KOMEN | VOTE | FOLLOW
OKE HAPPY READING🥰
"Lo tau dari mana soal itu, Jenn??"
"Um???? Itu... anu... gue...."
"Hey, ladies. Pada serius amat nih! Ada apa??" Kai tiba-tiba datang dan menginterupsi percakapan kami. Dia langsung merangkul bahu Jennie dengan lembut.
Apakah harus di saat seperti ini ada yang datang mengganggu?? Aku sangat butuh jawaban Jennie saat ini supaya aku gak menaruh curiga sama dia. Sumpah aku ga mau banget naruh curiga ke siapapun di grup cecan. Rasanya ga enak banget mencurigai salah satu teman baik kek gini.
Aku baru aja mau nanyain lagi soal yang tadi tapi Lisa tiba-tiba menahan lenganku lalu dia mendahuluiku "Ah, gak. Gak papa. Lo mau pulang bareng Jennie ya???"
"Iya ni. Gue ada planning sama dia" Kai mengakhiri ucapannya dengan kedipan mata sebelahnya.
Ah, mereka berdua bakalan ngedate nih.
Jisoo langsung memasang senyum penuh arti sambil mengacungkan jempol pada mereka berdua membuat Jennie langsung memukul Jisoo di bahunya.
"Akh sakit beb"
"Yaudah gue mau nganterin Rosè juga nih. Dah dicariin ama neneknya. Kita duluan yaaa!! Bye bye muach"
Anjay gue lagi
Lisa menarikku menuju ke parkiran sambil cekikikan melihat ekpresi kesalku.
"Lo bisa gak, gak make nama gue buat bikin alasan lagi? Mana bawa-bawa nenek gua lagi"
Tawa Lisa akhirnya pecah di tengah parkiran "Hahahaaa yaudah maap deh. Tadi yang terakhir kali. Gue janjii" dia terlihat masih menahan tawa setelahnya bikin aku gak percaya sama kata-katanya.
"Yaudah deh. Btw lo kenapa tadi nahan gue buat nanya lagi ke Jennie?" Raut wajah Lisa seketika berubah. Dia gak terlihat senang dengan pertanyaanku barusan.
"Nanti gue ceritain"
"Kenapa sih lo selalu gitu? Lo itu gak jelas dari kemarin tau gak!?"
"Gue bakal ceritain semuanya hari ini"
"Lo gak main-main lagi kan?
Lisa mengangguk dengan wajah serius. Aku pun menghembuskan napas dengan kasar. Aku sudah muak mencari tau tentang semuanya. Aku sudah muak karna tak kunjung menemukan titik terang. Aku merasa hari ini aku cuma jadi boneka rumah-rumahan dari cewek ini.
"Rosè...." suara seorang laki-laki tiba-tiba menyahutku dari belakang. Aku dan Lisa langsung berbalik lalu mendapati Kai sendirian tanpa Jennie.
Aku memandangi sekitar lalu mendapati Jennie yang lagi sanderan di motornya Kai yang diparkir gak Jauh dari tempat aku dan Lisa berdiri.
"Iya?"
"Bisa bicara sebentar gak?" Aku melirik ke arah Lisa lalu dia mengangguk.
Aku pun berrjalan mengikuti Kai. Dia membawaku agak menjauh dari Lisa yang masih memperhatikanku dari jauh. Aku masih bisa melihat raut wajahnya dari sini dan dia tampak menyelidik Kai.
Tunggu.....
Aku menyadari sesuatu.
"Gue... gue mau minta maaf"
"Maksudnya???"
"Mm..maaf"
"Gue...gue minta maaf karena kemarin ga sempat jenguk lo lagi hehe. Lain kali gue traktir elo deh"
KAMU SEDANG MEMBACA
Memoar. (Stalker Bad Boy)
Fanfiction"lo nguntit ya?" R "gak!" JK "trus lo ngapain di depan rumah gue?" R "gak tau tuh, kaki gue auto jalan aja" JK
