Bertemu

1K 67 2
                                        

Empat hari yang membosankan. Dara hanya berdiam diri di rumah. Menunggu Aron datang. Dan selanjutnya menemani Aron untuk belajar. Bukan menemani, tapi mengecoh konsentrasi. Kata Aron begitu.

Hari ini Dara sudah mulai masuk sekolah. Dan kelas 12 sudah bebas. Belum lulus, tapi sudah tidak ada kegiatan. Mau masuk sekolah silahkan, mau bolos juga silahkan.

Dara ke sekolah diantar Aron. Hanya mengantar, lalu pergi ke rumah Delon.

"Hati hati Ron," ucap Dara.

"Selalu jaga hati kok," jawab Aron.

"Apa si ga nyambung, Bye!" ketus Dara lalu menuju ke kelas.

Dari kejauhan Dara bisa mendengar gelak tawa Aron. Huh, lelaki itu memang sering menggodanya.

"Halooo, Dara datangg!" seru Dara.

"Brisik Ra, lagi ngambis ini!" omel Adi.

"Hidup lo belajar terus," ucap Dara dan menuju ke mejanya.

Ada yang aneh pagi ini. Keyna terlihat tidak seperti biasanya. Dia cenderung diam, dan bahkan tidak mengetahui jika Dara sudah ada di sampingnya.

"Keyna kenapa?" tanya Dara.

"Gatau, dari tadi diem terus," jawab Tiara.

"Key, kenapa si?" tanya Dara.

"Eh, Dara. Gue kira belum berangkat," jawab Keyna.

"Ga nyambung key. Kenapa deh?" tanya Dara lagi.

"Emm gapapa, lagi ga enak badan aja," jawab Keyna berbohong.

"Kenapa sekolah? Mau ke uks aja?"

"Gausah, ga parah juga Ra,"

Dara merasa ada yang di sembunyikan Keyna. Pernyataan Keyna tadi tidak bisa diyakini begitu saja. Bahkan Keyna tidak pucat sama sekali. Fisiknya terlihat sehat dan segar.

"Kenapa gue jadi nethink ke Keyna si!" ucap Dara dalam hati.

**
Akhirnya jam pulang tiba. Dara hanya merasa aneh hari ini. Apalagi setelah mendapat mimpi bahwa Dara bertemu masa lalu nya. Entah Dara akan merasa senang atau sedih. Lelaki itu tidak menampakkan wajahnya. Nama nya pun Dara masih saja lupa. Tapi bagaimana jika Dara bertemu dia kembali? Dara sudah punya Aron. Tapi Dara juga sudah berjanji bahwa dia akan menikah dengan masa lalunya.

"Arghhhhh, pusing gue!" seru Dara yang membuat Keyna dan Tiara kaget.

"Kenapa si? Bikin kaget aja!" ketus Tiara.

"Maap ya gaes, emosi aja hehe," jawab Dara.

"Duluan ya, udah di jemput," pamit Keyna.

"Okee, hati hati dan jaga hati bebsqu," jawab Tiara.

"Eh Keyna kenapa buru buru gitu ya?" Tanya Dara bingung.

"Pengen bab kali dia, atau jangan jangan Keyna sakit diare," jawab Tiara asal.

"Ngaco!"

"Hehe sorry sorry. Mungkin lagi ada masalah,"

"Maybe. Eh duluan ya Ti, udah di jemput Aron. Byee!!" seru Dara.

"Emang nasib selalu ditinggalin," ucap Tiara meratapi.

Aku jemput, tungguin, jangan kemana mana!

Senyuman terukir di wajah Tiara. Moza memang selalu bisa membuat ukiran senyum di wajah Tiara itu.

Dipikir- pikir aneh juga. Sebelum Moza dan Tiara pacaran, mereka selalu saja berdebat. Hal kecilpun mereka debatkan. Tapi , Tuhan memberikan suatu pencerahan kepada mereka. Bahwa mereka sebenarnya saling mencintai.

AdaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang