Terungkap 🔞

33.4K 1.3K 20
                                        

Akan ada saatnya dimana seseorang yang kamu inginkan juga menginginkanmu, yang kamu cintai juga mencintaimu. Yang akan mengobati disetiap jengkal lukamu, yang akan mengistimewakan-mu.

Mungkin bukan sekarang, bisa nanti, esok, atau lusa. Yang pasti hal itu akan terjadi padamu, cepat atau lambat. Jadi, jangan berhenti untuk terus bangkit dan percaya

.

.

.

.

Gadis cantik berambut pirang yang saat ini tengah berjalan ke lantai 5 sedang di landa kegalauan, pasalnya ia ingin meminta maaf "lagi" kepada senior nya karena kejadian beberapa hari yang lalu, dimana Lisa dengan lancang mencium bibir milik Jennie.

Sebenarnya menurut Lisa itu bukan lah masalah besar tetapi dirinya di desak oleh teman - temannya untuk meminta maaf dari pada Jennie semakin membenci Lisa.

Akhirnya dengan terpaksa Lisa harus kembali menemui Jennie di ruangan praktikum-nya.

.

.

.

Jennie's Pov

Saat ini aku sedang menikmati semilir angin sore di depan ruang praktikum yang biasa aku gunakan untuk mengajar para junior-ku.

Menikmati pemandangan kampus di sore hari dari sini sudah menjadi rutinitas ku hampir setiap hari.

Disini juga sudah menjadi tempat favorit ku karena disini Lisa untuk pertama kali nya mencium ku.

Lagi - lagi aku tidak dapat menahan senyuman ku jika mengingat ciuman yang dia berikan tempo hari lalu. Tanpa sadar aku pun mengigit bibir bawah ku mengingat betapa sexy nya dia.

"Lalisa"

Sudah sejak lama aku sangat menginginkan gadis itu, aku benar - benar gila karena nya. Tetapi ada suatu hal yang membuatku sangat sakit hati.

Dia adalah cinta pertamaku, dan dia juga orang pertama yang mengajarkan ku betapa sakit nya patah hati.

"H-hai Unnie"

Jennie's Pov (End)

.

.

.

"H-hai Unnie"

Gadis bermata kucing yang tengah melamun itu tersentak kaget ketika mendengar suara yang sangat familiar menyentuh indra pendengarannya.

Jennie tersenyum senang setelah melihat seorang Gadis yang begitu dicintainya, memanggil namanya.

Lisa yang melihat senyuman Jennie menjadi salah tingkah, ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan Senyuman dari seorang Gadis yang terkenal sangat dingin dan cuek.

"Ada apa Lalisa" Jawab Jennie mulai mendekat ke arah Lisa.

"Umm.. a-anu itu" Lisa menunduk malu dia tidak berani menatap Jennie.

Jennie yang melihat Lisa malu - malu seperti itu hanya terkekeh pelan.

"Ada apa hmm? Ada yang mau kamu bicarakan lagi denganku?" Tanya Jennie.

"I-iya Unnie"

"Kalau begitu ayo kita bicara di dalam saja" Jennie langsung masuk kedalam ruangan praktikum. Sedangkan Lisa mengekori nya dari belakang.

Ceklek!

Jennie menutup pintu dan mengunci nya, kemudian ia duduk di kursi miliknya.

"Duduklah di depanku Lisa" Ucap Jennie.

I Never Hate YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang