7 : The Hypocrite ( Si Munafik )

2.2K 267 11
                                        

vote and comment

jangan lupa!







Haruskah aku ceritain ke dia sekarang? aku gak punya siapapun selain dia yang mampu bantuin aku di sekolah ini untuk menghadapi si hoodie hitam itu yang membuat mentalku rusak belakangan ini.

lisa, jennie, sama jisoo?

aku gak tega sama mereka bertiga yang sahabatan sama si Chanyeol. Aku gak sanggup buat bilang kalo sahabat karib mereka itu mencoba nyelakain aku yang cuma sebagai pendatang baru di kehidupan mereka.

Mana yang bakal mereka percaya? Aku si pendatang baru atau Chanyeol sahabat mereka sejak bertahun-tahun lamanya?

aku cuma bisa berharap sama jungkook saat ini dia adalah orang yang paling tepat dan meyakinkan. Dia meyakinkanku untuk membagi luka dengannya barusan. Aku gak bakalan lewatin kesempatan ini.



Aku cuma butuh seorang saja....




"kalo gitu........ gue mau cerita sesuatu sama lo. gue harap lo bakalan bantuin gue......." alis jungkook bertautan nungguin cerita aku sambil ngangguk ragu-ragu dia merhatiin aku seksama.

aku natap iris hitam jungkook yang berbinar setiap saat mencoba mencari kepercayaan di sana untuk meyakinkan diriku.

saat ini yang kubutuhkan hanya seseorang untuk mencurahkan kegelisahanku. aku sudah cukup menderita sendirian dikejar-kejar, dibuntuti, bahkan diteror tanpa seorangpun yang tau.



Sekali lagi, hanya seorang.



"jungkook.... gue-"







"eh, kook. disini lo ternyata, gue nyari lo dari tadi"


rasanya aku pengen banget teriakin makian buat orang yang menginterupsi barusan dan yeah pas aku liat wajah orang itu, aku berubah pikiran. aku gak mau lagi teriakin makian tapi aku rasanya kek mau roboh. seluruh tubuhku bergetar. kejadian yang akhir-akhir ini terjadi membuat mentalku terganggu karna dia. aku cuma mau seorang saja buat jadi sandaranku tapi kenapa si stalker berengsek ini merusak segalanya?

"ah, hai rose!" aku masih diam di tempat natap chanyeol. aku gak tau sekarang tatapanku kayak apa ke dia.

liat aja senyuman berengseknya itu kayaknya dia sengaja banget buat dateng ganggu aku yang mau bicara sama jungkook.

"kenapa?" Tanya jungkook yang langsung noleh pas Chanyeol nyapa dia.

"Main yuk. Lo udah lama gak main basket bareng gue"



Wait, mereka berdua temenan juga?




What the....

Apa gak ada satu orang pun di sekolah ini yang gak temenan sama dia?

Pliss jangan Jungkook.

Jungkook beralih natap aku. Kayaknya dia liat ada yang aneh sama tatapanku ke chanyeol "duluan aja, nanti gue nyusul"

Finally, chanyeol pergi. Hembusan napas panjang keluar dari mulutku. Aku meraba tangan kiriku yang perlahan berhenti bergetar diikuti kedua kakiku yang agak lemas setelah bergetar hebat.

"Yuk, gue anterin ke kelas"

Aku ngangguk lemah trus ngikutin langkah jungkook ke kelas. Dalam hatiku aku agak lega Jungkook gak merhatiin gerak-gerik anehku.

Setelah aku lebih tenang dan fokus, aku berinisiatif buat nanya soal chanyeol ke jungkook.

"Lo temennya chanyeol?" Langkah jungkook berhenti tepat setelah aku nanyain itu. Aku ikut berhenti trus natap matanya yang menjelajah liar kayak gak mau natap aku.

Memoar. (Stalker Bad Boy)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang