Vote commentnya atuh supaya rojeh seumangat updateunya :")))
"Gue mau bicara sesuatu sama lo, Jungkook...."
Tak ada jawaban dari seberang telpon dan itu bikin aku sedikit kecewa. Sepertinya Jungkook lagi sibuk dan gak bisa fokus sama aku saat ini.
"Lo mau bicara apa?" Sahut Jungkook setelah aku menunggu beberapa detik lamanya.
"Lo lagi sibuk ya? Haha nanti aja deh..."
"Ke balkon kamar lo sekarang..."
What? Ke balkon?
Jangan bilang kalo dia lagi di balkon kamarku sekarang.
Aku bergegas membuka pintu balkon dan ya, sekarang Jungkook ada di sana masih dengan hape yang menempel di telinganya. Cowok itu melambai singkat trus mendekat padaku.
"Keknya serius. Kita bicara langsung aja"
"Lo... dari tadi masih di rumahnya Taehyung?" Anggukan kecil Jungkook menjawabku "gue tadi masih ada urusan sama dia"
"Gue... gue mau bicara sesuatu yang bakal ngerepotin lo" kepalaku tertunduk ragu sambil sesekali mencoba mengintip ekspresi Jungkook yang berubah setelah kata-kataku barusan
Hembusan napas panjang keluar dari hidungnya. Dia sepertinya kesal "Gue udah bilang, kan. Gue ini sahabat lo jadi lo gak perlu sungkan buat berbagi beban sama gue. Oke?"
Kali ini giliran aku yang menghembuskan napas panjang. Bukan, bukannya aku kesal tapi aku stres mikirin kata apa yang aku harus keluarkan untuk memulai cerita mimpi burukku ini dan apakah Jungkook bakal percaya gitu aja dengan apa yang aku bilang?
Percaya, percaya sama dia. Dia udah berkali-kali nyuruh lo buat percaya sama dia, Rosè.
"Gue dikuntit sama stalker psikopat, Kook" sepatah kalimat itu akhirnya keluar dari mulutku yang selama ini terkunci rapat. Mataku terpejam tak ingin melihat ekspresi Jungkook yang kayaknya bakal enggak percaya sama kata-kataku barusan.
Sebuah sentuhan di puncak kepalaku membuat mataku terbuka lebar menatap Jungkook yang nampak khawatir banget. Dia mengusap-usap kepalaku pelan cukup lama "gue udah nyadar dari beberapa hari lalu kalo ada yang aneh sama lo. Lo kenapa pura-pura baik-baik aja di depan gue?"
Aku mencoba sekuat mungkin untuk membendung air mata yang siap keluar dari tempatnya. Aku harus ceritain semuanya ke Jungkook! Aku gak boleh nangis!
"Jungkook..... Lo masih inget kan waktu kita ketemu di depan rumah gue? Waktu itu gue bukan dikejar sama kucing gila.....
Gue dikejar sama stalker itu.... dan gue sampe sekarang belum tahu siapa stalker itu"
"....."
"Lo bisa bantuin gue buat nyari stalker itu?"
Maaf Kook, gue bohong sama lo. Tapi, ini satu-satunya cara buat bikin lo ngaku sama gue.
Iya, aku kali ini gak bener-bener mencoba buat yakinin Jungkook. Aku cuma mau nguji apakah Jungkook ini beneran kayak yang dikatain Chanyeol. Apa dia bener-bener pelakunya.
Atau malah sebaliknya.
"Gue bakalan bantu lo dan selalu mendukung lo, Rosè. Asal satu aja yang gue minta...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Memoar. (Stalker Bad Boy)
Fanfic"lo nguntit ya?" R "gak!" JK "trus lo ngapain di depan rumah gue?" R "gak tau tuh, kaki gue auto jalan aja" JK
