As always, jangan lupa
Vote & comment
Jangan abaikan perjuangan Rojeh T_T T_T
Jam 13.30
Suasana kelas sunnguh panas siang itu. Lisa dan Jennie yang duduk di baris depanku kelihatan kegerahan terbukti dengan kipas mini di tangan mereka masing-masing. Sedangkan aku cuma bisa memakai kertas yang ku lipat sedemikian rupa sehinga menjadi semacam kipas dadakan lalu ku kibas-kibaskan di depan wajahku.
Mau bertanya orang disebelahku lagi apa?
Dia tampak santai memperhatikan penjelasan pak Jaehwan yang sedang berkoar-koar ria di depan papan tulis.
Gak gerah apa nih orang?
Ohiya aku lupa, selain mukanya datar, seprtinya dia juga punya tenaga es dari dalam sejak lahir. Hehe.
Tenaga dari dalam...
Tenaga dari dalam...
Yakali Rojeh!!???
Aku yakin dibalik tampang santainya itu dia sebenarnya gerah juga dan tebakanku sepertinya tepat ketika setetes, dua tetes keringat mulai berluncur ria di wajah mulusnya.
Ini kesempatan Rojehh!!
Sambil mengibaskan kipas ke wajahku, aku perlahan-lahan mengarahkan kibasanku ke Jungkook yang tetap diam di tempatnya.
Isshhh gak peka!
Biarin ah. Sekali-kali numpuk pahala juga baikin orang diem-diem.
Setelah beberapa saat akupun kelelahan dan menyerahkan kipas itu ke meja.
Ya Tuhan, ngantuk banget.
Aku pun tepar di mejaku sambil menghadap ke arah jendela yang mengibaskan angin sepoi-sepoi.
Wait, jendela di kelas ini kan tidak ada engsel? Mana bisa terbuka begitu saja. Lagipula anginnya dari arah belakang bukannya dari jendela.
Berarti.....
Ahh terserah, aku sudah tidak punya tenaga untuk menoleh melihat sumber anginnya.
Tapi, aku harap itu Jungkook...
◇◇◇
Aku membuka mataku setelah Lisa dan Jennie mengguncang badanku dengan dahsyat saat bel pulang berbunyi. Ku tatap bangku di sebelahku ternyata sudah kosong. Entah kenapa awalnya aku berharap orang itulah yang akan membangunkanku tapi aku sedikit kecewa setelah mendapati Lisa dan Jennie lah yang bangunin aku.
Aku pulang menaiki bis dengan ketiga gadis yang tadinya menemaniku berkeliling sekolah itu. Lisa, Jennie, dan Jisoo dan aku duduk di sebelah Lisa sementara Jennie dan Jisoo duduk di kursi belakang kami berdua.
Aku rasa aku mudah sekali akrab dengan mereka. Mungkin karena topik pembicaraan kami yang sambung- menyambung dan juga mereka bertiga yang punya banyak topik untuk dibagi denganku. Mereka bertiga juga sangat baik dan hangat.
Gak kayak si muka rata bangku sebelah.
Iya si jungkook. Udah galak, gak pekaan, dingin, trus jele....
KAMU SEDANG MEMBACA
Memoar. (Stalker Bad Boy)
Fiksi Penggemar"lo nguntit ya?" R "gak!" JK "trus lo ngapain di depan rumah gue?" R "gak tau tuh, kaki gue auto jalan aja" JK
