Juu-Go!1!1

1.2K 186 20
                                        

"AAA!!!"

Teriakan memekak telinga di pagi buta itu langsung membuat seluruh penghuni asrama Akademi Pledis berpaling dari aktivitasnya; Jihoon yang sedang dipakaikan sepatu oleh Seungcheol; Wonwoo yang sedang menikmati bbing buatan Junhui; Seungkwan yang sibuk mengomentari seragam Samuel yang dianggap tidak matching dengannya; Minghao yang sedang manikmati seduhan teh sakura dari Mingyu; Jeonghan yang sedang mendumal karena Seokmin mengepang dua rambutnya yang baru saja diluruskan dengan alat catok, dan juga Jisoo yang sedang menunggu seragamnya disetrika Vernon sambil berduet menyanyikan lagu Sunday Morning milik Maroon 5 ditemani segelas jus jeruk segar serta setangkup sandwich isi daging asap bermayonais.

Sebenarnya keributan semacam itu bukan lagi hal baru bagi penghuni asrama. Karena sejak seminggu terakhir, tepatnya setelah pelayan dan tuannya ditukar-tukar untuk keperluan kontes, hal serupa kerap terjadi. Penyebab utamanya tentu saja sudah jelas; karena para tuan belum atau justru tidak terbiasa dengan pelayan baru yang dianggap tidak seperti pelayan mereka yang sebelumnya.

Kali ini teriakan mengenaskan tersebut berasal dari kamar paling ujung koridor.

Itu kamar Lee Chan dan pelayan barunya, Hanbin.

Tidak ada yang tahu kalau pemuda mungil itu ternyata sekarang sedang terpojok di sudut ruangan setelah lelah berlari keliling kamar demi menghindari Hanbin yang terus-menerus memaksanya memakai dasi kupu-kupu berenda hari ini. Karena pemuda mungil keturunan Lee itu sangat anti dengan segala sesuatu yang terlihat lucu dan menggemaskan.

"Shireo!" seru Lee Chan ketika melihat gerakan mulut Hanbin yang membuka hendak berkata sesuatu. "Aku tidak mau memakai itu, arasseo?!" imbuhnya seraya menggeleng kuat-kuat hingga anak-anak rambutnya bergerak tak beraturan. Padahal tadi sudah dirapikan dengan gel rambut.

Hanbin menghela napas. Terlihat akan menyerah. "Baiklah. Anda tidak akan memakai dasi kupu-kupu biru navy dan berenda ini," katanya seraya melemparkan dasi tersebut ke sembarang arah. "Karena warna yang cocok untuk Anda bukan biru navy, tapi merah maroon!" imbuh Hanbin lantas melangkah pelan, sambil menyeringai, menghampiri Lee Chan yang terlihat lengah untuk memakaikan dasi tersebut tanpa memedulikan penolakan yang terus diteriakkan Lee Chan.

"AAA...!!! SHIREOOO...!!!"

Meski memekak telinga, tapi para penghuni asrama tidak lagi ambil pusing. Bahkan tidak penasaran sedikit pun. Justru lebih memilih untuk lanjut menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh pelayan mereka dan bergegas menuju ball room daripada membuang waktu untuk mencari tahu kenapa.

your servant

Jam delapan tepat siswa Akademi Pledis sudah berkumpul di ball room. Hari ini ada kelas dansa dan seluruh siswa diminta untuk berkumpul di sana. Sembari menunggu Pak Chanwoo yang masih sibuk bersiap di ruangannya, para siswa diberi waktu untuk melakukan latihan pemanasan.

Minghao dan Wonwoo dibantu pelayan baru masing-masing langsung melakukan instruksi yang diberikan; keduanya melakukan gerakan ringan seperti memutar lengan dan pinggul sebelum mulai berdansa.

Pelayan baru Minghao, Mingyu, terlihat sangat terlatih. Pemuda tampan itu tampak luwes membawa langkahnya dan tak lupa menuntun langkah Minghao mengikuti irama musik yang mendayu-dayu. Sedangkan di belakang keduanya ada Wonwoo yang juga terlihat profesional mengentakkan langkah bersama pelayan berwajah pangeran bernama Junhui. Kedua tuan muda itu menikmati peran pelayan masing-masing meski pada awalnya sempat memendam perasaan sebal lantaran pelayan mereka ditukar. Akan tetapi, berhubung Minghao dan Wonwoo berkawan cukup baik sejak masih kecil, perasaan sebal mereka segera menguap.

Your ServantTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang