dengan Jaehyun. Pun halnya hubungan Jaehyun dengan Jae Mee. Kedua orang tua Chaeyeon terkejut bukan main. Jaehyun yang mereka kira pria baik-baik nyatanya berakal busuk dibelakang. Sungguh, wajah memang tidak bisa menentukan bagaiamana seseorang bersikap. Penyesalan menyelimuti hati dan pikiran pasangan lanjut usia itu. Mereka menyesal telah menerima Jaehyun sebagai menantu mereka yang ternyata adalah seorang penipu.

"Kau yakin dengan keputusanmu itu?" Chaeyeon mengangguk.

"Apa kau memiliki bukti yang kuat?"

"Aku memiliki seorang saksi. Oh tidak, kemungkinan ada lagi yang tahu soal ini."

"Lalu bagaimana dengan Jeffrey?" Kini Nyonya besar Jung angkat suara. Sejak awal pembicaraan suaminya dengan Chaeyeon ia tak banyak ikut campur. Ia tahu betul jika putrinya tidak akan main-main dengan segala keputusannya.

"Jeff akan tetap bisa bertemu dengan Jaehyun namun tetap dalam pengawasan."

"Jika memang itu sudah menjadi keputusanmu, ayah tidak bisa berbuat banyak. Kau sudah dewasa, kau sudah bisa menentukan sendiri jalan hidupmu. Jika ini semua yang kau pilih satu-satunya jalan terbaik, maka lakukanlah. Namun satu yang harus kau ingat. Penyesalan selalu datang diakhir."

Setelah berdiskusi mengenai keinginannya untuk segera berpisah dengan Jaehyun. Chaeyeon meninggalkan orang tuanya dan kembali.

"Tolong urus surat pemecatan Jung Jaehyun." Perintah Tuan Jung pada salah satu sekretarisnya.

"Baik tuan."

***

Sesampainya di rumah sakit, Chaeyeon langsung menemui Jae Mee yang tengah menunggu dokter Kun memeriksa keadaan Naeun. Rupanya sebelum Chaeyeon datang, Naeun sudah sadar dari komanya. Hal itu membuat hati Jae Mee lega sepenuhnya. Kini harapan yang dulu mustahil perlahan membuahkan hasil.

"Apa aku bisa bertemu Naeun sekarang?" Tanya Jeffrey pada Chaeyeon.

"Belum sayang, kita tunggu persetujuan dokter terlebih dahulu." Jawab Chaeyeon yang menimbulkan wajah sedih Jeffrey.

Tidak lama kemudian Dokter Kun selesai dengan pemeriksaannya diikuti Jae Mee yang kemudian menghampiri sang dokter.

Setelah berbincang lumayan serius, Dokter Kun pamit dan meninggalkan tempat dimana Jae Mee, Taeil dan Chaeyeon berada.

"Jae Mee, bisa kita bicara sebentar?"

"Tentu."

Keduanya pun memutuskan untuk berbincang di salah satu cafè yang ada. Beruntung Taeil dan Jeffrey sudah saling kenal, jadi bukan masalah bagi Chaeyeon menitipkan putranya pada founder Moon Property itu.

"Aku sudah memutuskan untuk mendonorkan sumsum ku untuk Naeun." Kata Chaeyeon membuka percakapan.

"Jangan lakukan ini hanya karena kau merasa bersalah padaku Chae. Sungguh, aku tidak marah sedikitpun padamu."

"Tidak. Aku melakukan ini karena aku sayang pada Naeun. Putrimu adalah saudara kandung Jeffrey. Kau tahu betapa kuatnya ikatan batin saudara kandung bukan? Jeff tidak berhenti menanyakan kabar Naeun dan bahkan ia sempat demam tinggi selama 3 hari setelah ia tahu Naeun mengidap leukimia."

Jae Mee diam. Ia tahu betul apa yang dikatakan Chaeyeon benar adanya. Meskipun Naeun dan Jeffrey terlahir dari ibu yang berbeda, namun mereka masih berasal dari ayah yang sama. Darah Jaehyun mengalir didalam tubuh kedua bocah kecil tak berdosa itu. Dan bagaimanapun sebuah keegoisan besar baginya jika ia menghalangi Chaeyeon untuk turut serta membantu menyembuhkan Naeun.

"Aku tidak bisa melarangmu jika kau benar-benar ingin menolong Naeun. Terima kasih banyak atas bantuanmu."

"Jangan merasa sungkan untuk meminta bantuan. Anak kita masih ada ikatan. Mereka bersaudara. Dan kita selaku orang tua mereka sudah seharusnya saling membantu demi kebahagiaan mereka." Ucap Chaeyeon menggenggam tangan Jae Mee erat.

Kini hati Jae Mee diliputi berjuta perasaan. Ia tidak tahu harus berkata apa dengan semua yang datang dalam hidupnya. Ia sungguh berterima kasih pada Tuhan dan semesta alam karena masih berpihak padanya. Beruntung sekali ia bisa mengenal Chaeyeon. Hatinya sungguh lembut dan suci. Ia dengan senang hati ingin menolong Naeun disaat dirinya harus pahit menerima kenyataan jika rumah tangganya diambang kehancuran.

Dan Jae Mee pun tidak habis pikir bagaimana bisa seorang Chaeyeon harus bertemu dengan Jaehyun dan menikah dengannya. Seorang wanita lembut ditakdirkan hidup bersama seorang pria busuk dan pengkhianat. Dia tidak seharusnya menerima ini semua. Cukup Jae Mee saja yang merasakan bagaimana bejatnya seorang Jung Jaehyun.

Hanya satu yang kini mengisi pikirannya. Semoga Chaeyeon benar-benar melakukan ini murni untuk menolong Naeun. Bukan sebagai tanda permintaan maaf karena telah 'merebut' Jaehyun darinya.

"Mari ikut saya."

.
.
.
.
.

To be continued

.
.
.
.
.

Tinggal beberapa part sebelum cerita ini berakhir. Doakan aku bisa selesaikan ini semua secepatnya ya.

Untuk kemungkinan ada double atau triple update hari ini karena mau ngejar UAS kayaknya masih harus dipertimbangkan. Tunggu aja nanti kalo aku tiba-tiba update part selanjutnya.

See ya! Selamat siang♡

Lost | Jung Jaehyun ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang